Gubernur Andra Soni Resmikan Tujuh Daerah Irigas

detakbanten.com BANTEN - Di usianya yang belum genap dua tahun memimpin, Gubernur Banten Andra Soni meresmikan tujuh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di empat wilayah sentral lumbung pangan. Peresmian ini merupakan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, peningkatan produktivitas petani serta peningkatan kesejahteraan petani.

Tujuh Daerah Irigasi tersebut meliputi di Kabupaten Pandeglang, yakni DI Cisata, Cilember, dan Cisangu Atas. Kemudian, di Kabupaten Lebak DI Cibinuangeun dan Cikoncang. Lalu, di Kabupaten Serang ada DI Ciwuni, serta di Kabupaten Tangerang ada DI Cilampek. Total panjang penanganan 6,90 kilometer dan outcome layanan 881,28 hektare sawah yang terairi dengan nilai pekerjaan mencapai Rp48,91 miliar dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.

Peresmian dilakukan terpusat di DI Cisata, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Rabu (2/9/2026). Sementara, enam lainnya mengikuti secara virtual yang dihadiri oleh kepala daerah masing-masing.

Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, peresmian irigasi pada hari ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menghadirkan layanan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya bagi para petani.

"Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Selain itu, melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025 untuk mendukung swasembada pangan di Provinsi Banten, dukungan APBN menjangkau 12 DI dengan panjang penanganan sekitar 81,80 kilometer dan luas layanan 9.259 hektare dengan pagu anggaran mencapai Rp471,92 miliar.

Melalui kolaborasi itu, kata Gubernur Banten, luas layanan irigasi meningkat dari sebelumnya 52,5 persen menjadi 62,45 persen. Ke depan, tentu program itu akan terus dikerjakan secara bertahap agar dapat terus mendukung program ketahanan pangan di Provinsi Banten. Termasuk penanganan di wilayah hulu agar stok air yang mengalir di irigasi terus terjaga dengan baik.

"Kalau irigasinya sudah baik, tinggal kita tangani di wilayah hulunya. Sehingga ketika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, stok air ke persawahan tetap mengalir dan petani bisa terus meningkatkan produktivitasnya," jelasnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, Andra Soni akan memperluas program pertanian Modern Advanced Agricultural System (MAAS) Kementerian Pertanian di Provinsi Banten. Melalui sistem itu, produktivitas hasil petani akan meningkat dari semula hanya sekitar 6 ton per hektare menjadi 12 ton per hektare.

"Lahan persawahan kita lindungi, saluran irigasi kita perbaiki, wilayah hulu kita tata, harga pupuk dan padi kita jaga, produktivitas kita tingkatkan dan petani akan semakin sejahtera. Itulah komitmen kami," tegas Andra Soni.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menyapa sejumlah petani, baik yang berada di lokasi maupun yang mengikuti secara virtual. Termasuk memberikan bantuan beberapa peralatan pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) Telaga Baru.

Anggota Poktan Telaga Baru Aprudin (55) mengaku sangat terbantu dengan program revitalisasi saluran irigasi yang digagas oleh Gubernur Banten Andra Soni. Menurutnya, saluran irigasi Cisata itu mempunyai peranan yang sangat vital dalam menunjang pertanian masyarakat.

"Dulu irigasi ini kurang berfungsi secara baik, sehingga yang mengalir ke sawah juga sedikit," katanya.

Karena persoalan itu, para petani di sini hanya mampu mengandalkan air hujan. Ketika hujan turun, baru mulai tanam. Itu pun tidak maksimal karena cadangan airnya kurang.

"Ya, kita di sini untung-untungan. Kalau airnya lagi bagus bisa panen, tapi kalau kurang apalagi sampai kemarau kayak gini ya gagal," imbuhnya.

Hal serupa juga dikatakan Ubeh (55). Rekan Aprudin itu mengaku dalam sekali panen para petani di sini maksimal dapat sekitar 6 kuintal setiap petak sawahnya. Oleh karena itu, dirinya sangat menyambut baik adanya revitalisasi saluran irigasi Cisata ini.

"Kalau sebelumnya kita hanya bisa sampai dua kali panen, tahun ini mah bisa sampai tiga kali panen dengan produktivitas yang lebih baik," katanya.

Poktan Telaga Baru sendiri yang berjumlah sekitar 54 anggota siap menyukseskan segala program pemerintah, termasuk modernisasi metode pertanian yang digagas Bapak Gubernur Banten Andra Soni.

"Kita dukung program Pak Gubernur untuk modernisasi metode pertanian, apalagi itu untuk kebaikan petani," paparnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan, atas arahan dari Gubernur Andra Soni dirinya berkomitmen terus memperkuat jaringan irigasi di Provinsi Banten termasuk penataan di wilayah hulunya. Karena jaringan irigasi tidak menciptakan air. Ketersediaan air ditentukan dari sumber dan debit air hujan dan kondisi musim. Jaringan irigasi hanya memastikan setiap air yang tersedia dapat disalurkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat dan petani.

Menurutnya, manfaat dari pembangunan ini bukan hanya selesainya pembangunan fisik, tapi lebih dari itu para petani harus merasakan air yang tersedia dari sumber dapat dialirkan lebih lancar teratur dan efisien.

"Kehilangan air akibat saluran dapat ditekan. Tapi dengan pembangunan irigasi ini, air dapat dioperasionalkan melalui pintu-pintu yang dibagi," ujarnya. (Zal)

Wagub Banten Sampaikan Pesan Maulid sebagai Momentum Mempertebal Kecintaan kepada Rasulullah SAW

Wagub Banten Sampaikan Pesan Maulid sebagai Momentum Mempertebal Kecintaan kepada Rasulullah SAW

detakbanten.com KAB. TANGERANG - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan dan mempertebal kecintaan kepada Rasulullah. Menurutnya, kecintaan tersebut perlu diwujudkan dengan meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

​"Maulid itu pertama mahabbah kepada Kanjeng Nabi; mencintai, mengenal, merasakan, dan mengenang. Ini harus kita lakukan dengan adanya peringatan Maulid," ungkap Dimyati saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Jami Al Iman, Taman Blok C Perumahan Binong Permai, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (30/8/2026).

​Dimyati menjelaskan, banyak hal dari ajaran Rasulullah yang patut diteladani oleh umat, terutama dalam hal menjaga akhlak. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mengeluh, marah-marah, membanding-bandingkan, maupun menghina orang lain.

​Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui silaturahmi. Menurutnya, silaturahmi dapat mempererat hubungan antarsesama layaknya keluarga, serta mengajarkan umat untuk senantiasa mengingat dan menghargai kebaikan orang lain. Peringatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

​"Pada perayaan Maulid ini juga terdapat dakwah, sehingga memberikan tambahan ilmu bagi kita," imbuhnya.

​Dimyati berharap peringatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi mampu memberikan pemahaman agar masyarakat mengamalkan ajaran Islam, khususnya dalam hal kepedulian sosial. "Rasulullah selalu mengajarkan kita untuk bersedekah," jelas Dimyati.

​Pada kesempatan yang sama, penceramah K.H. Ahmad Baehaki Djafar mengingatkan jemaah bahwa momentum Maulid harus menjadi sarana peningkatan kualitas diri.

​"Banyak hal yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Mari bersama-sama meningkatkan iman dan takwa kita," tuturnya.

​Di sela-sela acara, Wagub Dimyati turut menyerahkan bantuan prasarana tempat ibadah senilai Rp10 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al Iman. (Zal)

Kejurnas Hoki Indoor 2026 Sukses Digelar, Gubernur Andra Soni Apresiasi Kinerja Panitia & Pengurus

Kejurnas Hoki Indoor 2026 Sukses Digelar, Gubernur Andra Soni Apresiasi Kinerja Panitia & Pengurus

detakbanten.com KOTA TANGERANG - Gubernur Banten Andra Soni, mengapresiasi kinerja pengurus Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi Banten dan panitia pelaksana atas kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hoki Ruangan (Indoor) 2026. Selama delapan hari, panitia dinilai telah bekerja maksimal dalam melayani seluruh tim dari berbagai daerah.

​"Terima kasih kepada seluruh pihak dan tentunya juga kepada para peserta. Kami sebagai tuan rumah memohon maaf atas segala kekurangan. Namun, saya melihat para pemain sangat menikmati pertandingan berjalan seru, dan pastinya semua gembira,” ujar Andra Soni usai acara penutupan Kejurnas Hoki Indoor di Gelanggang Olahraga (GOR) Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, Minggu (30/8/2026) malam.

​"Dukungan dari semua pihak sangat luar biasa, bahkan antusiasme penonton terlihat dari banyaknya anak-anak SMA yang hadir. Menurut pandangan saya, ini adalah salah satu penyelenggaraan Kejurnas Hoki yang sukses," tambahnya.

​Kejurnas Hoki Indoor 2026 ini diikuti oleh delegasi dari 12 provinsi. Sebagai Ketua Dewan Pembina FHI, Andra Soni menilai kelancaran turnamen ini menjadi cerminan kepantasan Indonesia yang telah menjuarai SEA Games dua kali berturut-turut pada cabang olahraga tersebut.

​"Alhamdulillah, teknik anak-anak dan pemain kita semakin baik. Padahal, Kejurnas ini tidak diikuti oleh pemain nasional utama karena mereka sedang menjalani pemusatan latihan (training camp) di Malaysia," paparnya.

​Ia meyakini, melalui pembinaan yang berjenjang dan konsisten, hoki sebagai salah satu cabang olahraga Olimpiade akan semakin diminati masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya sejalan dengan upaya mencetak prestasi di berbagai turnamen tingkat nasional maupun dunia.

​Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) FHI, Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, memuji penyelenggaraan Kejurnas di Provinsi Banten yang berjalan sangat luar biasa. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan selama acara berlangsung.

​"Sesuai dengan semangat dari Banten menuju pentas dunia, saya menjadi semakin yakin. Saya melihat beberapa pertandingan final, baik di tier (divisi) satu maupun tier dua, berlangsung sangat luar biasa," ungkap Budi.

​Ke depan, ia berharap Indonesia dapat mempertahankan gelar sebagai peraih medali emas pada ajang SEA Games mendatang di Malaysia. Selama ini, Indonesia masih menjadi yang terbaik di ASEAN dan diharapkan mampu naik kelas menjadi yang terkuat di Asia.

​"Kemajuan hoki ini tentunya menjadi harapan kita bersama, sehingga kita bisa mempertahankan medali emas di SEA Games nanti," ujarnya.

​Sebagai informasi, gelar juara pada Tier 2 kategori Putri berhasil diraih oleh Provinsi DKI Jakarta, disusul Provinsi Banten di posisi kedua, dan Kalimantan Timur di posisi ketiga. Untuk kategori Putra, DKI Jakarta juga memimpin sebagai juara, diikuti oleh Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

​Adapun pada Tier 1 (Divisi Utama) kategori Putri, Provinsi Jawa Timur sukses keluar sebagai juara, disusul Jawa Barat di posisi kedua, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) di posisi ketiga. Sementara itu, untuk kategori Putra, Provinsi Jawa Barat tampil sebagai juara pertama, diikuti Provinsi Banten di posisi kedua, dan Provinsi Jawa Timur di posisi ketiga. (Zal)

Sekda Provinsi Banten Tekankan Pemda Perkuat Kolaborasi untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Sekda Provinsi Banten Tekankan Pemda Perkuat Kolaborasi untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat

detakbanten.com KOTA CILEGON - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menekankan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Banten untuk terus memperkuat kolaborasi guna mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dikatakan Deden saat menghadiri pelantikan Sekda Kota Cilegon di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon Jalan Ahmad Yani, Jombang, Kota Cilegon, Senin (31/8/2026).

Menurut Deden, kualitas pembangunan manusia dan infrastruktur yang dilakukan pemerintah itu akan maksimal manakala dilandasi oleh kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

“Harapannya kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi antara Pemprov Banten dengan pemerintah kabupaten atau kota selalu terjalin dalam suasana saling memahami dengan niatan bersama membangun masyarakat Banten,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, jabatan Sekda adalah penggerak pelayanan bagi masyarakat. Ibarat roda, posisi Sekda harus terus bergerak melakukan pelayanan.

“Mengawal apa yang menjadi program kerja saya agar semuanya bisa berjalan sebaik-baiknya. Harus mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan,” tambah Robinsar.

Sebagai informasi, jabatan Sekda Kota Cilegon dijabat oleh Ahmad Aziz Setia Ade Putra. Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Cilegon Nomor 800.1.3.3/Kep.112-BKPSDM/2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Cilegon. (Zal)

Pemerataan Akses Pendidikan, Gubernur Andra Soni: Semakin Berkeadilan

Pemerataan Akses Pendidikan, Gubernur Andra Soni: Semakin Berkeadilan

detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) serta Program Sekolah Gratis (PSG) bagi sekolah swasta. Berbagai kebijakan itu merupakan peta jalan untuk mencapai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas dan berkeadilan melalui program unggulan Banten Cerdas.

Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat meresmikan Tujuh USB di SMAN 33 Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (31/8/2026). Enam USB lainnya yakni SMKN 16 Kabupaten Tangerang, SMKN 12 Kota Tangerang, SKh 01 Kabupaten Serang, SMKN 2 Cihara, Kabupaten Lebak, SMAN 9 Kota Serang dan SMKN 17 Kabupaten Pandeglang.

Andra Soni mengungkapkan, pembangunan pendidikan di Provinsi Banten terus diarahkan pada tiga hal utama, yakni pendidikan yang tersedia, terjangkau, dan berkualitas. Oleh karena itu, lanjutnya, Pemprov Banten melakukan pembangunan USB sebagai salah satu intervensi untuk memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan, dimana pada tahun 2025 telah dibangun tujuh USB di atas dengan tambahan daya tampung sekitar 1.356 peserta didik.

"Tidak hanya sekedar membangun gedung sekolah, tetapi lebih dari itu guna menghadirkan kesempatan belajar yang lebih dekat dan lebih luas bagi anak-anak di Provinsi Banten," katanya.

Selain pembangunan USB, pemerataan pendidikan juga diperkuat melalui PSG. Pada tahun 2025, Program Sekolah Gratis telah menjangkau 801 SMA, SMK dan SKh swasta dengan jumlah peserta didik penerima manfaat sebanyak 60.705 siswa. "Kita arahkan untuk mewujudkan pendidikan yang semakin merata, terjangkau dan berkualitas," imbuhnya.

Ke depan untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan itu, Andra Soni mendorong Bupati/Wali Kota meningkatkan kolaborasi dalam hal penyiapan lahan. Karena walau bagaimanapun persoalan lahan ini menjadi hal yang cukup panjang prosedurnya dalam pelaksanaan pembangunan USB.

"Lahannya disiapkan oleh masing-masing Kabupaten/Kota, pembangunan infrastrukturnya Provinsi," katanya.

Andra Soni menegaskan jika Pemprov Banten akan terus melakukan evaluasi agar program ini semakin tepat sasaran, semakin efektif, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Andra Soni juga mengaku bersyukur beberapa indikator pembangunan bidang pendidikan menunjukkan pertumbuhan. Data BPS menunjukkan bahwa angka partisipasi murni atau APM SMA/SMK sederajat di Provinsi Banten meningkat dari 63,50 persen pada tahun 2024 menjadi 65,28 persen pada tahun 2025.

"Data tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak penduduk usia sekolah menengah yang mengikuti pendidikan pada jenjang yang sesuai dengan usianya," katanya.

Demikian pula Angka Partisipasi Kasar atau APK SMA/SMK sederajat meningkat dari 79,42 persen pada tahun 2024 menjadi 82,97 persen pada tahun 2025. ini berarti terdapat peningkatan 3,55 poin persentase dalam satu tahun.

Di balik angka tersebut ada anak-anak Banten yang kembali mendapatkan kesempatan belajar. Ada orang tua yang semakin yakin menyekolahkan anaknya. Ada anak yang memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan. Dan ada keluarga yang mulai melihat bahwa pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki masa depan.

Namun kita tidak boleh cepat berpuas diri. APM 65,28 persen berarti masih ada ruang yang sangat besar untuk kita tingkatkan. APK 82,97 persen juga menunjukkan bahwa masih banyak anak banten yang harus kita pastikan memperoleh akses pendidikan menengah.

"Karena itu, pekerjaan kita belum selesai. Justru angka-angka itu menjadi alasan mengapa Pemprov Banten harus terus memperkuat kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat," ujarnya.

Ketua RT setempat Muhadi (64) yang ikut hadir dalam peresmian tersebut mengaku terharu karena penantian panjang dirinya bersama ratusan warga lainnya untuk mendapatkan akses pendidikan yang terjangkau akhirnya bisa terealisasi di era kepemimpinan Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni - Dimyati Natakusumah.

Menurut Muhadi, sejak kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi diberlakukan, banyak anak-anak di tempatnya tidak bisa mendaptkan akses pendidikan ke sekolah negeri, mengingat jarak terdekat mencapai sekitar 1,5 KM. Sementara untuk di sekolah swasta waktu itu masih berbayar.

"Tapi sekarang Alhamdulillah. Kami sangat bersyukur adanya program sekolah gratis ditambah lagi dengan adanya sekolah baru ini yang lebih dekat," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan warga sekitar lainnya Tri Hardi (60). Tri yang hadir pada peresmian itu mengatakan, akses untuk SMAN di sini paling dekat ke SMAN 2 Kutabumi, dimana jaraknya cukup jauh. Sementara mayoritas warga di sini ingin juga memdapatkan akses pendidikan yang gratis seperti yang diterapkan di sekolah negeri.

"Pertama kita merasa terbantu dengan adanya program sekolah gratis dari Bapak Gubernur Andra Soni. Di sini ada Yayasan Perintis yang sudah menyelenggarakan PSG baik untuk tingkat SMA maupun SMK," katanya.

Kemudian, dengan telah beroperasinya SMAN 33 Kabupaten Tangerang ini, menambah kemudahan masyarakat untuk mendapatkan akses ke sekolah negeri. Belum lagi nanti ada SMKN di sebelahnya yang masih dalam tahap pembangunan. "Kami sangat senang dan bangga. Karena selama ini keluhan warga setiap PPDB itu pasti zonasi. Tapi dengan adanya sekolah ini, persoalan itu sudah terselesaikan," pungkasnya.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan dirinya siap mendukung kebijakan Gubernur Banten Andra Soni dalam bidang pendidikan. Kendatipun untuk tingkat SMAN sederajat itu kewenangan Provinsi, namun yang mendapat manfaatnya adalah masyarakat Kabupaten Tangerang.

"Oleh karena itu kita siap berkolaborasi bersama Pemprov dalam pembangunan USB kedepan," katanya.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga melaksanakan program serupa terhadap sekolah yang menjadi kewenangananya. Sehingga program yang digagas Pemprov Banten itu bisa diselaraskan oleh Pemkab Tangerang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin memastikan jika USB yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pemenuhan guru, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana penunjang lainnya.

Selain itu, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan tata kelola sekolah, kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Khusus pada jenjang SMK, pembangunan USB diarahkan untuk memperluas akses pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta potensi ekonomi daerah.

"Kami terus mendorong penguatan kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi, karakter dan daya saing untuk bekerja maupun berwirausaha," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni menyerahkan sejumlah bantuan sosial dan bantuan pendidikan, meliputi bantuan sembako, bantuan pendidikan anak yatim piatu, guru ngaji, musala dan masjid di sekitar sekolah, bantuan sosial anak, bantuan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, bantuan jaminan sosial keluarga, bantuan usaha ekonomi produktif.

Kemudian bantuan beasiswa program sarjana penggerak desa melalui bantuan keuangan desa, bantuan pangan beras, serta bantuan kacamata baca gratis bagi siswa. Serta dilaksanakan pula peninjauan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Cek Kesehatan Gratis bagi siswa dan siswi. (Zal)

Tinjau Lomba Sekolah Sehat, Tinawati Andra Soni Tekankan Pentingnya Budaya Sehat di Sekolah

Tinjau Lomba Sekolah Sehat, Tinawati Andra Soni Tekankan Pentingnya Budaya Sehat di Sekolah

detakbanten.com KAB. TANGERANG - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya membangun dan menjaga budaya sehat di lingkungan sekolah. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkarakter dan berprestasi.

Hal tersebut disampaikan Tinawati saat melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Tangerang dalam rangka penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2026 tingkat Provinsi Banten, Senin (24/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tinawati bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meninjau secara langsung implementasi budaya sekolah sehat, aman, dan nyaman yang diterapkan di SMA Negeri 2 Tangerang.

Tinawati mengatakan, pelaksanaan LSS bukan sekadar untuk mencari sekolah terbaik. Ini adalah upaya bersama dalam memastikan budaya sehat dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

"Ini bukan sekadar mencari pemenang ya, kami di sini juga ingin memitigasi seluruh sekolah untuk budaya sehat kemudian daya nyaman, yaitu terutama BSAN yang memang ini adalah program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Provinsi Banten merupakan pionir atau pelopor yang melaksanakan implementasi tersebut," ungkap Tinawati.

Menurutnya, budaya sehat di sekolah memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan, kesehatan, olahraga, sains dan teknologi yang merupakan bagian penting dalam membangun generasi masa depan.

"Ini sebetulnya bagaimana menjaga konsistensi daripada sekolah itu sendiri, budaya sehat. Apalagi ada program cek kesehatan gratis yang merupakan program prioritas dari pemerintah pusat," katanya.

Saat meninjau SMA Negeri 2 Tangerang, Tinawati mengapresiasi pelaksanaan budaya sehat, aman, dan nyaman yang telah berjalan dengan baik. Ia berharap praktik baik tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

"Ya mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan, bisa dilaksanakan terus kemudian ini juga menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lain yang berada di Kota Tangerang," imbuhnya.

Selain budaya sehat, Tinawati menilai lingkungan sekolah juga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Salah satunya melalui penguatan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan atau perundungan.

Menurutnya, kecerdasan anak tidak hanya dapat diukur dari kemampuan intelektual atau IQ, tetapi juga dari kemampuan emosional dan karakter dalam berinteraksi dengan lingkungan.

"Bagaimana anak juga diajarkan untuk saling menghargai sesama temannya di sekolah, biar bagaimanapun mereka adalah duta-duta anti-perundungan terutama," jelasnya.

Tinawati menambahkan, pendidikan karakter harus dibangun secara bersama-sama, baik oleh keluarga maupun sekolah. Penguatan pendidikan karakter dan budaya sehat sangat penting, sehingga diharapkan nantinya anak dapat sehat secara fisik dan kuat secara mental.

"Jadi pendidikan karakter itu juga penting. Salah satu penunjang ketahanan bangsa adalah anak-anak yang kuat secara mental," tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tangerang Kukuh Wahyudi mengatakan, penerapan pola sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi telah menjadi program yang dijalankan sejak dirinya dipercaya sebagai kepala sekolah pada 2017.

“Memang kami ingin menjadikan sekolah kita menjadi sekolah yang aman, nyaman buat anak didik kita,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus mampu membuat peserta didik merasa betah dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang dapat memberikan inspirasi bagi masa depan mereka.

Kukuh menegaskan, upaya mewujudkan sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi ini adalah bagian dari kita semuanya. Dari kita untuk kita, ke depan juga masa depannya untuk kita semuanya,” ujarnya. (Zal)

Sekda Banten ke Nakes RSUD: Layani Pasien Tanpa Pandang Bulu

Sekda Banten ke Nakes RSUD: Layani Pasien Tanpa Pandang Bulu

detakbanten.com BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten untuk menjadikan Forum Konsultasi Publik sebagai momentum evaluasi dan pembenahan kualitas pelayanan kesehatan. Forum ini dinilai penting karena menyerap masukan langsung dari masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan.

​Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, Ia menyampaikan hal ini saat membuka "Forum Konsultasi Publik Review Pelayanan RSUD Banten" di Auditorium RSUD Banten, Kota Serang, Senin (24/8/2026).

​Forum ini mempertemukan berbagai unsur yang bersinggungan langsung dengan pelayanan kesehatan. Para peserta terdiri atas direktur rumah sakit, kepala puskesmas, perwakilan perguruan tinggi, asosiasi pasien, pengemudi ambulans, relawan kesehatan, organisasi profesi, forum wartawan, hingga unsur masyarakat umum.

​Deden menekankan bahwa forum konsultasi harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat. "Rumah sakit harus betul-betul menerima masukan dari masyarakat yang datang ke sini," ujarnya.

​Ia juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Banten agar tidak alergi terhadap kritik. "Jangan khawatir mendapatkan tanggapan negatif. Justru di situlah kita tahu apa yang harus diperbaiki," tegas Deden.

​Selain aspek klinis, nakes juga diingatkan untuk selalu mengedepankan sikap ramah, sopan, dan adil kepada seluruh pasien. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan berdasarkan latar belakang ekonomi atau jenis pembiayaan. “Kalau sakit, ya, sakit. Semua harus kita layani dengan maksimal,” tambahnya.

​Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho, menyatakan bahwa masukan dari forum ini akan menjadi bahan pijakan penting. "Kita minta masukan masyarakat terkait perbaikan-perbaikan yang harus kami lakukan," ucap Danang.

​Untuk memudahkan masyarakat, RSUD Banten telah menyediakan berbagai saluran komunikasi resmi. Saluran tersebut meliputi media sosial, situs web, layanan pengaduan, ulasan daring (Google Review), survei kepuasan masyarakat, hingga keluhan elektronik (e-complaint).

​Danang menambahkan, hasil dari forum ini akan menjadi rujukan utama dalam menyusun rencana peningkatan pelayanan RSUD Banten untuk tahun 2027. "Kita tidak mungkin sampai pada titik ini kalau tidak ada masukan dari masyarakat," tutupnya. (Zal)

Banten Siap Jadi Pionir Ekosistem Pelayanan Pertanahan yang Cepat dan Tepercaya    

Banten Siap Jadi Pionir Ekosistem Pelayanan Pertanahan yang Cepat dan Tepercaya  

KAB. TANGERANG - Gubernur Banten Andra Soni mendorong Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan transformasi pelayanan pertanahan. Sinergi ini dinilai penting seiring dengan kemajuan pembangunan, peningkatan investasi, modernisasi pelayanan publik, serta tata kelola pemerintahan yang makin transparan dan akuntabel.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II dan Upgrading Pengurus Pusat IPPAT di Hotel Harris, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (24/8/2026). Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej, Wakil Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa, serta jajaran pejabat dan tamu undangan lainnya.

​Menurut Andra, Provinsi Banten memiliki posisi strategis. Kawasan Tangerang Raya, misalnya, merupakan bagian penting dari aglomerasi metropolitan dengan aktivitas ekonomi, investasi, permukiman, industri, perdagangan, dan jasa yang luas dan terus berkembang pesat.

​"Dinamika itu tentu meningkatkan kebutuhan terhadap pelayanan pertanahan yang cepat, tertib, dan memberikan kepastian hukum," ujar Andra.

​Oleh karena itu, lanjutnya, Pemda berperan penting dalam membangun ekosistem pertanahan yang lebih modern. Upaya ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemda, Kementerian ATR/BPN, PPAT, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.

​"Banten siap menjadi bagian dari ekosistem pertanahan Indonesia yang modern, terintegrasi, dan tepercaya," tegasnya.

​Andra menambahkan, PPAT adalah pilar krusial dalam memberikan kepastian hukum pada sektor pembangunan. PPAT bertugas memastikan setiap transaksi dan perbuatan hukum atas tanah berlangsung tertib, akuntabel, serta melindungi masyarakat.

​"Mari kita jadikan pertanahan sebagai fondasi kepastian hukum, kepastian investasi, dan kepastian pembangunan," imbuhnya.

​Ia pun berharap Rakernas II dan Upgrading PP-IPPAT dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota, serta memperbaiki tata kelola pelayanan pertanahan.

​Sementara itu, Ketua Umum IPPAT Hapedi Harahap mengungkapkan, penataan ulang pelayanan pertanahan kini sudah mulai berjalan. Melalui kebijakan terbaru pemerintah, proses pengurusan legalitas kepemilikan tanah kini bisa diselesaikan lebih cepat, yakni dalam 10 hari kerja.

​"Rinciannya; validasi BPHTB di kantor Bapenda memakan waktu tiga hari, pembuatan Akta Jual Beli (AJB) di kantor PPAT dua hari, dan proses administrasi di BPN lima hari kerja," jelas Hapedi.

​Percepatan tersebut, lanjut Hapedi, tidak lepas dari transformasi digital yang diluncurkan pemerintah pada 17 Agustus 2026 lalu. Langkah ini menjadi angin segar setelah puluhan tahun dinantikan oleh masyarakat.

​"Meskipun dalam praktiknya kita masih dalam proses transisi dan membutuhkan waktu untuk diterapkan secara optimal dan merata di seluruh daerah," pungkasnya. (Zal)

Kapolda Banten Lepas 7 Personel Polda Banten ke Tanah Suci untuk Tunaikan Ibadah Umrah

Kapolda Banten Lepas 7 Personel Polda Banten ke Tanah Suci untuk Tunaikan Ibadah Umrah

detakbanten.com Serang – Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki bersama Wakapolda Banten Brigjen Pol. Iwan Saktiadi melepas tujuh personel Polda Banten yang akan melaksanakan ibadah umrah. Kegiatan tersebut berlangsung di Maung Lounge Polda Banten, Jumat (21/08). Kegiatan pelepasan turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa keberangkatan ibadah umrah merupakan momentum berharga bagi personel untuk meningkatkan keimanan sekaligus melakukan refleksi diri.

“Ibadah umrah bukan hanya perjalanan secara fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Manfaatkan kesempatan ini untuk beribadah dengan sungguh-sungguh, memperbanyak doa dan introspeksi diri,” ujar Irjen Pol. Hengki.

Kapolda juga berpesan kepada tujuh personel agar menjaga kesehatan, mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan baik serta senantiasa menjaga nama baik institusi Polri selama berada di Tanah Suci.

“Saya berpesan agar seluruh personel yang melaksanakan ibadah umrah menjaga kesehatan, mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan baik dan tetap menjaga nama baik Polda Banten. Semoga perjalanan ini diberikan kelancaran dan seluruh ibadah diterima oleh Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolda Banten meminta para personel untuk turut mendoakan keluarga besar Polda Banten dan masyarakat Banten agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keamanan serta keberkahan.

“Di Tanah Suci nanti, saya titip doa untuk keluarga besar Polda Banten dan seluruh masyarakat Banten. Semoga Banten selalu diberikan keamanan, kedamaian dan keberkahan, serta kita semua senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” tutur Irjen Pol. Hengki.

Pelepasan tujuh personel tersebut menjadi wujud perhatian pimpinan terhadap pembinaan mental dan spiritual personel Polda Banten. Diharapkan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air serta memperoleh predikat umrah yang mabrur. (Bidhumas)

120 Warga Binaan Bebas melalui Remisi di HUT Ke-81 RI

120 Warga Binaan Bebas melalui Remisi di HUT Ke-81 RI

detakbanten.com BANTEN - Sebanyak 120 orang warga binaan mendapatkan remisi umum II dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, memberikan bantuan pendamping kepada para warga binaan agar mereka siap menjalani kehidupan yang mandiri dan diterima kembali di tengah masyarakat.

“Sejalan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah memberikan remisi kepada warga binaan pemasyarakatan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik,” ungkap Andra Soni pada Penyerahan Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum Bagi Anak Binaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, Kota Serang, Senin (17/8/2026).

“Apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Banten beserta seluruh jajaran lapas dan rutan atas dedikasi dalam melaksanakan pembinaan, menjaga keamanan, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat,” katanya menambahkan.

Menurut Andra Soni, remisi bukan hanya pengurangan masa menjalani pidana, tetapi bentuk penghargaan negara atas perubahan proses perilaku, kedisiplinan, dan kesungguhan untuk memperbaiki diri. Ia meminta para penerima remisi agar mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan menjalani hidup secara mandiri.

“Kepada seluruh warga binaan yang menerima remisi, agar mensyukuri kesempatan ini. Menjadikannya sebagai motivasi untuk terus mengikuti proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sebagai pribadi mandiri, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Andra Soni juga memberikan apresiasi kepada keluarga warga binaan yang terus memberikan dukungan dan doa. Dukungan dari keluarga sangat penting agar mereka terus merasa didampingi selama proses pembinaan.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita terus menjaga persatuan, menjunjung Pancasila, dan bersama-sama membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten Lili mengatakan, pemberian remisi pada momentum ini bukan semata mengurangi masa pidana. Remisi adalah bagian penting dari proses pembinaan yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani proses pidana.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri,” tegasnya.

Lili juga memaparkan beberapa program pembinaan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan. Di antaranya melakukan pelatihan peternakan ayam petelur, pembuatan paving, pembuatan beton, pembuatan serbuk minuman jahe merah, serta kerajinan sepatu. Program itu diharapkan menjadi bekal keterampilan dan kepercayaan diri warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

Sebagai informasi berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dari 9.574 warga binaan di Provinsi Banten, sebanyak 6.002 warga binaan mendapatkan remisi umum I. Sebanyak 35 anak binaan mendapatkan pengurangan masa pidana umum I. Sebanyak 120 warga binaan mendapatkan remisi umum II atau langsung bebas. Serta satu anak binaan mendapatkan pengurangan masa pidana umum II.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga mendapatkan cinderamata karya warga binaan berupa lukisan potret diri dan alat musik gitar. Gubernur juga berkesempatan meninjau galeri workshop warga binaan. (Zal)

Go to top