Aksi Turun ke Jalan Kumala PW Serang Menilai, 42 Bulan Kepemimpinan WH-Andika Cuma Janji Palsu

Aksi Turun ke Jalan Kumala PW Serang Menilai, 42 Bulan Kepemimpinan WH-Andika Cuma Janji Palsu

detakbanten.comSERANG,-Sikapi 42 bulan kepemimpinan WH-Andika, KUMALA PW SERANG Aksi turun Ke Jalan, dalam aksinya, mereka menuntut 4 tuntutan dan menganggap kepemimpinan Gubernur banten serta Wakilnya hanya berikan janji janji Palsu pada masyarakat Banten.

Dari 4 Tuntan Mereka yaitu diantaranya;
1. Evaluasi janji politik WH-Andika
2. Alokasikan anggaran covid untuk kebutuhan masyarakat
3. Ciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal Banten
4. Kurangi tenaga kerja asing di Banten.
yang menurut mereka, 42 Bulan aprovinsi Banten dipimpim oleh Wahidin Halim (WH) serta Wakilnya Andika Hazrumi, seharusnya sudah dapat mandiri, karna di topang oleh Visi-Misi nya, namun, dibalik itu ternyata, hanya omong kosong belaka

"Artinya, dia (WH-Andika) hanya meningkatkan citra wajahnya yang sok alim, tapi kemudian secara kepemimpinannya itu cacat,"kata Kordinator aksi Misbah, oada awak media di sela sela aksinya, di Perempatan Lampu Merah Boru, Kota Serang, Senin, 26/10/2020.

Misbah menjelaskan, dari kualitas masalah pendidikan, Pemprov Banten yang katanya akan membangun 168 tambahan kelas fisik baru 2016 tambahan ruangan kelas tingkat SMA dan SMK, Masalah JPS yang hingga kini masih belum ada kejelasan.

"Masalah kualitas pendidikan, masalah JPS pemprov banten, ini patut juga di pertanyakan, karna hari ini masyarakat sangat membutuhkan JPS itu, kalaupun hari ini di katakan masih polemik, artinya pemprov ini gagal, dalam masalah masalah kebutuhan masyarakat banten,"ungkapnya.

Kemudian Misbah melanjutkan, masalah lainnya yaitu pengangguran,
42 bulan ini, kalau bicara pengagguran ini harus ada penanganannnya, namun sejak tahun 2018 sampai tahun 2020 ini, Pemprov Banten tidak lagi mensriuskan pada persoalan itu.

"Masalah pengangguran ini, menurut data bps, dari 2018 hingga 2020 banten ini belum bisa memberikan solusi untuk masyarakatnya terkait penanganan masalah pengangguran,"cetusnya.

Bahkan, tambah Misbah, maraknya tenaga kerja asing yang tidak bisa di filter oleh pemprov Banten, menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Banten.

"Kemudian, kurangnya pengawasan serta fikter yang di lakukan terhadap tenaga asing di banten ini juga nenhadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran, karna ini membuat keterhambatan penyerapan tenaga kerja lokal."tandasnya.

Go to top