Aset UPK PNPM Kecamatan Rajeg Terus Meroket

detakbanten.com Kab. Tangerang -- Program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) era kabinet SBY memang menjadi program unggulan, namun pada era kabinet Jokowi saat ini namanya sudah tenggelam, kegiatan fisik yang menjadi andalan program PNPM tersebut sudah dialihkan kepada kegiatan dana desa yang dikelola oleh kepala desa, meski ditempat lain PNPM  banyak yang sudah mati suri, namun tidak demikian yang terjadi pada unit pelayanan kecamatan (UPK) PNPM Kecamatan Rajeg, saat ini program simpan pinjam perempuan (SPP) menjadi tonggak ekonomi pemberdayaan masyarakat terutama bagi keluarga miskin yang masih produktif, saat ini aset UPK Kecamatan Rajeg mencapai 6,4 miliar.


Aset yang dikelola UPK PNPM Kecamatan Rajeg tersebut, terdiri dari aset yang tidak bergerak berupa kantor dan kendaraan roda dua sekita 1.2M, dan aset yang produktif berupa dana yang bergulir di masyarakat, padahal sejak berdiri UPK PNPM Kecamatan Rajeg pada tahun 2004,  modal awal yang bersumber dari dana hibah dari Kementrian dalam negeri hanya sebesar Rp 350juta, seiring dengan waktu dan bertambahnya anggota, dana tersebut terus meroket hingga mencapai 6,4Miliar, keberhasilan tersebut patut diacungkan jempol, berbagai upaya terus dilakukan oleh pengurus UPK PNPM Rajeg, mulai dari pembenahan administrasi, pembinaan anggota, dan melakukan verifikasi terhadap anggota, pengurus UPK PNPM tidak memberikan pinjaman, jika dana tersebut tidak digunakan sebagai modal usaha.

Ketua UPK PNPM Kecamatan Rajeg Haji Hasan mengatakan, pada dasarnya UPK PNPM Kecamatan Rajeg tidak mempersulit pinjaman kepada warga, yang terpenting dana tersebut jelas peruntukannya, sebagai modal usaha, karena jika tidak dipergunakan untuk modal usaha dana tersebut akan menjadi habis dan tidak berkembang.

"Total dana awal Simpan Pinjam yg merupakan Dana Hibah secara akumulasi mulai dari tahun 2004 sampe thn 2014 sebesar Rp.1,5 milyar, dan saat ini dana tersebut sudah berkembang menjadi Rp.5 milyar dengan jumlah kelompok peminjam SPP sebanyak 365 kelompok dan dengan jumlah anggota sebanyak 4.726 orang. Hal ini berarti ada SHU sisa hasil usaha UPK yg ditambahkan untk modal sebesar Rp.3,5 milyar" Terang Haji Hasan, Ketua UPK Kecamatan Rajeg, kepada Detak Banten.com , Minggu (12/11).

Setiap tahun sambung Haji Hasan, UPK Kecamatan Rajeg juga mengalokasikan dari dana sisa hasil usaha (SHU) untuk santunan yatim/yatim piatu, kambing bergulir untk warga miskin yg tidak punya usaha serta bedah rumah bagi warga yg memiliki rumah tidak layak huni. UPK juga tiap akhir tahun memberikan reward atau penghargaan kepada Kelompok SPP terbaik (kelompok yang pengembaliannya tepat waktu) dengan memberikan hadiah berupa Kompor Gas, kipas angin, dispenser, magicom serta uang pembinaan yg besarnya 2% dari jasa pengembalian kelompok.

" Semoga UPK Kecamatan Rajeg terus berkembang, dan bisa melayani warga miskin, meski pada era Jokowi PNPM cenderung dipandang sebelah mata" Terangnya.

Perkembangan & keberhasilan UPK Rajeg telah dibuktikan juga dgn beberapa penghargaan yg diperoleh, baik dari Tingkat Kabupaten, Propinsi maupun Nasional. Tahun 2009 UPK Rajeg mendapat penghargaan sbgi UPK Terbaik tingkat Kab. Tangerang & Propinsi Banten, dan tahun 2011 mendapat penghargaan sebagai nominasi UPK terbaik tingkat Nasional. Rajeg.

Rate this item
(0 votes)
« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
Go to top