Warga Cilegon Berbondong-bondong Ikuti Rapid Test Drive Thru

Warga Cilegon berbondong-bondong antre mengikuti rapid test drive thru di Bonakarta Warga Cilegon berbondong-bondong antre mengikuti rapid test drive thru di Bonakarta

detakbanten.com Cilegon - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyelenggarakan rapid test drive thru di Lingkungan Bonakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Selasa (16/6). Hal itu dilakukan lantaran terus terjadi penambahan kasus Covid-19 setiap harinya, kemudian Dinkes Provinsi Banten telah menetapkan Kota Cilegon masuk ke zona orange. 

Pantauan dilapangan, warga Cilegon berbondong-bondong antre mengikuti rapid test tersebut. Ada yang menggunakan sepeda motor dan mobil. Petugas kesehatan langsung mengambil sampel darah dan para pengendara tak perlu turun.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cepat, pihaknya menggelar rapid test drive thru di Kota Cilegon. 

“Gugus Tugas Provinsi Banten bersama gugus tugas Kota Cilegon khususnya Dinas Kesehatan Provinsi bersama Dinas Kesehatan Kota Cilegon mengadakan rapid test drive thru ini dalam rangka melakukan screaning awal apakah orang-orang tersebut sudah terpapar apa belum virus yang ada,” kata Ati, Kamis (16/6).

Lebih lanjut Ati mengatakan jika nanti didapat hasil reaktif maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab PCR (Polymerase Chain Reaction). Agar tidak menularkan kepada masyarakat lainnya bagi yang mendapatkan hasil reaktif maka diimbau untuk melakukan isolasi mandiri atau karantina mandiri.

“Tentunya dalam jangka panjang kita berharap Covid-19 ini dapat segera dituntaskan. Mari kita bersama lawan covid,” harapnya.

Diketahui, rapid test drive thru yang digelar di Kota Cilegon ini berlangsung selama tiga sehari sejak Selasa (16/6) hingga Kamis (18/6). Pada kesempatan ini Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyediakan 3.000 alat rapid test, dibagi 3 sesi, per sesi itu disediakan 1.000 orang. "Untuk hari pertama tercatat lebih dari 800 orang yang telah mendaftarkan diri secara daring," pungkasnya. 

Salah seorang warga, Suwardi, mengatakan bahwa dia mengikuti rapid test atas inisiatif diri sendiri. Ia mengikuti rapid test lantaran di lingkungan rumahnya ada warga yang positif Corona.

"Karena memang di kompleks juga ada yang positif ya, jadi makanya antisipasi aja," kata Suwardi saat ditemui dilokasi. 

Suwardi bersama istrinya ikut rapid test untuk memastikan apakah ada indikasi dirinya terpapar virus Corona. Ia yang tinggal di komplek dekat RSUD Cilegon tersebut sudah antre sejak pagi tadi.

Warga lainnya, Budi yang mengikuti tes itu mengatakan, dirinya mengikuti tes tersebut karena khawatir terpapar Covid-19.

“Infonya dari temen, makanya saya datang ke sini buat ikutan. Khawatir juga si kalau kondisi kayak gini mah. Alhamdulillah gratis, daftar aja di website gitu,” kata Budi. 

Diketahui hasil kegiatan drive thru rapid test tersebut, dari 736 orang yang dilakukan rapid test, 735 orang non reaktif dan 1 dinyatakan reaktif.

Go to top