Kehadiran Muhamad dan Saras Dalam Reses Anggota DPR RI, Bawaslu: Intinya Kita kaji dulu

Muhamad dan ST Ananta Wahana saat di acara reses ST Ananta Wahana anggota DPR RI di Tangsel, Minggu (26/7/2020). (ft by wag TB) Muhamad dan ST Ananta Wahana saat di acara reses ST Ananta Wahana anggota DPR RI di Tangsel, Minggu (26/7/2020). (ft by wag TB)
detakbanten.com TANGSEL - Pasangan bakal calon Walikota dan wakil walikota Tangsel yang diusung oleh PDIP dan Gerindra Muhamad dan Rahayu Saraswati hadir dalam acara kunjungan reses anggota DPR RI ST Ananta Wahana, SH, dapil Banten III di salahsatu rumah makan di Tangsel, Minggu (26/7/2020).
Kehadiran paslon Muhamad dan Saras pada acara reses tersebut menjadi perbincangan di berbagai WAG di Tangsel. Kebanyakkan mereka menyayangkan kepatutan Muhamad sebagai ASN aktif hadir dan sebagai bakal paslon diduga sebagai "kampanye terselubung" memanfaatkan reses sebagai ajang memperkenalkan diri sebagai bakal paslon di pilkada Tangsel.
Pengamat politik dan kebijakan Publik Adib Miftahul mengatakan, acara Reses bertujuan untuk menggali aspirasi dari masyarakat dan sudah dianggarkan oleh negara untuk para anggota dewan baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten /Kota. 
Meskipun belum masuk dalam tahapan penetapan oleh KPU, namun kepatutan sebagai bakal paslon dan Muhamad yang masih aktif sebagai ASN akan membuat perhatian publik.
"Patut disayangkan ketika ada acara menggali informasi dan masukan dari masyarakat ada sebuah kegiatan terselubung, yaitu kegiatan politik," ujar Adib yang juga  Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), kepada awak media, Minggu (26/7/2020).
Menurut Adib, reses yang dibiayai negara sudah sepatutnya steril dari kepentingan atau tujuan utama. namun ketika ada sisipan kegiatan paslon, kepatutannya dipertanyakan.
"Ketika ada kegiatan selain dari kepentingan reses, sama saja negara "membiayai" kegiatan paslon untuk kampanye, patut ga ya," terangnya.
Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Tangsel, Slamet Sentosa ketika dikonfirmasi masalah kehadiran bakal paslon Muhamad dan Rahayu Saraswati di reses anggota DPR RI ST Ananta Wahana, mengatakan, Bawaslu Tangsel akan mengkaji terlebih dahulu.
"Nanti kita kaji dulu, itu acara resesnya Ananta kalau dilihat dari spanduknya, Intinya kita kaji dulu, biar jelas obyeknya. Karena itu acara orang lain yang bukan paslon," ujarnya kepada detakbanten.com saat dihubungi via seluler, Minggu (26/7/2020).
Terkait kemungkinan adanya dugaan kampanye tersebung dalam kegiatan tersebut, Slamet menjelaskan kalau istilah kampanye belum ada karena belum ditetapkan oleh KPU. namun pihaknya tetap akan mempelajari dulu.
"Belum ada kampanye, kalau belum ada calon yang ditetapkan. Ini perlu didalami dulu kalau kaya gini," jelasnya.
Slamet juga menjelaskan, setelah dikaji dan memang ditemukan adanya indikasi pelanggaran maka Bawaslu akan memanggil bakal paslon Muhamad dan Saras untuk mengklarifikasi kehadiran mereka dalam reses tersebut.
"Kita liat dulu obyeknya, penentuan panggil dan tidak panggil itu nanti setelah dikaji dan dapat kesimpulan." pungkasnya.
Sementara Muhamad saat dihubungi via seluler hingga berita ini ditayang belum membalas konfirmasi terkait keberadaan dirinya dan saras sebagai bakal paslon di pilkada Tangsel. 
Go to top