Mampu Produksi Polyester Film 25 Ribu Ton Per Tahun, PT MFI Resmikan Pabrik Baru

Pabrik baru PT MFI yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, diresmikan, Kamis (28/7/2022). Pabrik baru PT MFI yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, diresmikan, Kamis (28/7/2022).

Detakbanten.com, CILEGON - PT MC PET Film Indonesia (MFI) melakukan ekspansi dengan membangun pabrik baru yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Kamis (28/7/2022). Diketahui, pabrik baru Polyester Film dengan nilai investasi USD 156 juta atau setara dengan Rp 2,3 Triliun.

Presiden Direktur PT MFI, Bambang H Satrosatomo mengatakan, pabrik baru MFI akan menghasilkan polyester film dengan kapasitas produksi 25.000 ton per tahun. Dengan pengoperasian pabrik baru ini, kapasitas produksi akan meningkat menjadi 45.000 ton per tahun dari pabrik sebelumnya.

“Pabrik yang baru ini kapasitasnya 25.000 ton pertahun, jadi lebih dari pada yang sebelumnya. Sebelumnya itu 20.000 ton, jadi total yang sekarang ini menjadi 45.000 ton,” kata Bambang kepada awak media saat konferensi pers usai peresmian, Kamis (28/7/2022).

Lebih lanjut, Bambang menyatakan, pabrik dengan teknologi tinggi ini akan memproduksi polyester film untuk aplikasi komponen elektronik dalam teknologi komunikasi 5G dan 6G. Hasil produksinya akan di ekspor ke luar negeri.

“Sementara ini karena yang memakai produk kita ini belum ada di Indonesia, teknologi tinggi untuk aplikasi awalnya seperti handphone, televisi digital sekarang ini masuk kepada untuk generasi telekomunikasi 5G sama 6G. Jadi belum ada yang mampu membuat itu di Indonesia, jadi selama ini hampir 100 persen ekspor,” ujarnya.

Dikatakan Bambang, baik perusahaan dan pemerintah mengharapkan dengan penambahan kapasitas serta penerapan teknologi tinggi dapat menarik investor lain ke Indonesia terutama di sektor hilir. “Dengan kita memperbesar kapasitas ini dan penerapan kualitas yang tinggi ini, mudah-mudahan juga menarik investor lain lebih ke hilirnya untuk bisa investasi ke Indonesia. Karena itu akan ada nilai tambahnya juga,” terangnya.

Kemudian, ia menyatakan, selama berjalannya investasi, perusahaan merasakan bantuan pemerintah sangat luar biasa. Itu diawali dengan adanya keringanan pemberian insentif pajak tax holiday oleh Kementerian Investasi. Kemudian baik Kementerian Perindustrian maupun Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Cilegon juga membantu kelancaran pembangunan konstruksi pabrik.

“Saya merasakan selama investasi ini, bantuan dari pemerintah sangat luar biasa. Diawali dari tax holiday yang sangat dibantu oleh kementerian investasi. Setelah itu, Kementerian Perindustrian juga Pemerintah Provinsi Banten dan Cilegon, itu juga sangat membantu kelancaran konstruksi,” terangnya.

Mengenai keterlibatan pengusaha lokal, kata dia, perusahaan memprioritaskan hal itu sejak awal pembangunan pabrik. Tetapi karena pabrik berteknologi tinggi maka perusahaan melakukan seleksi yang berkualitas. Hal itu dilakukan untuk menjamin keselamatan kerja. Karena kalau terjadi kelalaian maka akan mendapat komplain dari konsumen dan yang dirugikan adalah perusahaan. Oleh karena itu, keikutsertaan pengusaha lokal tetap harus melalui proses seleksi.

Kemudian kontribusi perusahaan tidak hanya mengikut sertakan pengusaha lokal, tapi kata dia, juga perekrutan tenaga kerja lokal. Dari 100 orang tenaga kerja tetap yang direkrut, 85 persen diantaranya berasal dari Kota Cilegon dan Serang.

“Kemarin ini kita merekrut untuk tenaga tetap di pabrik ini, 100 orang, 85 persen itu asalnya dari sini, Cilegon, Serang, 85 persen. Dan itu pun harus kita banggakan. Itupun melalui seleksi yang ketat. Jadi memang (perekrutan tenaga kerja lokal) kita sudah bagian dari pada komitmen kita,” terangnya.

Diketahui dalam persemian tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Investasi RI, Ignatius Warsito, Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Maman Mauludin.

Dirjen IKFT Kementerian Investasi RI, Ignatius Warsito menyatakan, pemerintah dalam dua tahun terakhir telah membuktikan investasi terus berlangsung di Indonesia salah satunya investasi pembangunan pabrik baru MFI. Ia menuturkan, dengan adanya investasi tersebut membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Saya yakin momentum ini kita bisa jadikan bersama-sama dengan Pak Gubernur, kemudian juga salah satu pak Direktur kami yang mengawal terus, bagaimana rohmat plastik dan barang plastik itu menuju kemandirian industri,” tuturnya.

Sementara, Penjabat Gubernur Banten, Al-Muktabar berterima kasih dengan investasi pabrik baru MFI. Atas investasi yang ditanam tentu ekonomi di Provinsi Banten terjadi pergerakan. Ia mengaku Pemprov Banten akan berusaha bersama Pemerintah Pusat menjaga investasi dapat berkelanjutan. Sebagai komitmen dan upaya daya dukung pihaknya memajukan industrialisasi di Banten.

“Kita terus mengupayakan hal-hal lain yang memang diperlukan sebagai daya dukung untuk terus majunya industrialisasi di Provinsi banten tidak saja di kawasan ini tetapi di beberapa kawasan lain,” tandasnya. (man)

 

 

Go to top