Peluang Benyamin Menangkan Pilkada Lebih Tinggi Dari Muhamad dan Azizah

Peluang Benyamin Menangkan Pilkada Lebih Tinggi Dari Muhamad dan Azizah

detakbanten.com, TANGSEL - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, peningkatan elektabilitas calon kepala daerah secara signifikan hanya dalam kurun dua bulan secara teori sulit dilakukan.

Menurutnya, peningkatan elektabilitas di masa kampanye, atau ketika jeda sebelum waktu pemilihan, cukup sulit terjadi. Dalam sajian data yang dikeluarkan Indikator, terjadi peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan, yakni hampir mencapai 20 persen, untuk Muhamad.

Jika pada periode Agustus 2020 elektabilitas Muhamad baru menyentuh 18,1 persen, memasuki pertengahan November naik menjadi 36,2 persen. Artinya, ada kenaikan hingga 18,1 persen dalam rentang kurang dari dua bulan.

“Secara teori, kenaikan elektabilitas dalam masa kampanye, sangat sulit dilakukan,” kata Dedi saat dimintai pendapat, Sabtu (21/11/2020).

Dedi menyatakan, peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis akan terjadi pada dua momen. Pertama yakni saat penentuan kandidat, yakni ketika ada tokoh berpengaruh yang semula akan ikut bertarung, lalu gagal daftar dan mengalihkan dukungan. Kedua pada waktu pemilihan.

“Ini banyak faktor, selain semakin gencar kampanye, juga karena ada staregi pamungkas, entah karena janji-janji politik atau hal lainnya,” ujarnya.

Karenanya, Dedi meragukan terjadi peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis ketika masih berada di masa kampanye.

Apalagi selama pandemi Covid-19 gerak kampanye kandidat dibatasi, salah satunya dengan pembatasan jumlah massa yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020.

“Kalau masih di masa kampanye, peningkatan drastis sulit terjadi. Jadi ini adalah anomali,” pungkasnya.

Sementara Direktur Riset Kantor Konsultan Politik Konsepindo, Sapraji menyatakan, salip menyalip sebelum waktu pencoblosan adalah hal biasa dalam pilkada, tetapi biasanya terjadi pada kontestan yang sama-sama kuat.

Dalam hal disalipnya pasangan Benyamin - Pilar oleh Muhamad - Saras, Ia menilai hal itu cukup mengejutkan, jadi wajar kalau menjadi perbincangan.

Sapraji menyampaikan, lembaga survei Konsepindo Research and Consulting telah beberapa kali menyelenggarakan survei Pilkada Tangsel, namun tidak mendeteksi adanya stagnansi pada pasangan Benpilar.
Dalam survei lembaganya, Benpilar juga tidak pernah mengalami penurunan elektabilitas tapi memang kenaikannya lamban karena posisinya elektabilitasnya sudah cukup tinggi.

"Pasangan Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan elektabilitasnya sudah di atas angka 40 persenan, sementara Muhamad - Saras masih di angka 20 persenan lebih. Selisih kedua paalon masih di atas 10 persenan. Kita akan turun lagi survei akhir November ini," ujarnya saat ditemui di kantornya di kawasan BSD City.

Mengenai ramainya pembahasan hasil survei Indikator itu, ia menilai hal demikian sebagai seuatu yang wajar.

Kalau melihat data tracking Indikator yang dipublikasikan kemarin, jelas sekali terlihat sebenarnya baru pada awal November 2020, Muhamad menyalip Benyamin, itupun dinyatakan masih dalam arsir margin error.

Nyata terlihat datanya, kalau elektabilitas Muhamad sebelumnya selalu kalah. Sapraji menyesalkan tidak dipublisnya data perkembangan popularitas para kandidat.

Menurutnya itu penting karena dari data Indikator yang beredar, pada survei akhir Juli sampai awal Agustus, popularitas Muhamad masih dibawah 50 persen.

Tidak ada data di survei Agustus, Okober, November seberapa dikenal dan disukai Muhamad, apakah menyalip Benyamin juga.

Sapraji sendiri berpendapat, di ujung pertarungan akan terjadi kontestasi yang seru. Ibarat mesin yang sudah panas, di ujung akan saling meraung. Mesin yang pengalaman akan menang.

"Nah mesin Benyamin ini cukup berpengalaman ikut balap pilkada. Pilkada sekarang ini adalah kali ketiga buatnya, dua pilkada sebekumnya, Benyamin selalu unggul. Ia adalah wakilnya Airin Rachmi Diany. Melihat hal ini, peluang Benyamin memenangkan pilkada lebih tinggi dari Muhamad dan Azizah" pungkasnya.

Go to top