Items filtered by date: Wednesday, 10 June 2026

detakbanten.com TANGSEL- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pemakaman bagi masyarakat melalui penyediaan lahan, pelayanan administrasi, serta pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tersebar di wilayah kota perdagangan dan jasa ini.

Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan pelayanan pemakaman merupakan salah satu layanan dasar yang harus hadir dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan sarana, prasarana, serta sistem pelayanan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen memberikan pelayanan pemakaman yang tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami terus melakukan pengembangan fasilitas pemakaman sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” kata Aries.

Menurut Aries, pengelolaan layanan pemakaman tidak hanya mencakup penyediaan lahan makam, tetapi juga pembangunan dan pemeliharaan sarana pendukung yang dibutuhkan masyarakat.

Salah satu lokasi yang terus dikembangkan adalah TPU Sarimulya di Kecamatan Setu. Kawasan tersebut disiapkan sebagai salah satu pusat layanan pemakaman yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tangerang Selatan dalam jangka panjang.

Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman pada Disperkimta Kota Tangsel Agus Mulyadi menjelaskan bahwa seluruh pelayanan pemakaman di kota dengan tujuh kecamatan ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemakaman dan Pengabuan Jenazah. Peraturan tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan pelayanan pemakaman, mulai dari penggunaan petak makam, perizinan, hingga pengelolaan sarana dan prasarana pemakaman.

Saat ini Bidang Pertanahan dan Pemakaman mengelola sejumlah TPU yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tangsel, termasuk TPU Sarimulya yang terus ditata dan dikembangkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Agus menjelaskan bahwa pelayanan yang menjadi kewenangan pemerintah meliputi penyediaan lahan makam, verifikasi persyaratan administrasi, serta penerbitan izin penggunaan petak makam.

Untuk mendapatkan pelayanan pemakaman, masyarakat cukup melengkapi sejumlah dokumen yang dipersyaratkan, antara lain KTP almarhum atau almarhumah, Kartu Keluarga, surat keterangan kematian dari rumah sakit atau kelurahan, serta identitas ahli waris atau pemohon. Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, petugas akan memproses administrasi dan penempatan petak makam sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bidang Pertanahan dan Pemakaman bertugas menyediakan lahan makam dan memberikan pelayanan administrasi pemakaman kepada masyarakat. Sementara untuk kebutuhan teknis yang berkaitan dengan prosesi pemakaman, menjadi kebutuhan yang dipersiapkan oleh keluarga atau ahli waris sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Agus.

Ia menjelaskan kebutuhan teknis tersebut dapat berupa jasa penggalian makam, penyediaan tenda, papan, rumput, maupun nisan yang pelaksanaannya dilakukan oleh penyedia jasa di luar pelayanan administrasi pemerintah.

Selain pelayanan pemakaman, Disperkimta juga terus melakukan pembangunan dan pemeliharaan sarana serta prasarana TPU. Berbagai fasilitas seperti jalan lingkungan, drainase, pagar, turap, fasilitas ibadah, kantor pengelola, dan fasilitas pendukung lainnya terus ditingkatkan guna menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, Bidang Pertanahan dan Pemakaman juga menyediakan layanan call center yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pengaduan masyarakat terkait pelayanan pemakaman.

Aries menambahkan, pelayanan pemakaman yang baik tidak hanya diukur dari ketersediaan lahan makam, tetapi juga dari kepastian pelayanan, kenyamanan fasilitas, serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi

“Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan pemakaman di Kota Tangerang Selatan semakin baik dari waktu ke waktu. Harapannya masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan memberikan kepastian,” pungkasnya. (*)

Published inTangsel

detakbanten.com  KOTA TANGSEL - Tim Pertamina Gas bersama unsur TNI (Koramil 08/Pamulang), Polri (Polsek Pamulang), dan Seksi Ketentraman Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Pamulang, serta pihak terkait lainnya melakukan penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang jalur pipa gas, khususnya di kawasan Kelurahan Pamulang Barat  Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten pada 9 hingga 10 Juni 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya sterilisasi jalur pipa guna menjaga keselamatan masyarakat dan keamanan infrastruktur vital nasional.

Jalur pipa gas Pertamina di Pamulang merupakan bagian dari jaringan transmisi gas regional yang membentang dari wilayah Sukabumi, Bogor, dan Depok menuju kawasan industri di Cilamaya, Karawang. Tahap pertama penertiban jalur pipa gas dari bangunan liar di kawasan Pamulang meliputi area yang berbatasan dengan fasilitas umum, dari bundaran Pamulang hingga ujung batas kompleks perumahan Pamulang Permai I di wilayah Kelurahan Pamulang Barat. 

Diketahui, infrastruktur strategis ini dikelola oleh Pertamina Gas bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Namun dalam praktiknya, area jalur pipa banyak dimanfaatkan pihak yang tidak memiliki hak untuk bangunan liar (bangli), sarana olahraga, parkiran kendaraan, mushola, warung kopi, hingga berbagai aktivitas lainnya.

Kepada awak media, Muhammad Putra Dewanto, Head of External Relation East Region di PT Pertamina Gas di lokasi penertiban jalur pipa gas menjelaskan, kegiatan penertiban dilakukan dalam dua hari ini, untuk memastikan jalur pipa tetap steril demi keselamatan warga sekitar.

“Melanjutkan kegiatan kemarin, kita melakukan penertiban jalur ROW atau sterilisasi untuk menjaga safety warga sekitar. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, tanggal 9 dan 10 Juni,” ujar Putra Dewanto.

Ia juga menambahkan, setelah proses penertiban selesai, pihaknya akan melanjutkan dengan pembersihan sisa bangunan dan material lainnya di lokasi.

“Setelah dua hari ini, kegiatan selanjutnya adalah pembersihan bekas bangunan dan lainnya. Targetnya sampai ujung area Pamulang Barat,” lanjutnya.

Menurutnya, para pemanfaat tanpa hak yang berada di sepanjang jalur pipa telah memahami dan menyetujui proses pembongkaran bangunan tersebut demi kepentingan bersama.

Sementara itu, Danramil 08/Pamulang Mayor (TNI) Syahrul saat memimpin apel kesiapsiagaan penertiban jalur pipa gas di kawasan Pamulang Permai, Rabu (10/06/2026), menegaskan pentingnya menjaga jalur pipa dari pemanfaatan ilegal.

“Untuk keselamatan diri kita dan anak cucu kita, tidak ada lagi pemanfaatan lahan oleh bukan pemilik di sepanjang jalur pipa gas milik Pertamina Gas,” tegasnya.

Pertamina Gas berharap, penertiban ini dapat meningkatkan keamanan jalur distribusi gas sekaligus meminimalkan potensi risiko yang dapat membahayakan masyarakat sekitar. (Zal)

Published inTangsel

detakbanten.com CIPUTAT – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyambut keberhasilan panen perdana bawang merah varietas Batu yang dibudidayakan melalui demplot pertanian di Kota Tangerang Selatan. Panen tersebut menjadi penanda positif hasil uji coba pupuk bio-organik berbasis mikroba produksi PT BioArk Global Pte. Ltd. asal Singapura yang mampu mendukung pertumbuhan bawang merah secara optimal di wilayah dataran rendah.

Panen Hasil Demplot Bawang Merah Varietas Batu tersebut digelar bersamaan dengan Pasar Murah Hasil Bumi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang, Selasa (9/6/2026).

Keberhasilan budidaya ini menarik perhatian karena bawang merah selama ini dikenal lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian tertentu. Namun melalui penggunaan pupuk Arktivate, tanaman bawang merah varietas Batu mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan ukuran umbi yang lebih besar.

Benyamin mengatakan hasil panen tersebut menjadi temuan yang menggembirakan bagi pengembangan pertanian perkotaan di Tangerang Selatan. Menurutnya, inovasi teknologi pertanian perlu terus didorong untuk menjawab keterbatasan lahan dan kondisi geografis daerah.

"Yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya tidak dapat tumbuh di daerah seperti kita karena ketinggiannya, namun dengan pupuk ini produksinya bagus sekali. Bawangnya lebih besar," ujar Benyamin.

Melihat hasil yang diperoleh, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PT BioArk Global melalui DKP3 untuk mengkaji pemanfaatan pupuk tersebut secara lebih luas.

Apabila hasil uji coba lanjutan terus menunjukkan perkembangan positif, pupuk Arktivate akan diproduksi dalam jumlah lebih besar dan didistribusikan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi bawang merah skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Bawang itu konsumsi dapur yang cukup banyak, selain cabai dan sebagainya. Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksi rumah tangganya cukup besar di Tangsel," ucapnya.

Ia menjelaskan, uji coba saat ini masih difokuskan pada komoditas bawang merah yang umum dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, pengembangan pada komoditas lain seperti cabai masih akan dikaji lebih lanjut seiring evaluasi hasil yang diperoleh dari demplot tersebut.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan Arktivate merupakan produk yang dikembangkan di Singapura dengan kandungan mikroba bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas hasil panen. Produk tersebut juga dirancang untuk membantu tanaman menghadapi tantangan perubahan iklim

"This soil has proven to retain moisture by 20 percent and it also can retain the nutrients by 10 percent, so it can perform much better than the usual organic soil," jelas Edward.

Menurut Edward, media tanam yang menggunakan teknologi mikroba tersebut mampu mempertahankan kelembapan tanah hingga 20 persen dan menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih baik dibandingkan pupuk organik konvensional, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman.

Published inTangsel

Go to top