Polisi Ralat Press Release ABG Serpong Utara Yang Tewas dicekoki Excimer dan diperkosa

Makam OR, gadis belia yang di cekoki excimer dan di perkosa. Jasad OR dilakukan autopsi oleh tim DVI Polri, Rabu (17/6/2020). Makam OR, gadis belia yang di cekoki excimer dan di perkosa. Jasad OR dilakukan autopsi oleh tim DVI Polri, Rabu (17/6/2020).
detakbanten.com TANGSEL - Polsek Pagedangan akhirnya meralat pers rilis kasus meninggalnya gadis belia asal Serpong Utara, Kota Tangsel, berinisial OR (16) yang di cekoki pil excimer dan di perkosa 7 pemuda di kawasan Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
 
Soal di ralatnya pers rilis tersebut, di ungkapkan oleh Kapolsek Pagedangan, AKP Efry setelah pihaknya mengamankan tersangka lain berinisial D. Tersangka D itu pun kemudian di konfrontir dengan tersangka lainnya yang lebih dulu diamankan polisi.
 
"Ternyata tidak ada yang namanya bayaran dari para pelaku atau para tersangka ini. Tidak ada, tidak ada bayaran," kata AKP Efry di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Tanjung Priang, Serpong Utara, lokasi jasad OR dilakukan autopsi, Rabu (17/6/2020).
 
Begitupun saat korban meminta pil excimer kepada para tersangka, Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono menjelaskan bahwa tersangka memberikan pil tersebut kepada korban.
 
"Bukan korban yang membawa (pil excimer), tapi para pelaku memberikan kepada korban. Walaupun tidak ada secara paksaan yah, tapi memang di minumkan kepada korban," ungkapnya.
 
Diketahui, pasca meninggalnya OR di kediamannya, kawasan Pondok Jagung, Serpong Utara, pada Kamis (11/6/) lalu. Dua hari kemudian, yakni pada tanggal 13/6, sejumlah pelaku diamankan polisi.
 
Berdasarkan pers rilis tertanggal 13/6/2020, kronologis kejadian berawal pada bulan April 2020, saat itu korban bersama tersangka Fikri Fadhilah berpacaran melalui media sosial Facebook. Kemudian pada tanggal 18 April 2020 sekitar pukul 01.00 WIB tersangka Fikri menjemput korban dan membawa korban kerumah tersangka Sudirman yang beralamat di RT 004, RW 004, Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
 
Sesampainya dirumah tersangka Sudirman, pelaku lainnya sudah ada di rumah Sudirman, dimana sebagian diluar rumah, dan sebagian lagi berada didalam rumah. Saat itu korban meminta pil kuning (Excimer) sebelum melakukan persetubuhan dan meminta uang Rp100 ribu kepada para tersangka untuk bisa menyetubuhinya.
 
Selanjutnya, atas permintaan tersebut Sudirman keluar untuk membeli pil Excimer dan kembali lagi setelah 20 menit dengan membawa 3 pil Excimer. Selanjutnya Fikri memberikan pil excimer itu kepada korban dan langsung diminum 3 pil sekaligus.
 
Setelah diminum pil tersebut, korban terlihat ngelantur dan mabuk, dan kemudian para tersangka menyetubuhi korban dengan memberikan uang Rp100 ribu kepada korban.
 
Atas kejadian itu korban mengalami sakit, dan pada tanggal 26 Mei 2020 korban dibawa ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong. Dan diambil paksa oleh keluarganya pada tanggal 9 Juni 2020 ketika kondisi korban masih sakit untuk dirawat dirumah, lalu pada tanggal 11 Juni 2020 korban menghembuskan nafas terakhir nya dirumahnya.
 
OR sempat mengalami pemerkosaan sebanyak 2 kali oleh para tersangka. Aksi yang dilakukan para tersangka terjadi pada tanggal 10 April 2020. Saat itu, korban di perkosa 8 orang. Kemudian, pada 18 April 2020, korban mengalami hal serupa. ABG putus sekolah itu di perkosa 7 orang.
 
Bahkan, dari keterangan polisi, jumlah tersangka kini bertambah menjadi 8 orang. Satu diantaranya merupakan seorang mediator damai berinisial S alias K. Meski begitu, polisi tidak menyebutkan lebih rinci peran mediator tersebut dalam kasus meninggalnya OR.
 
Dalam kasus pemerkosaan itu, polisi kini telah menetapkan 6 orang tersangka. Mereka masing-masing Fikri Fadhilah alias Cedem, Sudirman alias Jisung, Denis Endrian alias Boby dan Anjayeni alias Anjay dan tersangka lain berinisial D dan S alias K. Tersangka lain yang identitasnya kini sudah dikantongi kepolisian, dinyatakan masih dalam pencarian. 
Go to top