Rintihan Anik Bikin Neng Oliev Cembekur

detaktangsel.com - CELOTEH SEKETIKA, Waduuuuuuuuh......! Suara dari kamar sebelah terdengar berisik dan gaduh banget. Tak seperti malam-malam sebelumnya. Sunyi, sepi, dan senyap.

Ada gerangan apa ya. Tumben Anik menginggau sebegitu gaduh. Sampai penghuni rumah kontrakan milik Pak Haji Samad bangun semua. Mereka saling bertanya. Ada apa dengan Anik?

Tepat pukul 24.01, terdengar suara rintihan. Lalu disusul suara tertawa mirip Kuntianak, terkadang ganti suaranya bak Mak Lampir.

Yang bikin pusing adalah suara rintihan mirip Kuntilanak. Neng Oliev sempat lari terbirit-birit. Padahal Neng Oliev saat itu sedang aduhai-aduhaian ama doinya.

"Kang...Jambrong, Oliev takut," ungkap mahasiswi Fakultas Kasmaran yang baru bertunangan ini.

Sambil mendekap doinya, Oliev malah manfaatkan suasana seram itu. Herannya, kenapa Oliev sembari lari terbirit-birit. Doinya pun heran.

Ternyata Oliev lari terbirit-birit bukan karena takut, melainkan kebelet buang air kecil.

"He he he, Oliev bukannya takut, Kang. Oliev enggak tahan," ujarnya.

"Oooooh, begitu Neng," sahut doi Oliev yang bernama Ki Jambrong.

Sebetulnya, baik Oliev maupun Jambrong sangat memanfaatkan suasana yang menyeramkan itu. Mereka bisa empet-empetan. Apalagi sambil dengerin lagu Bang Jali yang diplesetan menjadi Neng Oliev oleh Jambrong.

"Neng Oliev, Neng Oliev bergaya kayak bebek. Abang jadi betah, ngapelin Neng Oliev."

Sambil tarik suara, Jambrong rangkul Oliev. Woooh, sungguh gaya kencang pasangan sejoli ini bener-bener mirip bintang film India, Sunnil Duth dan Anita Bachan.

Lain halnya dengan InDes Slalu Chayank. Penghuni kontrakan milik Pak Haji Samad yang bersebelahan dengan rumah Neng Oliev kesel. Karena ia bisa mengintip Oliev dan Jambrong berkencan.

Maklum, Indes Slalu Chayank, sosok janda muda. Ia cerai ditinggal suaminya mati gara-gara disenggang kelabang di bagian anunya.

Makanya, tidak heran bila Indes Slalu Chayank, merasa terusik dan kehilangan momen mengintip tetangganya pacaran.

"Mas Jambrong ada apa sih?" tanya Indes Slalu Chayank ama gebetan Oliev dengan nada kemanja-manjaan.

Sontak Oliev cembekur. Putri semata wayang juragan tanah di kawasan teluk buah naga ini langsung pasang-pasang kuda-kuda. Takut bakal suaminya digebet Indes Slalu Chayank.

"Enggak ada apa-apa, Mpo," sahut Oliev bernada tinggi.

Tanpa titik dan koma, apalagi tanda seru atau tanda petik, Oliev langsung ditutup dengan sepenggal kata ujarnya. Pendek cerita, Jambrong diseret masuk ke ruang tamu agar tidak meladeni Indes Slalu Chayank.

"Ayo Kang masuk!" seru Oliev sambil memeluk pinggang Jambrong.

Indes Slalu Chayank pun menyadari dan memaklum sikap Oliev.

"Awas loe, Liev. Kalau loe lagi liputan, gue gebet gancoan loe," kata Indes Slalu Chayank dalam hati.

Untuk menutup kekesalan hatinya, Indes Slalu Chayank melantunkan lagu Cinta Satu Semalam.

"Cinta satu malam, oh indahnya......"

Ternyata Pak Haji Samad mendengar suara gaduh dan berisik. Haji empat kali ini belum tidur, ceritanya. Ia merasa terganggu karena salat Tahajud-nya menjadi tidak khusuk.

"An, bangun. Ayo An bangun!" seru Haji empat kali sambil mengedor pintu kamar Anik.

"Aaaa....ada apa Pak Haji empat kali," sahut Anik dalam kamar.

"Ayo keluar loe," pinta Pak Samad.

Anik pun keluar. Ia bingung ketika melihat tetangga sesama pengontrak pada ngumpul.

"Ada apa nih kok rame-rame ngumpul di sini," celetuk Anik penuh keheranan dan bingung.
Sambil penuh keheranan, mata Anik melirik ke arah Pak Samad dengan senyum manis dan kemalu-maluan.

"Kenapa loe merintih, tertawa cekakak-cekikik. Ayo ngaku, kenapa loe malem-malem bikin gaduh dan berisik?" tanya Mpok Hindun.

"Aach, enggaklah Mpok. Sumpah Anik tidur pules. Kalau bukan Pak Samad yang bangunin, Anik enggak beranjak dari tempat tidur," jawab Anik.

"Lalu, suara siapa yang datang dari kamar loe. Saksinya banyak kalau suara gaduh berasal dari kamar loe," timpal Teh Tetty.

"Jujur, bukan Anik. Kalau enggak percaya, periksa kamar Anik."

Usai periksa kamar Anik dan tidak ditemukan barang bukti, penghuni kontrakan tinggalkan kamar Anik ke kamar masing-masing penuh penasaran.

Tinggal Pak Samad sendirian. Lalu, Pak Haji empat kali pun pamitan.

"Entar Pak Haji. Anik mau cerita sebentar,"panggil Anik.

"Cerita apa, cepat sampaikan," kata Pak Haji.

"Begini, emang suara Anik yang bikin gaduh dan berisik. Maaf ya Pak Haji," tutur gadis asal Pemalang, Jawa Tengah ini.

"Emang kenapa loe?" tanya Pak Haji.

"Malu aaaach cerutain, Pak Haji."

"Malu ame Siapa. Ayo ceritain."

Sambil tengok kanan-kiri dan dirasakan sudah aman, Anik cerita sebab-musababnya.

"Maaf ya Pak Haji. Kenapa Anik tertawa cekakak-cekikik, merintih, dan teriak-teriak."

Sebelum melanjutkan cerita, Anik menarik napas panjang. Ia kembali minta maaf ama Pak Haji. Tentu, hal ini bikin Pak Haji makin penasaran.

"Ada apa, jangan takut loe An. Cerita apa adanya," kata Pak Haji.

"Bener ya Pak Haji Enggak marah dan mengusir Anik pindah kontrak. Janji dan sumpah Pak Haji."

"Ya janji dan sumpah. Gue enggak bakalan ngusir loe pindah kontrakan!"
Anik kembali menarik napas panjang. Raut muka memerah dan terpancar malu hendak cerita.

"Bismillah, begini sumber bikin Anik cekakak-cekikih, merintih, dan teriak-teriak adalah Pak Haji. Kenapa, Anik mimpi kencan ama Pak Haji di Taman Bunga Serpong."

"Kita berduaan bukan naik sepeda motor atau angkot saat menuju Taman Bunga. Pak Haji dan Anik menunggang kerbau."

Pak Haji terperajat denger cerita Anik. Sedangkan Anik pun agak mendapat angin ketika tahu Pak Haji enggak marah, malah cengar-cengir.

Anik melanjutkan duduk persoalan yang bikin dirinya merintih, tertawa,dan berteriak karena rayuan Pak Haji. Maklum, Pak Haji adalah duren alias duda keren.

"Aach, bisa-bisa loe aja An bikin cerita."

"Sumpah dipeluk dan dicumbu Pak Haji, Anik cerita sebenar-benarnya."

Pak Haji enggak memperpanjang perkara. Ia meninggalkan Anik sendirian di petakan. Sebaliknya, Anik memandang Pak Haji sampai menghilang dari pandangannya.

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
Go to top