Salah seorang pemilik warung di sekitar, Embay (50) mengatakan bahwa jalur tersebut telah mengalami longsor sebanyak tiga kali.
"Setiap air sungai meluap, pasti longsor. Padahal sudah dipasang tembok," katanya, Senin (11/01).
Menurut Embay, sungai tersebut kerap digunakan warga untuk mandi dan mencuci. Namun, sejak terjadi longsor pertama, sudah tidak digunakan.
"Sudah lama tidak dipakai lagi. Sewaktu longsor untungnya tidak ada anak-anak yang berenang," ujarnya.
Hal serupa dikatakan Eti warga sekitar. Kondisi tersebut membuat khawatir warga. Karena itu, Ia berharap pihak pengelola perumahan segera mengatasi Hal itu.
"Harusnya pengelola perumahan khawatir kalau dibiarkan bisa melebar longsornya," ungkapnya.
