Jangan Politisasi Dana Hibah

Jangan Politisasi Dana Hibah

Detakbanten.com Cilegon - Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar tidak mempolitisasi dana hibah untuk kepentingan tim sukses (timses).

Pasalnya dana hibah sendiri ada di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sedangkan kenaikan anggaran untuk Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon naik hingga 35 persen. Sehingga, proyeksi anggaran untuk Setda Kota Cilegon sebesar Rp 139,17 miliar.

“Kenaikan anggaran Setda ini baru kali ini yang naik, yang melonjak. Rupanya yang naik ini soal hibah,” ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Hasbi berharap jangan sampai anggaran yang direncanakan malah tidak mensejahterakan masyarakat Cilegon.

“Kita tidak ber-suudzon (berprasangka buruk), tapi dalam jawaban Walikota tadi, ada honor, ada hibah. Seperti hibah, yang penting by name, by address dan itu sudah terdaftar setahun sebelumnya. Saya kira kita DPRD, tidak mempermasalahkan itu semua asal sesuai aturan,” tuturnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan penyaluran dana hibah tidak boleh berulang dan tidak boleh atas nama tim sukses karena itu menciderai rasa keadilan.

"Jangan dipolitisasi karena hibah bukan untuk dipolitisasi. Karena khawatir ada hal-hal yang kurang berkenan kan banyak contohnya gara-gara hibah yang dipolitisasi sehingga ada aturan yang dilanggar seolah ada tapi fiktif segala macam karena dipolitisasi," tandasnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian
mengatakan kenaikan yang signifikan pada Setda Pemkot Cilegon pada tahun 2022, karenanya adanya alokasi Hibah untuk Masjid, Musholla, kenaikan guru honorer madrasah.

"Pada sekretariat daerah, terdapat alokasi penambahan anggaran hibah untuk kenaikan honor guru madrasah serta bantuan operasional masjid, sehingga terdapat kenaikan anggaran dibandingkan tahun sebelumnya," tutupnya. (man)

 

 

Go to top