Menyambut Hari Santri, Rahayu Saraswati Ngobrol Bareng Gus Irfan Yusuf Hasyim Seputar Dunia Pesantren dan Pendiri NU

Menyambut Hari Santri, Rahayu Saraswati Ngobrol Bareng Gus Irfan Yusuf Hasyim Seputar Dunia Pesantren dan Pendiri NU

detakbanten.com Menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober 2020, calon wakil wali kota Tangsel nomor urut 1 Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menggali lebih dalam peran Pendiri NU, KH Hasyim Asyari dan dunia pesantren.

Pada acara Let’s Talk with Sara, Rahayu Saraswati ngobrol bareng seorang tokoh NU, Gus Irfan Yusuf Hasyim yang merupakan cucu dari KH Hasyim Asyari.

Gus Irfan mengatakan bahwa KH Hasyim Asyari dan dunia pesantren terlibat aktif dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

"Tahun 30an, Indonesia masih dijajah Belanda, tapi KH Hasyim Asyari waktu itu sudah memerintahkan para santrinya baik di Pesantren Tebuireng dan juga di pesantren lain untuk berlatih bernyanyi lagu Indonesia Raya, yang saat itu dilarang oleh Belanda," kata Gus Irfan yang kini mengasuh Pesantren Al-Faros Tebuireng Jombang Jawa Timur.

Terkait tema Hari Santri Nasional 2020 "Santri Sehat, Indonesia Kuat" Rahayu Saraswati juga bertanya kondisi pesantren di tengah pandemi Covid-19.

“Pesantren sudah mulai berjalan kembali. Itu pun belum seratus persen karena sifatnya pilihan. Kalau orang tua mau, monggo," jawab Gus Irfan menanggapi pertanyaan Saraswati soal santri-santri yang dirumahkan karena adanya pandemi Covid-19.

“Kalau mau kembali lagi ke pesantren, ada tahap karantina dulu selama dua minggu, kemudian melakukan rapid test, barulah masuk asrama,” tambah Gus Irfan yang juga wakil ketua lembaga ekonomi PBNU.

Gus Irfan juga mengatakan, ada sebanyak kira-kira 500 santri setiap tahunnya yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti ke perguruan tinggi di luar pesantren.

Menanggapi hal tersebut Saraswati mengatakan banyak anak Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun terbatasnya daya tampung yang dimiliki sekolah-sekolah atau perguruan tinggi tersebut membuat banyak anak tidak bisa melanjutkan pendidikan mereka.

“Ini juga saya alami di lapangan, banyak anak-anak kita ini sebenarnya mau melanjutkan ke jenjang berikutnya, tapi karena daya tampungnya tidak memadai, akhirnya mereka tersingkir,” kata Saraswati.

Menutup acara Let’s Talk with Sara kali ini, Gus Irfan menyampaikan anak muda harus banyak belajar, terutama di masa sulit seperti pandemi ini.

“Anak-anak muda, belajarlah. Belajar setinggi mungkin, belajar tidak selalu harus formal. Kita bisa belajar dari masyarakat, saya juga belajar dari Sara. Belajar itu tidak berhenti setelah lulus SMA.” pungkas Gus Irfan.

Saksikan obrolan menarik Rahayu Saraswati Bersama Gus Irfan selengkapnya di Channel Youtube Let’s Talk With Sara.

Go to top