Saraswati Yakin Dapat No 1 Pertanda Menjadi Pemimpin "Tangsel Untuk Semua"

Saraswati Yakin Dapat No 1 Pertanda Menjadi Pemimpin "Tangsel Untuk Semua"

detakbanten.com TANGSEL - Bagi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, pilkada - dengan segala tahapannya - adalah bagian dari proses pendidikan, dalam hal ini, pendidikan politik.

Berbicara tentang pendidikan, langsung mengingatkan Saraswati pada sosok Bapak Pendidikan, Ki Hadjar Dewantara, yang mengidealkan pemimpin itu harus mempunyai karakter:
Ing Ngarsa Sung Tuladha
Ing Madya Mangun Karsa
Tut Wuri Handayani

Di depan, harus bisa memberi teladan, menjadi suri teladan. Panutan. Di tengah, harus mampu membangun semangat dan kemauan. Dan, dari belakang harus sanggup memberi dukungan.

Jadi, mau mendapatkan nomor urut 1 (depan), 2 (tengah), atau 3 (belakang) sama saja, harus menjadi (calon) pemimpin "Tangsel untuk Semua" warganya, tanpa membeda-bedakan. Adil. "Harus menjadi pemimpin Tangsel yang bisa memberi dan menjadi teladan, mampu membangkitkan semangat dan kemauan warganya, dan tak henti mendukung warganya untuk terus bersama-sama, bergotong royong mewujudkan Tangsel yang sejahtera warganya,  yang elok kotanya, dan luhur budi pekertinya."

Pemimpin yang pantas menjadi teladan itu adalah pemimpin yang nyata pengabdiannya, yang transparan dan akuntabel dalam menjalankan kepemimpinannya. "Hanya pemimpin bersih, jujur dan amanah yang mau dan mampu melakukan hal itu," tegasnya.

Dan, ketika pasangan Muhamad - Saraswati mendapatkan nomor urut 1, Saraswati mengembangkan senyumnya, dan berujar singkat, "Puji Tuhan, alhamdulillah. Mohon doa dan dukungannya. "

Berkaitan dengan ketidakhadiran Babeh H Muhamad dalam acara pengambilan nomor urut calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, menurut Mpok Saraswati, dikarenakan Babeh Haji Muhamad harus beristirahat, setelah menjalani berbagai aktivitas temu warga yang sangat padat.

"Beliau keletihan. Harus beristirahat sejenak untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya. Karenanya, beliau memberi surat kuasa kepada Saudara Wanto Sugito, Ketua DPC PDI Perjuangan Tangerang Selatan, untuk menghadiri undangan KPUD Tangsel bersama saya," papar Saraswati.

"Intinya, kami ingin beliau betul-betul sehat dan kembali bugar seperti sedia kala, agar bisa segera beraktivitas kembali, menyapa warga Tangsel. Karenanya, beliau butuh waktu beberapa hari lagi untuk istirahat yang cukup," lanjut Saraswati.

Saat ditanya, apakah ketidakhadiran Babeh Haji Muhamad karena terkena atau terdampak covid19 atau tidak, Saraswati memperlihatkan bukti hasil tes beberapa hari lalu yang menyebutkan hasil "negatif".  "Babeh baik-baik saja, hasil tesnya negatif," ujar Mpok Saraswati.

Lebih lanjut, Saraswati mengatakan, "Daripada kita berpraduga yang tidak-tidak, lebih baik kita saling mendoakan agar semuanya diberi kekuatan dan kesehatan, sehingga bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Kita doakan seluruh warga Indonesia, dan seluruh warga Tangsel diberi kesehatan dan kekuatan, dan pandemi ini bisa ditangani dengan baik, agar angka penderita semakin berkurang, dan penderita bisa ditangani dengan baik serta disembuhkan."

Karenanya, lanjut Saraswati lagi, "Mari sama-sama tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker; mencuci tangan dengan air yang mengalir, menggunakan sabun atau hand sanitizer; menjaga jarak; dan sebisa mungkin, menghindari kerumunan. Kita berdoa bersama-sama agar pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran covid-19."

Untuk mengurangi risiko penyebaran itu pula, Saraswati sudah mengadakan program "berZOOMpa". Mengajak warga bertatap muka melalui media daring.

Go to top