Permudah Bayar Pajak, Jelang HUT Ke-26, Pemprov Banten Luncurkan QRIS Samling Movement

detakbanten.com  BANTEN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten meluncurkan program QRIS Samling Movement. Inovasi layanan untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor ini diluncurkan di Jalan Ciwaru Raya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (25/9/2026), sekaligus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten.

​Asisten Daerah (Asda) Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan bentuk nyata transformasi digital yang diwujudkan Pemprov Banten bersama BI.

​"Ini merupakan upaya percepatan digitalisasi di era disrupsi, yakni wujud nyata transformasi dari pelayanan manual menjadi digital," ungkap Rina.

​Menurutnya, sinergi ini sangat penting untuk menunjang optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor. Ia berharap masyarakat dapat merasakan kemudahan fasilitas yang disediakan.

​"Mudah-mudahan kegiatan serupa bisa terus kita lakukan bersama. Harapannya, masyarakat dapat merasakan kemudahan fasilitas dari Pemprov Banten dalam rangka menjaga kesinambungan dan sinergi pembangunan," katanya.

​Sementara itu Kepala Bapenda Provinsi Banten Berly Rizki Natakusumah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan pajak. Pihaknya juga menggandeng berbagai komunitas untuk membantu menyosialisasikan manfaat pajak.

​"Bagi masyarakat yang membayar pajak menggunakan QRIS di lokasi acara, Bapenda menyediakan berbagai hadiah menarik, salah satunya telepon seluler," ujarnya.

​Di tempat yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Yusuf Wicaksono, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, BI akan terus mendorong transisi kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai menjadi nontunai (cashless).

​"Semakin banyak masyarakat yang membayar pajak secara nontunai, tingkat kepatuhan pajak juga akan semakin tinggi. Kami berharap dengan adanya digitalisasi di Samsat, penerimaan pembayaran pajak dapat meningkat sehingga berdampak langsung pada kenaikan PAD Provinsi Banten," pungkasnya. (Zal)

Wagub Banten Dimyati Puji Kemudahan QRIS: Cepat, Transparan, dan Bisa Dipakai Lintas Negara

Wagub Banten Dimyati Puji Kemudahan QRIS: Cepat, Transparan, dan Bisa Dipakai Lintas Negara

detakbanten.com BANTEN - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan, sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbukti lebih efisien, transparan, dan menguntungkan. Kemudahan transaksi ini bahkan telah meluas hingga ke tingkat lintas negara (cross-border).

​Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati usai menghadiri acara Signature Moment Inisiasi Indonesia Travel Pack pada ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Summit and Expo (IFSE) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

​“Sistem pembayaran QRIS lebih murah dan sangat menguntungkan karena prosesnya yang cepat, mudah, dan aman. Dengan digitalisasi, semua transaksi menjadi lebih transparan, tertata, dan terekam dengan baik," kata Wagub Dimyati.

​Menurutnya, inovasi ini memberikan kemudahan di mana masyarakat tidak perlu lagi repot membawa uang tunai maupun kartu fisik. Pembayaran digital cukup dilakukan melalui telepon seluler, di mana pengguna hanya perlu memindai kode QR dan memastikan ketersediaan saldo di rekening.

​Wagub Dimyati menambahkan, perluasan ekosistem digital saat ini memberikan nilai tambah yang besar.

“QRIS telah bekerja sama dengan lebih dari 100 bank dan dapat digunakan di beberapa negara yang telah menjalin kesepakatan, seperti Jepang, Singapura, dan sebagainya. Ini sangat mempermudah dan menguntungkan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Wagub Dimyati.

​Sebagai informasi, acara Signature Moment tersebut menjadi momentum perluasan integrasi sistem pembayaran antarnegara. Melalui peresmian QRIS Cross-Border antara Indonesia–Timor Leste (INA-TLS) dan Indonesia–Hong Kong (INA-HKG), transaksi keuangan lintas batas diharapkan semakin mudah dan memperkuat konektivitas finansial di kawasan.

​Selain itu, turut diluncurkan inisiatif Indonesia Travel Pack (ITP) yang dirancang untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi wisatawan mancanegara. Sinergi ini bertujuan untuk menggerakkan sektor pariwisata, meningkatkan arus perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

​FEKDI dan IFSE sendiri merupakan ajang kolaboratif tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dengan dukungan asosiasi industri seperti AFTECH dan ASPI.

​Tahun ini, FEKDI dan IFSE mengusung tema penguatan sinergi otoritas dan industri untuk memacu inovasi serta mencetak talenta digital berdaya saing global demi kemajuan ekonomi keuangan digital nasional. (Zal)

Wagub Dimyati: Provinsi Banten Siap Menjadi Pusat Ekosistem Industri Halal

Wagub Dimyati: Provinsi Banten Siap Menjadi Pusat Ekosistem Industri Halal

detakbanten.com KAB. TANGERANG - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan bahwa Provinsi Banten siap menjadi pusat ekosistem industri halal. Kesiapan ini didukung oleh identitas daerah yang kuat dengan moto "Iman dan Takwa".

​"Provinsi Banten memiliki tradisi ulama dan santri yang kental," tegas Wagub Dimyati saat menghadiri Indo Halal International Industry Expo (IHIEX) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (24/9/2026).

​Menurut Wagub Dimyati, penunjukan Banten sebagai tempat penyelenggaraan pameran industri halal sangatlah tepat. Ia menilai bahwa produk halal memiliki peran spiritual dan sosial yang amat penting bagi kehidupan masyarakat.

​"Kepatuhan pada aturan halalan tayiban bukan sekadar urusan konsumsi, melainkan langkah nyata untuk menjaga kesucian diri dan akhlak," ucapnya.

​Ia menambahkan, mengonsumsi produk halal berperan penting dalam upaya menyucikan harta dan hati, membentuk budi pekerti yang baik, serta sebagai wujud kesetiaan dan ketaatan kepada Sang Pencipta.

​Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan industri halal secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai esensial untuk meningkatkan daya saing produk nasional di kancah global.

​"Pengembangan industri halal bukan hanya soal mempermudah sertifikasi, melainkan tentang membangun kekuatan ekonomi dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global," tegas Agus.

​Acara pembukaan IHIEX 2026 turut dirangkaikan dengan penyerahan Indonesia Halal Industry Awards 2026. Pada kesempatan tersebut, Wagub Dimyati menyerahkan penghargaan untuk kategori Produksi Industri Makanan Halal Terbaik kepada PT Mayora Indah Tbk (skala industri besar) dan PT Makacha Boga Utama (skala UMKM).

​Selain itu, penghargaan kategori Produksi Industri Minuman Halal Terbaik diserahkan kepada PT Cisarua Mountain Dairy untuk skala industri besar, dan PT Asia Agri Nusa untuk skala UMKM.

​Sebagai informasi, IHIEX 2026 diselenggarakan oleh PT Dyandra Promosindo pada 24–27 September 2026. Pameran industri halal internasional tahunan ini mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, fesyen, kosmetik, hingga layanan keuangan syariah, guna memperkuat daya saing produk halal nasional di pasar global. (Zal)

Ikuti Evaluasi SAKIP, Pemprov Banten Pertajam Orientasi Kinerja Aparatur Berbasis Dampak

Ikuti Evaluasi SAKIP, Pemprov Banten Pertajam Orientasi Kinerja Aparatur Berbasis Dampak

detakbanten.com BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mempertajam kinerja birokrasi agar lebih berorientasi pada hasil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov Banten menyambut baik evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

​Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi saat mengikuti evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026 secara virtual dari Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (24/9/2026). Menurutnya, evaluasi SAKIP bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pemerintahan berjalan dalam satu rangkaian yang berorientasi pada hasil.

​“Bagi kami, evaluasi SAKIP bukan semata mengenai nilai atau pemenuhan dokumen. Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh proses pemerintahan—mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengukuran, hingga evaluasi—benar-benar dalam satu rangkaian yang berorientasi pada hasil,” ujar Deden.

​Ia menyampaikan, Pemprov Banten menyadari bahwa kualitas manajemen kinerja masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, rekomendasi dari hasil evaluasi sebelumnya dijadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan yang berkelanjutan.

​Deden menjelaskan, implementasi SAKIP Provinsi Banten dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan. Nilai SAKIP Provinsi Banten meningkat dari 66,45 poin pada 2021 menjadi 69,50 poin pada 2025.

​“Kami berharap upaya yang dilakukan pada tahun ini bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

​Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemprov Banten juga telah menetapkan target capaian SAKIP sebesar 70,10 poin. Target tersebut, menurut Deden, menjadi bagian dari arah penguatan arsitektur kinerja Pemprov Banten.

​Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB Nurhasni menegaskan, evaluasi SAKIP bukan sekadar melihat kelengkapan dokumen, kesesuaian indikator, atau sebatas memperoleh nilai evaluasi yang tinggi.

​Menurutnya, hal yang esensial adalah memastikan sistem kinerja dapat membantu pemerintah dalam menentukan prioritas, memilih intervensi yang tepat, mengalokasikan anggaran secara efektif, serta menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

​“Ukuran keseluruhannya adalah ketika setiap rupiah anggaran semakin efektif menghasilkan manfaat, setiap perangkat daerah semakin jelas kontribusinya, dan setiap program semakin nyata dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Banten,” ujar Nurhasni.

​Ia juga mendorong agar kinerja antarperangkat daerah semakin terhubung. Hal ini mengingat setiap perangkat daerah perlu memahami tanggung jawab dan kontribusinya dalam menghasilkan capaian pembangunan yang sama. Selain itu, data kinerja diharapkan tidak hanya dikumpulkan untuk kepentingan pelaporan, tetapi juga dibaca dan dibahas secara berkala.

​Dengan demikian, pemerintah dapat segera mengetahui akar masalah dan menentukan tindakan yang solutif. Nurhasni berharap evaluasi SAKIP Provinsi Banten Tahun 2026 dapat menjadi media untuk memperkuat budaya kinerja di lingkungan Pemprov Banten.

​“Dengan semangat tersebut, mari kita manfaatkan evaluasi ini sebagai ruang untuk belajar, melakukan perbaikan, dan memastikan bahwa seluruh sumber daya Pemprov Banten diarahkan pada hasil pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat,” tuturnya. (Zal)

Wagub Dimyati: Perubahan APBD Banten 2026 Diarahkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Wagub Dimyati: Perubahan APBD Banten 2026 Diarahkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

detakbanten.com BANTEN - Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 difokuskan untuk mengoptimalkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Optimalisasi ini dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan kondisi fiskal daerah.

​Pelayanan publik tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pelaksanaan sejumlah program prioritas yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah. Hal ini disampaikan Wagub Dimyati pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun 2026 di Gedung DPRD, KP3B, Kota Serang, Selasa (22/9/2026).

​Wagub Dimyati menjelaskan bahwa penyesuaian belanja daerah dilakukan berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta kemanfaatan bagi masyarakat dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

​Ia juga memastikan, setiap perubahan alokasi belanja memiliki keterkaitan yang jelas dengan pencapaian target pembangunan, indikator kinerja program, dan prioritas daerah.

​"Penyusunan ini telah dilakukan secara komprehensif guna menampung seluruh perubahan asumsi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang terjadi akibat dinamika asumsi makro," ujar Wagub Dimyati.

​Selain itu, Perubahan APBD 2026 juga dirancang untuk mengakomodasi tambahan belanja prioritas yang sebelumnya belum tercantum. Namun, pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek waktu dan tahapan kegiatan, seperti Program Sekolah Gratis dan peningkatan konektivitas di kawasan ekonomi produktif.

​"Kami juga memastikan pelaksanaan birokrasi tematik—yang meliputi penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, pengelolaan sumber daya, hilirisasi, serta pengendalian stunting—terus berjalan secara optimal," ungkap Wagub Dimyati.

​Melalui Perubahan APBD 2026 ini, Pemprov Banten berharap dapat mewujudkan keterpaduan perencanaan dan mempertajam prioritas pembangunan. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan capaian kinerja pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

​Lebih lanjut, Wagub Dimyati mengaku optimistis berbagai program pembangunan tersebut dapat terealisasi. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada semester I tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan menyentuh angka 5,57 persen. Capaian ini menjadi modal kuat dalam mendukung struktur Perubahan APBD 2026.

​"Tentunya seluruh program ini diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, visi dan misi kami, serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya. (Zal)

10 Hari Pencarian Kapal Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Andra Soni Puji Dedikasi Relawan di Selat Sunda

10 Hari Pencarian Kapal Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Andra Soni Puji Dedikasi Relawan di Selat Sunda

detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah mendukung operasi pencarian lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang kontak bersama Kapal Arupadhatu I di perairan Selat Sunda. Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Andra menyusul penutupan resmi operasi pencarian aktif yang telah berlangsung selama sepuluh hari.

​Meskipun pencarian aktif dihentikan, pemantauan terhadap informasi baru terkait keberadaan kapal dan delapan korban tersebut tetap dilakukan oleh unsur terkait. Gubernur Andra mengungkapkan, dukungan selama operasi tidak hanya datang dari tim SAR gabungan dan instansi pemerintah, tetapi juga dari elemen masyarakat, organisasi relawan, jurnalis, hingga relawan perorangan.

​“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya teman-teman relawan yang selama sepuluh hari ini memberikan dukungan dan bantuan,” ujar Gubernur Andra di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026) malam.

​Selama posko SAR gabungan di Carita beroperasi, para relawan secara konsisten memberikan dukungan bagi petugas, keluarga korban, dan masyarakat sekitar. Bantuan disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pelayanan di posko, pendirian dapur umum, hingga penyediaan makanan siap santap dan minuman.

​Gotong royong tersebut terjaga sejak hari pertama hingga hari kesepuluh operasi. Para relawan saling bergantian memastikan ketersediaan logistik dan kelancaran pelayanan di posko. Kehadiran mereka sangat mendukung jalannya operasi sekaligus membantu aktivitas keluarga korban selama masa tunggu.

​Gubernur Andra menilai, kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas masyarakat Banten dalam menghadapi situasi kemanusiaan. Ia berharap seluruh ikhtiar dan bantuan dari para relawan bernilai ibadah.

​“Semoga ikhtiar yang teman-teman lakukan mendapatkan pahala dari Yang Maha Kuasa. Semoga kawan-kawan relawan terus diberikan kesehatan dan tidak pernah berhenti menebar kebaikan,” tuturnya. (Zal)

Wagub Banten A. Dimyati Puji Peran Aktif Pengusaha asal Pariaman dalam Menyerap Tenaga Kerja

Wagub Banten A. Dimyati Puji Peran Aktif Pengusaha asal Pariaman dalam Menyerap Tenaga Kerja

detakbanten.com BANTEN - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pengusaha dalam membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja. Apresiasi tersebut secara khusus ditujukan kepada para anggota Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Provinsi Banten melalui berbagai usaha yang mereka jalankan.

​Hal itu disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri peringatan Milad ke-1 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKDP Provinsi Banten di Duce Hall, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (18/9/2026) malam.

​“Saya melihat PKDP ini tumbuh luar biasa. Walaupun baru berusia satu tahun, organisasinya semarak dan berjalan dengan baik,” ujar Wagub Dimyati.

​Lebih lanjut, ia menilai PKDP sebagai organisasi kekeluargaan yang patut menjadi teladan. Menurutnya, sebuah organisasi yang mengedepankan kebersamaan harus dibangun dari hati agar tali persaudaraan terus tumbuh.

​Sebagai bentuk dukungan nyata, Wagub Dimyati memastikan pemerintah daerah siap memfasilitasi kemudahan administrasi bagi para pengusaha dari komunitas tersebut. “Pemerintah Provinsi Banten akan membantu warga Pariaman apabila menghadapi kendala, termasuk terkait perizinan usaha dan investasi,” pungkasnya.

​Sementara itu, Ketua DPW PKDP Provinsi Banten, Dafrizal, berharap organisasinya semakin solid dan kompak ke depannya.

​“Kami berkomitmen untuk selalu menjaga silaturahmi, menjunjung tinggi rasa persaudaraan, dan bersinergi dengan pemerintah setempat. Kami juga sangat mengapresiasi Pemprov Banten yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan PKDP,” jelas Dafrizal.

​Turut hadir pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKDP Indonesia sekaligus Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis. Ia mengaku bangga dan terharu melihat kekompakan warga Pariaman di perantauan.

​“Alhamdulillah, saya sengaja hadir untuk merayakan Milad ke-1 DPW PKDP Provinsi Banten. Melalui momentum ini, kami berharap silaturahmi warga Pariaman di Banten semakin kuat, solid, serta terus memperhatikan masyarakat yang kurang beruntung,” harap Azis. (Zal)

MTQ Nasional XXXI, Kafilah Banten Peringkat ke-7

MTQ Nasional XXXI, Kafilah Banten Peringkat ke-7

detakbanten.com SEMARANG - Kafilah Provinsi Banten menorehkan prestasi cukup membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Provinsi Banten berhasil menduduki peringkat ke-7 nasional, naik dua peringkat dibandingkan pelaksanaan MTQ Nasional sebelumnya yang berada di posisi ke-9.

Peringkat tersebut diumumkan Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Prof Syibli Syarjaya pada Penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 19 September 2026 malam.

Penetapan peringkat itu tertuang dalam Keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 Nomor Kep-05/DH/MTQN-XXXI/IX/2026 tentang Penetapan Juara Umum dan Peringkat 10 Besar MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengapresiasi capaian para kafilah Banten. Keberhasilan menduduki peringkat ke-7 merupakan hasil kerja keras seluruh kafilah dan kontingen yang telah mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional XXXI. “Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan kami semua tentu bangga atas prestasi para kafilah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kafilah, pelatih, pendamping, serta kontingen Provinsi Banten yang telah berjuang membawa nama daerah dalam ajang MTQ tingkat nasional tersebut. “Naiknya peringkat Banten pada perhelatan MTQ Nasional ini tidak lepas dari kerja keras dan usaha yang dilakukan oleh teman-teman kafilah dan kontingen,” tutur Deden.

Meski berhasil memperbaiki posisi Banten di tingkat nasional, Deden menegaskan bahwa raihan peringkat bukan menjadi satu-satunya tujuan keikutsertaan Banten dalam MTQ Nasional. Nilai yang lebih penting dari ajang MTQ adalah proses pembinaan, ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat para kafilah dalam mempelajari dan mengamalkan Alquran.

Deden berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi. Lebih dari itu, semangat MTQ harus mampu memperkuat upaya menghadirkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. (Zal)

Wagub Banten: Dakwah Harus Mengajarkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Wagub Banten: Dakwah Harus Mengajarkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

detakbanten.com KOTA TANGERANG - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya peran dai dalam menyampaikan ilmu, khususnya terkait keimanan dan pemahaman syariat Islam kepada masyarakat.

​Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Tabligh Akbar Majelis Quran Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) di Masjid Raya Al-A'zhom, Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Minggu (20/9/2026).

​“Dakwah ini sangat baik sebagai wujud pelaksanaan amar makruf nahi mungkar serta memberikan nasihat kepada masyarakat. Para dai tidak hanya mengajarkan kesabaran dan kebaikan, tetapi juga mencegah kemungkaran untuk memperbaiki akhlak,” ujar Wagub Dimyati.

​Wagub Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan tabligh akbar tersebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus momentum peningkatan ketakwaan. Menurutnya, memperkuat iman dan takwa adalah hal yang paling esensial bagi umat.

​Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikadi, K.H. Ahmad Khusairy Suhail, menjelaskan bahwa Ikadi merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang memiliki visi menjadi perekat umat dan bangsa di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​“Saat ini kami memiliki 35 pengurus wilayah dan akan segera bertambah tiga menjadi 38 wilayah. Ikadi hadir untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Al-Quran. Kebaikan dalam urusan apa pun harus dimulai dari Al-Quran,” tegasnya.

​Sejalan dengan hal tersebut, K.H. Syukron Ma’mun dalam tausiahnya mengajak masyarakat untuk rajin membaca, memahami, dan menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk kehidupan sehari-hari.

​“Berbuat amar makruf nahi mungkar adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafur (negara yang baik dan senantiasa dalam ampunan Tuhan),” ucapnya.

​Sebagai puncak acara, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikadi Provinsi Banten, K.H. Komarudin Akyas, mengukuhkan Pengurus Dai dan Daiah untuk Program Pengentasan Buta Huruf Al-Quran PW Ikadi Banten Periode 2026–2030. Pada kesempatan itu, turut diperkenalkan metode inovatif bernama "Mama Papa" sebagai cara efektif untuk belajar membaca huruf Al-Quran. (Zal)

Wagub Banten Ajak Orang Tua Kenalkan Catur untuk Cegah Anak Kecanduan Gawai

Wagub Banten Ajak Orang Tua Kenalkan Catur untuk Cegah Anak Kecanduan Gawai

detakbanten.com, KAB. TANGERANG - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak para orang tua untuk mengenalkan olahraga catur kepada anak-anak guna meminimalkan ketergantungan terhadap gawai. Menurutnya, catur dapat mengasah kecerdasan, daya analisis, dan ketangkasan anak dalam menyusun strategi.

​Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Putaran Keempat Open Ngeround Non-Master di Kantor Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (20/9/2026).

​Wagub Dimyati menilai, saat ini dunia anak-anak sangat rentan terpengaruh oleh media sosial dari gawai yang mereka mainkan setiap hari. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

​"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk para pengurus Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia), untuk memasyarakatkan olahraga catur ini sehingga semakin disenangi oleh semua kalangan," kata Wagub Dimyati.

​Ia menambahkan, catur adalah olahraga yang mudah dan murah sehingga bisa dimainkan oleh siapa saja dan kapan saja. Oleh karena itu, Wagub Dimyati mendukung penuh berbagai ajang pembinaan atlet yang digelar oleh pengurus Percasi di tingkat kabupaten/kota.

​"Apa yang dilakukan oleh pengurus Percasi Kabupaten Tangerang ini sudah bagus dan harus diikuti oleh pengurus di daerah lain dalam rangka mencari bibit-bibit atlet catur profesional," tuturnya.

​Sementara itu, Ketua Percasi Kabupaten Tangerang Hendra menjelaskan, putaran keempat ini merupakan tahap akhir sebelum memasuki babak final pada putaran kelima dalam waktu dekat. Sebanyak 102 peserta mengikuti kompetisi putaran ini, dan jumlah tersebut diharapkan terus meningkat pada babak final nanti.

​"Putaran (ngeround) yang kita laksanakan ini merupakan bentuk pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet unggul untuk mengikuti berbagai ajang turnamen ke depan," ujar Hendra.

​Hendra mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang akan digelar di Kota Tangerang Selatan pada 15–23 November 2026. Ajang olahraga terbesar di Banten tersebut akan mempertandingkan 60 cabang olahraga, termasuk catur.

​"Kami bertekad cabang olahraga catur (Kabupaten Tangerang) bisa meraih hasil yang terbaik," ucapnya. (Zal)

Go to top