Grup 1 Kopassus Kibarkan Bendera Raksasa di Tugu Landmark Cilegon

Grup 1 Kopassus Kibarkan Bendera Raksasa di Tugu Landmark Cilegon
detakbanten.com CILEGON — Guna membangkitkan semangat kerakyatan masyarakat Kota Cilegon, Grup 1 Kopassus Serang (Batalyon 13) mengibarkan bendera raksasa sekaligus menghiasi Tugu Landmark yang merupakan kebanggaan masyarakat Kota Cilegon. 
 
Kegiatan berlangsung di Jl. Protokol Jendral Sudirman, Jumat (14 Agustus 2020). Nampak hadir jajaran Forkopimda Cilegon seperti Wali Kota Cilegon, Ketua DPRD, Dandim 0623, Kejari dan Kapolres Cilegon.
 
Komandan Batalyon 13 / Group 1 Kopassus, Mayor Inf. Romi Sakti Alamsyah mengatakan kegiatan tersebut untuk membangkitkan semangat kembali masyarakat dalam memasuki era adaptasi baru (new normal) yang telah membuat semua aktivitas nyaris terhenti akibat wabah Covid-19.
 
"Ini dalam rangka mengusung program pemerintah pusat bertema Indonesia maju," kata, Romi usai kegiatan, Jumat (14/8/2020).
 
Ia juga menyampaikan, Negara Indonesia adalah negara yang besar dan kuat sehingga momen ini di harapkan memberikan motivasi, semangat dan moril kepada masyarakat Kota Cilegon agar bersama-sama menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sehingga dapat menanggulangi penyebaran Virus Covid-19 yang lebih luas dengan semangat 45.
 
Tugu setinggi 25 meter itu, nampak terlihat indah dalam balutan hiasan bendera merah-putih yang di pasang oleh personel Kopassus dari Grup/1 Serang.
 
Personil Grup 1 ini bergelantungan di atas Tugu Landmark tepatnya di Simpang Tiga, Kota Cilegon, bukan tanpa alasan. Dengan berbekal tali, mereka bahu membahu memasang bendera di setiap tangkai tengaran itu untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia dan mendukung program Indonesia Maju yang digagas pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.
 
Lettu (Inf) Taufik yang mengomandoi kegiatan tersebut menuturkan, Pemerintah Kota Cilegon menyiapkan 400 meter, bendera merah putih untuk menghiasi Landmark yang dibangun di tengah jantung Kota Cilegon tersebut dengan delapan titik beserta kaki-kaki yang ditutup bendera.
 
“Karena ada 8 titik kita habis bisa mencapai 300-400 meter keseluruhan totalnya, Kita TNI Polri mendukung pemerintah. Tadi juga Forkopimda datang semua,” katanya.
 
Masih kata Taufiq, alasan lain pemasangan bendera tersebut adalah untuk memperlihatkan hari yang bersejarah dengan bangunan yang monumental bahwa negara Indonesia sedang merayakan Hari Kemerdekaannya di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai.
 

“Saat inikan masyarakat Indonesia sulit untuk merayakannya bersama, sehingga kita mencari momen-momen agar remaja saat ini tidak lupa akan kemerdekaan Indonesia. Ssehingga perlu ada sesuatu momentum yang bisa memperlihatkan bahwa ini adalah hari kemerdekaan Negara Indonesia,” tandasnya.

Go to top