Bisa Jadi Contoh OPD maupun Lembaga Lain, DPRD Tangsel Resmi Miliki Bank Sampah

Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid di dampingi Sekretaris DPRD Wahyudi Leksono saat peragakan penimbangan sampah plastik di halaman DPRD Kota Tangsel. Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid di dampingi Sekretaris DPRD Wahyudi Leksono saat peragakan penimbangan sampah plastik di halaman DPRD Kota Tangsel.

detakbanten.com, TANGSEL-Kantor DPRD Kota Tangsel, kini resmi memiliki bank sampah. Peresmian bank sampah di kantor legislator Tangsel itu, dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid, di dampingi Sekretaris DPRD Wahyudi Leksono dan sejumlah pejabat terkait lainnya yang ada di DPRD Kota Tangsel.

Menurut Abdul Rasyid, ide membentuk bank sampah di gedung DPRD Kota Tangsel, sudah lama di adakan. Namun karena berbagai hal, seperti masalah pandemi Covid, pembentukan dan peresmian bank sampah di kantor legislator akhirnya bisa terwujud.

"Sampah di kota Tangsel, termasuk sampah plastik, saat ini menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Nah, bank sampah yang kita bentuk ini fungsinya untuk mengurangi debit sampah yang ada di Tangsel," kata Ocil, sapaan Abdul Rasyid di DPRD Kota Tangsel, Senin (13/6/2022).

Ocil jelaskan, dari 300 lebih bank sampah yang tersebar di Kota Tangsel, saat ini salahsatunya ada di gedung DPRD Kota Tangsel. Sebagai salah satu lembaga, DPRD juga harus memberikan contoh dan inspirasi kepada lembaga-lembaga lain yang ada di Tangsel untuk segera mendirikan bank sampah.

"Kalau OPD kita belum tau berapa jumlah bank sampahnya. Kita belum punya data, minimal dengan adanya bank sampah di DPRD, bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi lembaga lain," ungkapnya.

Bank sampah yang ada di DPRD Kota Tangsel, tidak hanya di peruntukan bagi semua pegawai saja. Warga di area gedung DPRD juga dapat menyetorkan sampah-sampahnya bank sampah yang ada di DPRD Tangsel sebelum di buang langsung ke TPA.

"Persoalan sampah ini menjadi menjadi tanggung jawab kita bersama. Jadi kita saat ini coba memulai, sampah dari pegawai maupun masyarakat sekitar sini bisa di setor di bank sampah DPRD. Mudah-mudahan keberadaannya dapat mengurangi besaran sampah yang ada," beber Ocil.

Ocil bilang, sampah jika dikelola dengan baik akan dapat bernilai ekonomis. Sedangkan untuk bank sampah yang ada di DPRD Kota Tangsel, akan di kelola oleh pegawai yang sudah di tugaskan untuk menangani sampah.

"Setiap hari Jumat, masyarakat yang ingin menabung sampah seperti kardus, kemasan air minum dan lain-lainnya ini, akan dilayani pegawai disini," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ocil juga sempat memberikan buku tabungan, timbangan, dan sejumlah perlengkapan lain untuk kebutuhan operasional bank sampah di DPRD Kota Tangsel.

Sekretaris DPRD Kota Tangsel Wahyudi Leksono mengungkapkan, bank sampah yang baru saja di resmikan ini, merupakan terobosan baru DPRD Tangsel untuk andil dalam upaya mengendalikan sampah.

"Ini bentuk kepedulian sekretariat dewan dalam mengurangi jumlah sampah di Tangsel. Secara bertahap, kita akan mengubah makanan dan minuman berbahan plastik, agar bisa menggunakan kertas. Dan yang biasa memakai minuman kemasan, akan menggunakan gelas," pungkasnya.

 

 

Go to top