Mengantuk, Truk Pasir Hantam Rumah Warga

Detakbanten.com LEBAK - Teras Rumah Rohani (37), warga kampung Sukamanah Rt. 001 Rw.003 Hancur setelah dihantam Truk Pasir, sekira pukul 05.15 Wib pada jumat (10/11/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil truk dengan nomor polisi B 9049 NPA melaju kencang dari arah maja menuju rangkasbitung. Diketahui mobil truk tersebut baru saja pulang setelah mengirim muatan pasir dari pasar kemis, dan berniat langsung ke lokasi galian pasir yang ada di Tutul, untuk kembali mengisi muatan pasirnya. Sekitar beberapa puluh meter dari lokasi kejadian, mobil truk tersebut melaju tidak terarah, hingga akhirnya terhenti setelah menghantam rumah Rohani.

Saksi mata menuturkan Abe, warga kampung Sukasari Rt. 020 Rw. 004, mobil tersebut sudah terlihat melaju tidak karuan dari arah maja, bahkan mobil tersebut sesekali berjalan dilajur kanan. "Saya lihat mobil tersebut ketika lewat didepan rumah saya, memang mobil itu jalannya gak jelas, bahkan sesekali saya lihat mobil itu berjalan dilajur kanan," Jelas Abe.

Baca Juga : Empat Penipu Mobil Diringkus Polres Metro Tangerang

Ketika ditanya oleh detakbanten.com, Slamet Sugito yang tinggal di kampung Pasir Dage, Rt. 002 Rw. 005, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, selaku Sopir mengaku jika dirinya yang mengemudikan mobil tersebut, dikarenakan mengantuk, akhirnya mobil yang dibawanya menghantam rumah Rohani.


Namun saat dikonfirmasi kepada istri Rohani, Humaedah (32) Yang pada saat kejadian berada didepan rumah, jika yang mengemudikan mobil tersebut bukan sang sopir, melainkan keneknya Madyani (25). "Itu yang bawa bukan sopirnya, tapi satu lagi (Kendeknya). Soalnya pas kejadian saya lihat yang sopirnya juga seperti baru bangun tidur, dan kaget karena mobil sudah terhenti diteras rumah saya," ujar Humaedah.

Setelah mendengar penjelasan Humaedah (32), Slamet tidak bisa lagi mengelak, kejadian tersebut memang saat mobil truk dikemudikan oleh kendeknya, Madyani yang juga sama-sama mengantuk. "Iya pak kendek saya yang kemudikan mobilnya, saya gak kuat nahan ngantuk, akhirnya saya tukar posisi pas di adiyasa. Tapi kendek saya tidak bilang, kalau dia juga ngantuk," Kata Slamet

Rohani selaku pemilik rumah mengaku pasrah dengan kejadian yang menimpanya, karena yang namanya musibah tidak ada yang tau. Dan sudah melakukan7 musyawarah dengan sopir yang disaksikan oleh ketua Rukun Tetangga (RT). "Yang namanya musibah gak ada yang tau, saya tidak mau bertele-tele yang penting sopir mau tanggung jawab dan rumah saya kembali direnovasi, sebab bukan hanya teras yang rusak melainkan tembok kamar saya juga jebol terodorong kayu dari luar," ujarnya

Sementara Ketua RT setempat  Ajid, membenarkan jika Rohani dan Sopir sudah melakukan Musyawarah. Sopir akan bertanggung jawab, namun minta waktu karena sopir harus laporan terlebih dahulu ke-pemilik truk tersebut. "Benar jika sopir dan pemilik rumah sudah musyawarah, dan sopir mau tanggung jawab. Namun saya tegaskan juga kepada sopir, jika dia tidak bertanggung sesuai dengan hasil musyawarah antara kedua belah pihak, maka saya akan bawa kejadian ini ke pihak yang berwajib," tandasnya.

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
Go to top