Penolakan UU Omnibus law di Serang Rusuh, Inilah Data Korban

Penolakan UU Omnibus law di Serang Rusuh, Inilah Data Korban

detakbanten.com SERANG,- Aksi demontrasi Penolakan UU Omnibus law Aliansi Mahasiswa Geger Banten yang berakhir kerusuhan yang dilakukan di depan Kampus UIN Banten pada Selasa malam (7/10) kemarin, mengakibatkan
beberapa mahasiswa terluka parah.

Beberapa mahasiswa tersebut diantaranya mengalami luka sobek di kepala dan luka pelipis, gangguan pernapasan akibat tembakan gas air mata.

“Dua yang terluka lainnya diindikasi terkena batu dan terkena gas air mata yang selongsongnya besi karena kami menemukan gas air mata yang selongsongnya besi yang ditembakan secara lurus,” kata Humas Aliansi Mahasiswa Geger Banten, Arman saat ditemui di kampus Untirta, Rabu 7/10/2029.

Untuk diketahui, sebelum terjadinya bentrok antaramahasiswa dan kepolisian, aksi unjukrasa berjalan kondusif. Menurut keterangan Arman, sekitar pukul 14:30 pihaknya mengumpulkan massa aksi, kemudian pukul 16:00 massa aksi menyampaikan aspirasi penolakan UU Omnibuslaw, lalu bentrokan terjadi pukul 18:45, kemudian mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geger Banten Masuk kedalam Kampus UIN Banten untuk berlindung.

“Sekitar setelah magrib kita langsung evakuasi kedalam kawan kawan yang terluka melakukan pengobatan sementara, mengorganisir kawan kawan yang harus ke rumah sakit,” tuturnya.

Berikut Rilis data korban yang dikeluarkan Humas Aliansi Mahasiswa Geger Banten

Jumlah korban luka ringan : lebih dari 20 orang

Jumlah korban luka berat : 4 orang

- Ade Riyad (Presma UIN) : dikembalikan kepada massa aksi setelah mengalami sesak nafas akibat ditangkap dan diintimidasi oleh aparat kepolisian.

- Pian (Anggota KUMALA Cab. Serang) : Luka-luka akibat terkena lontaran gas air mata. Kemudian dibawa ke rumah sakit.

- Rizal (Anggota SMGI Kom. UIN Banten) : mengalami geger otak dan luka-luka disekitaran pelipis dan mata akibat lontaran gas air mata, setelah di bawa ke rumah sakit Drajat Serang korban diperiksa scanning otak, dan diindikasikan mengalami geger otak.

- Faishal (Anggota SEMPRO Komite UNTIRTA) : terkena lontaran gas air mata yang dilesatkan melintasi atas kepala korban. Korban mengalami luka disekitaran kepala, kemudian dilarikan ke RS. Sari Asih Serang dijahit sebanyak 8 jahitan di kepala.

Kurang lebih 5 orang masa aksi diamankan polisi. Selain diamankan, massa aksi juga terlihat mendapatkan tindakan represifitas dari aparat kepolisian, seperti tendangan, kepala diinjek, pukulan, dan diseret.

 

 

Go to top