Items filtered by date: Friday, 25 September 2026
Wagub Dimyati: Provinsi Banten Siap Menjadi Pusat Ekosistem Industri Halal
detakbanten.com KAB. TANGERANG - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan bahwa Provinsi Banten siap menjadi pusat ekosistem industri halal. Kesiapan ini didukung oleh identitas daerah yang kuat dengan moto "Iman dan Takwa".
"Provinsi Banten memiliki tradisi ulama dan santri yang kental," tegas Wagub Dimyati saat menghadiri Indo Halal International Industry Expo (IHIEX) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (24/9/2026).
Menurut Wagub Dimyati, penunjukan Banten sebagai tempat penyelenggaraan pameran industri halal sangatlah tepat. Ia menilai bahwa produk halal memiliki peran spiritual dan sosial yang amat penting bagi kehidupan masyarakat.
"Kepatuhan pada aturan halalan tayiban bukan sekadar urusan konsumsi, melainkan langkah nyata untuk menjaga kesucian diri dan akhlak," ucapnya.
Ia menambahkan, mengonsumsi produk halal berperan penting dalam upaya menyucikan harta dan hati, membentuk budi pekerti yang baik, serta sebagai wujud kesetiaan dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan industri halal secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai esensial untuk meningkatkan daya saing produk nasional di kancah global.
"Pengembangan industri halal bukan hanya soal mempermudah sertifikasi, melainkan tentang membangun kekuatan ekonomi dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global," tegas Agus.
Acara pembukaan IHIEX 2026 turut dirangkaikan dengan penyerahan Indonesia Halal Industry Awards 2026. Pada kesempatan tersebut, Wagub Dimyati menyerahkan penghargaan untuk kategori Produksi Industri Makanan Halal Terbaik kepada PT Mayora Indah Tbk (skala industri besar) dan PT Makacha Boga Utama (skala UMKM).
Selain itu, penghargaan kategori Produksi Industri Minuman Halal Terbaik diserahkan kepada PT Cisarua Mountain Dairy untuk skala industri besar, dan PT Asia Agri Nusa untuk skala UMKM.
Sebagai informasi, IHIEX 2026 diselenggarakan oleh PT Dyandra Promosindo pada 24–27 September 2026. Pameran industri halal internasional tahunan ini mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, fesyen, kosmetik, hingga layanan keuangan syariah, guna memperkuat daya saing produk halal nasional di pasar global. (Zal)
Benyamin Davnie Dampingi Andra Soni Temui Keluarga Jurnalis Arupadhatu I di Tangsel
detakbanten.com TANGSEL — Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengunjungi kediaman keluarga almarhum jurnalis kru kapal Arupadhatu I di Komplek Ciater Permai, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan menyampaikan perkembangan terbaru pencarian delapan orang kru kapal Arupadhatu I yang hilang sejak 7 September 2026.
Andra mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan keluarga para kru kapal yang hingga kini belum ditemukan.
“Ya, hari ini saya dengan Pak Walikota Tangerang Selatan bersilaturahmi kepada istri atau keluarga dari Pak Donal, salah satu kawan-kawan kita dari jurnalis yang sampai hari ini, sejak tanggal 7 September sampai dengan hari ini belum ditemukan,” ujar Andra.
Ia mengatakan, saat berada di posko SAR, dirinya telah menyampaikan kepada keluarga bahwa pemerintah akan memberikan informasi setiap perkembangan terbaru terkait pencarian.
Andra juga menjelaskan perkembangan penemuan jenazah tidak dikenal di perairan Pulau Enggano, Bengkulu Utara, pada 12 September 2026. Saat itu, tim belum dapat memastikan keterkaitan jenazah tersebut dengan kapal Arupadhatu I.
Menurut Andra, pihak kepolisian kemudian melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengidentifikasi jenazah tersebut. Pemeriksaan meliputi sidik jari, pembanding gigi, hingga pemeriksaan DNA.
“Hasil DNA, jenazah yang ditemukan di Enggano, Bengkulu Utara tersebut identik dengan Pak Suratman, salah satu atau ABK yang ada di kapal tersebut. Dan itu identik dengan Tuan Yayat, sampel DNA-nya,” ujarnya.
Sementara itu, Andra menyebut tujuh kru lainnya hingga Jumat (25/9/2026) belum mendapat perkembangan mengenai keberadaan mereka.
Ia juga menyampaikan adanya penemuan jenazah di sekitar perairan Mukomuko, Bengkulu. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan jenazah tersebut tidak identik dengan kru Arupadhatu I.
Andra mengatakan, dirinya bersama Benyamin akan terus mendampingi keluarga para kru kapal yang hilang.
“Saya dengan Pak Walikota nanti kita akan mendampingi terus apa yang diperlukan oleh Ibu,” ujarnya.
Operasi SAR Resmi Dihentikan
Terkait harapan keluarga agar proses pencarian kembali berlanjut, Andra menjelaskan operasi gabungan pencarian dan pertolongan Arupadhatu I telah dihentikan secara resmi.
Ia mengatakan, tim SAR melakukan pencarian hingga hari ke-10 setelah mendapat perpanjangan waktu atas permintaan keluarga.
“Penemuan jenazah itu adalah hari keenam kejadian atau hari kelima pencarian. Nah, pencarian terus dilakukan sampai dengan hari ke-10,” ujarnya.
Andra menjelaskan, Undang-Undang SAR mengatur proses pencarian dan pertolongan selama tujuh hari. Pemerintah dapat memperpanjang proses tersebut atas permintaan keluarga atau kepala daerah setempat.
“Atas permintaan keluarga, maka kita minta untuk diperpanjang,” ujarnya.
Namun, setelah perpanjangan operasi dan pengerahan personel, tim belum menemukan titik terang maupun petunjuk baru mengenai keberadaan kru lainnya.
“Dengan berat hati, operasi gabungan pencarian dan pertolongan kejadian Arupadhatu I ini dihentikan secara resmi,” ujarnya.
Meski operasi gabungan telah berhenti, Andra memastikan tindak lanjut terhadap informasi baru tetap berjalan.
Menurutnya, pemerintah masih melakukan broadcast serta komunikasi dengan kapal-kapal yang melintas di jalur pencarian. Jangkauan komunikasi tersebut juga diperluas hingga wilayah Bengkulu.
“Jadi operasionalnya memang sudah dihentikan, tapi terkait dengan tindak lanjut setiap informasi itu dilakukan. Makanya ini salah satunya, informasi yang kita dapat, kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Pemerintah Bahas Pendampingan Keluarga
Andra juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah membahas dukungan bagi keluarga para kru kapal yang hilang, termasuk kebutuhan pendidikan anak.
Ia mengatakan, kunjungan ke sejumlah keluarga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengetahui kebutuhan mereka secara langsung.
“Saya keliling ini salah satu dalam rangka itulah. Saya keliling tapi saya mungkin enggak perlu sampaikan di sini. Tapi intinya seluruh keluarga dari delapan orang ini kami masih keep in touch, masih tersambung,” ujarnya.
Andra menyebut keluarga juga menyampaikan sejumlah kendala yang membutuhkan tindak lanjut pemerintah.
Ia mengatakan, pemerintah akan berupaya membantu kebutuhan keluarga tersebut.
“Tadi juga dengan istrinya Pak Dahus, anak mereka tiga, paling besar 9 tahun, paling kecil 6 tahun, usia masih SD. Ya, pertama pendampingan untuk jiwa, mental dan sebagainya itu dilakukan,” ujarnya.
Selain pendampingan mental, pemerintah juga membicarakan kebutuhan lain yang berkaitan dengan kondisi keluarga para kru kapal.
“Kedua, tentunya kita bicarakan juga soal lain-lain yang kemudian untuk menghormati,” ujarnya.
Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Bantuan Kemenkes, Cath Lab Ditargetkan Beroperasi Januari 2027
detakbanten.com TEBING TINGGI – Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, meninjau langsung kesiapan fasilitas Laboratorium Kateterisasi atau Catheterization Laboratory (Cath Lab) bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di RSUD Dr. H. Kumpulan Pane, Jalan Dr. Kumpulan Pane No. 226, Kelurahan Durian, Kamis (24/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan modern itu sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung penanganan penyakit jantung dan layanan medis lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Iman Irdian Saragih didampingi Wakil Ketua I DPRD Tebing Tinggi, pimpinan Komisi I DPRD serta sejumlah anggota DPRD melihat langsung kondisi ruangan dan fasilitas Cath Lab yang telah tersedia di RSUD Dr. H. Kumpulan Pane.
"Kita juga sudah meninjau langsung Cath Lab, bantuan dari Kemenkes RI. Insyaallah bisa beroperasi bulan Januari 2027 mendatang," ujar Iman.
Menurutnya, keberadaan Cath Lab merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Tebing Tinggi.
"Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan RSUD Dr. H. Kumpulan Pane dalam memberikan pelayanan medis kepada masyarakat," paparnya.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada Kota Tebing Tinggi melalui dukungan fasilitas kesehatan.
"Terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kemenkes yang telah peduli memperhatikan Kota Tebing Tinggi. Setelah Cath Lab, insyaallah unit CT Scan juga menyusul bulan depan sehingga bisa langsung dioperasikan di RSUD dr. H. Kumpulan Pane," katanya.
Selain Cath Lab, RSUD Dr. H. Kumpulan Pane dijadwalkan mendapatkan unit CT Scan baru pada Oktober 2026. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan semakin melengkapi sarana diagnostik dan pelayanan medis di rumah sakit milik Pemerintah Kota Tebing Tinggi tersebut.
Iman menilai peningkatan fasilitas kesehatan menjadi penting mengingat posisi RSUD Dr. H. Kumpulan Pane yang selama ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi masyarakat dari wilayah sekitar Kota Tebing Tinggi.
"Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dari sejumlah wilayah kabupaten tetangga, di antaranya Kabupaten Serdang Bedagai, Simalungun dan Batu Bara, turut mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut, termasuk warga dari kawasan Bandar Khalipah dan Sipispis, " tandas Iman.
Karena itu, Iman mendorong peningkatan fasilitas kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan.
Menurutnya, fasilitas modern perlu didukung sumber daya manusia dan pelayanan yang baik agar kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Dr. H. Kumpulan Pane semakin kuat.
"Seluruh jajaran manajemen serta tenaga medis rumah sakit terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan bertambahnya fasilitas Cath Lab dan CT Scan," bilangnya.
Pemko Tebing Tinggi berharap RSUD Dr. H. Kumpulan Pane semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi maupun warga dari daerah sekitar. (ap).
Hanyut di Sungai Sei Lepan, Pria 53 Tahun di Langkat Ditemukan Meninggal Dunia
detakbanten.com LANGKAT – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Herson Franki Hutauruk (53), warga yang sebelumnya dilaporkan diduga hanyut di Sungai Sei Lepan, Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (24/9/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 12.40 WIB, berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian (LKP). Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 13.25 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC), mengatakan proses pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan mengoptimalkan peralatan yang tersedia di lapangan.
"Saat tim tiba di lokasi, tim langsung menerima laporan bahwasanya ada nelayan yang menemukan korban, sehingga tim langsung menuju lokasi guna mengevakuasi korban," ujar Hery.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu korban dilaporkan terpeleset di pinggir Sungai Sei Lepan.
"Pencarian awal dilakukan pihak kepolisian bersama keluarga korban dan masyarakat sekitar. Namun, hingga laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, korban belum ditemukan," ungkapnya.
Keluarga korban kemudian meminta bantuan pencarian kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui Rahmat Iriadi dari BPBD Langkat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengerahkan tujuh personel Tim Rescue beserta peralatan SAR menuju lokasi. Tim kemudian berkoordinasi dengan Polsek Babalan dan BPBD Langkat dalam pelaksanaan pencarian.
Hery menjelaskan, setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga.
"Setelah korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan proses evakuasi dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban dan selesainya proses evakuasi, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan, pemerintah setempat, masyarakat serta keluarga korban yang telah mendukung proses pencarian dan pertolongan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di sekitar sungai. Kenali kondisi lingkungan dan potensi bahayanya, serta hindari melakukan aktivitas seorang diri di area yang berisiko," ujarnya. (ap).
Teks foto: Tim SAR evaluasi korban hanyut fi sungai di Langkat.
Ikuti Evaluasi SAKIP, Pemprov Banten Pertajam Orientasi Kinerja Aparatur Berbasis Dampak
detakbanten.com BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mempertajam kinerja birokrasi agar lebih berorientasi pada hasil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov Banten menyambut baik evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi saat mengikuti evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026 secara virtual dari Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (24/9/2026). Menurutnya, evaluasi SAKIP bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pemerintahan berjalan dalam satu rangkaian yang berorientasi pada hasil.
“Bagi kami, evaluasi SAKIP bukan semata mengenai nilai atau pemenuhan dokumen. Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh proses pemerintahan—mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengukuran, hingga evaluasi—benar-benar dalam satu rangkaian yang berorientasi pada hasil,” ujar Deden.
Ia menyampaikan, Pemprov Banten menyadari bahwa kualitas manajemen kinerja masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, rekomendasi dari hasil evaluasi sebelumnya dijadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan yang berkelanjutan.
Deden menjelaskan, implementasi SAKIP Provinsi Banten dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan. Nilai SAKIP Provinsi Banten meningkat dari 66,45 poin pada 2021 menjadi 69,50 poin pada 2025.
“Kami berharap upaya yang dilakukan pada tahun ini bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemprov Banten juga telah menetapkan target capaian SAKIP sebesar 70,10 poin. Target tersebut, menurut Deden, menjadi bagian dari arah penguatan arsitektur kinerja Pemprov Banten.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB Nurhasni menegaskan, evaluasi SAKIP bukan sekadar melihat kelengkapan dokumen, kesesuaian indikator, atau sebatas memperoleh nilai evaluasi yang tinggi.
Menurutnya, hal yang esensial adalah memastikan sistem kinerja dapat membantu pemerintah dalam menentukan prioritas, memilih intervensi yang tepat, mengalokasikan anggaran secara efektif, serta menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ukuran keseluruhannya adalah ketika setiap rupiah anggaran semakin efektif menghasilkan manfaat, setiap perangkat daerah semakin jelas kontribusinya, dan setiap program semakin nyata dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Banten,” ujar Nurhasni.
Ia juga mendorong agar kinerja antarperangkat daerah semakin terhubung. Hal ini mengingat setiap perangkat daerah perlu memahami tanggung jawab dan kontribusinya dalam menghasilkan capaian pembangunan yang sama. Selain itu, data kinerja diharapkan tidak hanya dikumpulkan untuk kepentingan pelaporan, tetapi juga dibaca dan dibahas secara berkala.
Dengan demikian, pemerintah dapat segera mengetahui akar masalah dan menentukan tindakan yang solutif. Nurhasni berharap evaluasi SAKIP Provinsi Banten Tahun 2026 dapat menjadi media untuk memperkuat budaya kinerja di lingkungan Pemprov Banten.
“Dengan semangat tersebut, mari kita manfaatkan evaluasi ini sebagai ruang untuk belajar, melakukan perbaikan, dan memastikan bahwa seluruh sumber daya Pemprov Banten diarahkan pada hasil pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat,” tuturnya. (Zal)
Miliki Sabu, Warga Jayanti Tangerang Dibekuk Polisi
detakbanten.com TANGERANG -- Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial MP (26), warga Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 8 bungkus plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 14,52 gram.
MP ditangkap pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Taman Cikande, Jalan Melati III, Kelurahan Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
"Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan tindakan kepolisian terhadap MP yang saat itu berada di dalam rumah kontrakan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kamis (24/9/2026).
Indra Waspada menjelaskan, petugas melakukan penggeledahan terhadap badan, pakaian, serta tempat tertutup lainnya. Dari hasil penggeledahan tersebut ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika.
Dari hasil penggeledahan, sebanyak tujuh paket diduga sabu ditemukan dalam kemasan kecil dengan berat bruto antara 0,17 gram hingga 0,37 gram. Sementara satu paket lainnya memiliki berat bruto 12,77 gram.
Sebagian barang bukti tersebut ditemukan di dalam sebuah dompet berbahan kain warna biru muda yang disimpan di saku celana MP. Sebagian lainnya ditemukan di dalam keranjang yang berada di dapur rumah kontrakan.
Selain narkotika yang diduga sabu, polisi turut mengamankan satu timbangan elektrik warna silver, tiga alat menyerupai sendok yang terbuat dari uang kertas pecahan Rp2.000 dan dua sedotan, lima potongan sedotan plastik warna merah muda, serta satu korek gas yang telah dimodifikasi.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MP diduga berperan sebagai perantara dalam jual beli, serta menyimpan, memiliki, menguasai dan mengedarkan narkotika jenis sabu," ujar Indra Waspada.
Dia menegaskan, Polresta Tangerang akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika. Menurutnya, kepolisian tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga terus mengembangkan informasi untuk mengungkap jaringan atau pihak lain yang berkaitan.
Dia juga menegaskan, pemberantasan narkotika merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak penyalahgunaan narkoba.
Selanjutnya, MP bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolresta Tangerang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.





