Mayoritas Kecelakaan di Cilegon Terjadi di JLS

Kecelakaan terjadi di JLS Kota Cilegon beberapa waktu lalu. Kecelakaan terjadi di JLS Kota Cilegon beberapa waktu lalu.

Detakbanten.com, CILEGON - Tingginya angka kecelakaan lalulintas (laka lantas) di Kota Cilegon didominasi peristiwa yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) atau di Jalan Aat-Rusli Kota Cilegon.

Kasatlantas Polres Cilegon AKP Yusuf Dwi Atmodjo melalui Kanit Laka Lantas Polres Cilegon Ipda Muhyiddin menyatakan tingginya kecelakaan lalu lintas di Kota Cilegon mayoritas terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon karena kondisi jalannya yang rusak dan ada tanjakan yang curam.

Selain itu, Muhyiddin menjelaskan, berbagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas ini, karena perilaku berkendara anak muda yang tidak menjaga keamanan dan keselamatan selama berada di jalan raya sehingga terjadi kecelakaan.

Kemudian harga DP (Down Payment) motor murah memudahkan remaja mengendarai motor sementara keterampilan dalam berkendara tidak dipahami. Selain itu penyebab kecelakaan yaitu, adanya tumpahan pasir yang diangkut oleh truk overload sehingga membuat jalan menjadi licin sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Jadi bukan karena human eror atau kendaraan tidak layak sehingga terjadi kecelakaan. Tapi, karena faktor pemahaman remaja inilah yang belum dikuasai mereka dalam berkendara serta tambahan pasir yang diangkut oleh truk overload,” katanya, Rabu (6/7/2022).

Selain kecelakaan roda dua, sambung Muhyiddin yang mendominasi yaitu ada 13 kecelakaan yang melibatkan truk selama Januari hingga Juni di 2022. Sedangkan di 2021 sebanyak 19 kejadian.

“Tingginya kecelakaan truk ini karena kendaraan yang mengangkut terlalu overload sehingga laju kendaraan menjadi terhambat. Kemudian 40 persen kecelakaan sendiri sering terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), kalau di jalur lain paling 5 persen,” pungkasnya.

Kemudian selain JLS mendominasi peristiwa kecelakaan terbanyak, saat ini juga laka lantas didominasi oleh remaja di usia produktif.

“Sejak Januari hingga Juni 2022 untuk kecelakaan sepeda motor saja sudah mencapai 74 kasus kecelakaan. Sedangkan di Januari hingga Desember 2021 mencapai 145 kasus kecelakaan,” tutup Ipda Muhyiddin. (man)

 

 

Go to top