Satresnarkoba Polres Sergai Ringkus Dua Pengedar dan Seorang Pembeli Sabu di Dolok Masihul
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengedar serta seorang pembeli narkotika jenis sabu dalam penggerebekan di Dusun IV, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua plastik klip transparan ukuran sedang dan satu plastik klip kecil yang diduga berisi sabu dengan berat bruto sekitar 1,8 gram.
Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, membenarkan keberhasilan Satresnarkoba Polres Sergai dalam mengungkap kasus tersebut.
Ia mengatakan penindakan itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas peredaran narkotika di Dusun IV, Desa Martebing.
"Benar, Sat Res Narkoba Polres Sergai telah mengamankan tiga orang laki-laki yang tertangkap tangan diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Keberhasilan ini merupakan respon cepat atas informasi masyarakat.
Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Sat Res Narkoba Polres Sergai untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar AKP Bringin Jaya, Rabu (29/7/2026).
Penangkapan dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai maraknya dugaan transaksi narkotika di wilayah tersebut.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Penyelidik Satresnarkoba Polres Sergai segera melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi sabu," terangnya.
Setelah memperoleh informasi yang akurat, petugas langsung bergerak menuju sebuah rumah yang diduga milik seorang pria berinisial Dani alias Boneng.
Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati tiga orang laki-laki yang diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Ketiganya langsung diamankan bersama sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.
"Dari hasil interogasi awal, tersangka warga Sergai berinisial BSS (30) mengakui berperan sebagai penjual atau pengedar sabu di rumah tersebut. Sementara MRS (27) mengaku membantu BSS dalam menjalankan aktivitas penjualan narkotika," bilangnya.(ap).
Teks foto: Pengedar sabu asal Sergai ditangkap Polisi.
Polairud Batu Bara Hentikan Pencarian ABK Hilang di Perairan Pulau Berhala
detakbanten.com BATU BARA – Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Wanda (30), anak buah kapal (ABK) pukat jaring pari asal Desa Pantai Burung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melaut di perairan Selat Malaka, sekitar 10 mil dari Pulau Berhala.
Keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah upaya pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah melakukan penyisiran secara maksimal, namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, mengatakan, selama operasi berlangsung tim gabungan telah melakukan pencarian menggunakan Kapal Patroli KP II-2025 milik Polairud Pagurawan dengan metode yang sama di wilayah perairan Selat Malaka.
"Tidak hanya menyisir lokasi kejadian, tim SAR juga telah berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta instansi terkait lainnya," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian diminta turut membantu melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban.
"Hingga pukul 17.20 WIB, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh potensi SAR yang terlibat, dan karena tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan, maka disepakati operasi SAR dihentikan, diusulkan untuk ditutup, dan selanjutnya dilanjutkan dengan pemantauan," ungkap Ipda Hendrico.
Ia menambahkan, seluruh personel dari berbagai unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah operasi resmi ditutup.
Meski demikian, Polairud Pagurawan memastikan akan tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan Selat Malaka. Koordinasi dengan para nelayan juga akan terus dilakukan apabila sewaktu-waktu ditemukan jasad di laut.
"Apabila ada nelayan atau kapal yang menemukan jasad di perairan, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat segera dilakukan evakuasi dan identifikasi untuk memastikan apakah jasad tersebut merupakan korban yang masih dalam pencarian," katanya.
Sementara itu, pihak keluarga mulai menerima kenyataan pahit atas belum ditemukannya Wanda. Atan (45), salah seorang keluarga korban, mengaku pasrah setelah seluruh proses pencarian dilakukan secara maksimal.
"Kami hanya bisa pasrah. Harapan kami semoga Wanda tetap bisa ditemukan agar dapat dibawa pulang dan dimakamkan secara layak," ungkapnya. (ap).
Teks foto: Tim SAR gabungan dengan keluarga korban sepakat menghentikan pencarian ABG pukat jaring pari yang hilang di selat Malaka.
Semarakkan HUT RI ke-81, Lions Club Gelar Operasi Katarak Gratis di Sergai
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI - Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lions Club akan menggelar kegiatan bakti sosial operasi mata katarak gratis.
Terpisah, Presiden Lions Club, Hartono Candra didampingi Ketua Daerah Lions Club Wilayah Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, Hidayat Utomo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kegiatan kemanusiaan ini akan dilaksanakan di RSUD Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dengan sasaran utama masyarakat kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan akibat penyakit katarak," ujarnya, Selasa (29/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya Lions Club telah menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Batu Bara dengan sasaran warga kurang mampu.
"Bakti sosial operasi katarak gratis ini bertujuan membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk menjalani tindakan operasi," ungkap Hartono.
Hartono menambahkan, pendaftaran sekaligus pemeriksaan mata bagi calon peserta akan dilaksanakan pada 23 Agustus, sedangkan tindakan operasi dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus di RSUD Sultan Sulaiman.
"Sebelum operasi, peserta akan mengikuti pemeriksaan mata guna mengetahui apakah bisa dioperasi atau tidak," tandanya.
Menurutnya, biaya operasi katarak di rumah sakit dapat mencapai puluhan juta rupiah, terutama jika dilakukan pada kedua mata. Jumlah tersebut tentu menjadi beban yang sangat berat bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
"Untuk operasi pada sepasang mata, biayanya bisa mencapai sekitar Rp30 juta. Nilai itu tentu sangat besar bagi masyarakat kurang mampu," ucapnya.
Karena itu, Lions Club hadir memberikan bantuan melalui operasi katarak secara gratis agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya.
"Masih banyak penderita katarak yang terpaksa menunda pengobatan karena mahalnya biaya operasi," ungkap Hartono.
Dia menambahkan, program sosial ini juga diharapkan mampu mengurangi angka kebutaan akibat katarak yang masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia.
"Operasi mata katarak ini merupakan kegiatan rutin Lions Club setiap tahun. Melalui baksos ini kami ingin membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang menderita kebutaan akibat penyakit katarak agar bisa kembali melihat dan menjalani aktivitas secara normal," bilangnya.(ap)
Teks foto: Presiden Lions Club, Hartono Candra didampingi Ketua Daerah Lions Club Wilayah Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, Hidayat UtomoUtomo dan pengurus lainnya.
Satlantas Polres Sergai Berlakukan Tilang Manual, Pelanggaran Berisiko Tinggi Jadi Prioritas
detakbanten.com SERDANG BEDAGA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai (Sergai) akan memberlakukan penindakan pelanggaran lalu lintas melalui tilang manual sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Gokma W. Silitonga, mengatakan pihaknya terlebih dahulu melaksanakan tahapan sosialisasi kepada masyarakat sebelum penindakan diberlakukan. Sosialisasi dilakukan mulai Senin (27/7/2026) hingga Juli (30/7/2026) melalui media sosial maupun secara langsung kepada para pengendara.
"Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan represif untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai," ujar AKP Gokma, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, sosialisasi tidak hanya menyasar pengendara sepeda motor dan mobil, tetapi juga sopir angkutan umum, pengemudi becak bermotor, serta masyarakat yang beraktivitas di jalan raya.
Selain itu, personel Satlantas juga akan memberikan edukasi di sekolah-sekolah dan pasar tradisional guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
AKP Gokma menegaskan, mulai Kamis (30/7/2026) Satlantas Polres Sergai akan melakukan penindakan tilang manual terhadap pelanggaran yang terlihat secara kasat mata oleh petugas saat melaksanakan patroli, hunting system, strong point, maupun razia gabungan bersama instansi terkait.
Namun demikian, petugas tidak diperbolehkan melaksanakan razia khusus lalu lintas atau razia stasioner.
Adapun pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan karena dinilai berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, antara lain:
- Melawan arus lalu lintas.
- Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor.
- Tidak menggunakan helm berstandar SNI.
- Menerobos lampu lalu lintas (traffic light).
- Menggunakan knalpot brong.
- Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
- Melakukan aksi balap liar.
Selain itu, petugas juga akan menindak pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman, serta mengingatkan seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan yang telah ditetapkan.
AKP Gokma menegaskan bahwa kegiatan tilang manual bukan bertujuan mencari kesalahan masyarakat, melainkan sebagai bentuk edukasi agar seluruh pengguna jalan semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, menggunakan helm SNI bagi pengendara sepeda motor, memakai sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.
Ia berharap, melalui sosialisasi dan penindakan yang dilakukan secara humanis dan profesional, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sergai dapat terus ditekan.(ap).
Teks Foto: Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W. Silitonga memberikan himbauan kepada pengemudi betor.
Satlantas Polres Sergai Ajak Pelajar Taat Aturan Berlalu Lintas Demi Cegah Kecelakaan
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai (Sergai) terus menggencarkan upaya edukasi kepada kalangan pelajar guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Kali ini, kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tertib berlalu lintas digelar di SMA Swasta Kartini yang berada di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sejak usia dini sebagai langkah nyata menekan angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan pelajar.
Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Gokma W. Silitonga, mengatakan bahwa budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri dengan selalu mengedepankan etika dan keselamatan saat berkendara.
"Kami mengajak seluruh pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu," ujar AKP Gokma W. Silitonga.
Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diberikan sejumlah materi penting, di antaranya kewajiban menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, larangan melawan arus lalu lintas, serta pentingnya mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.
Selain itu, Satlantas Polres Sergai juga mengingatkan para siswa agar tidak menggunakan knalpot brong pada sepeda motor.
"Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dinilai tidak hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga dapat memicu aksi balap liar maupun kebut-kebutan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan," ungkap AKP Gokma.
Menurutnya, kendaraan yang menggunakan knalpot brong akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.
Para pelajar juga diimbau untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan dan memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sesuai aturan sebelum menggunakan kendaraan di jalan raya.
Dalam kesempatan tersebut, personel Satlantas turut memperkenalkan layanan Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila membutuhkan bantuan kepolisian, baik terkait tindak pidana, kecelakaan lalu lintas, maupun informasi kemacetan yang dapat terjadi akibat berbagai kondisi di lapangan.
Wakil Kepala Sekolah beserta para guru SMA Swasta Kartini Sei Rampah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran personel Satlantas Polres Sergai yang telah memberikan edukasi kepada para pelajar.
Menurut pihak sekolah, penyuluhan tersebut sangat bermanfaat karena mampu menambah wawasan dan pemahaman siswa mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di kalangan pelajar.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Satlantas Polres Sergai dengan SMA Swasta Kartini Sei Rampah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas serta menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan mengutamakan keselamatan di jalan raya," bilangnya. (ap).
Teks foto: Satlantas Polres Serdang Bedagai kunjungi SMA Kartini himbau pelajar taat berlalulintas.
Awali Hari dengan Pelayanan, Personel Polsek Pataruman Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Jalur Sekolah dan Simpang Padat
detakbanten.com KOTA BANJAR-Denyut aktivitas masyarakat pada Senin pagi (27/7/2026) di wilayah Kecamatan Pataruman berjalan tertib berkat kehadiran personel Polsek Pataruman Polres Banjar yang melaksanakan kegiatan Strong Point Pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, anggota disebar ke sejumlah sekolah dan persimpangan utama untuk mengawal kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memulai aktivitas.
Fokus pengamanan dilakukan di kawasan SDN 7, 8, dan 9 Hegarsari, SDN 1, 2, dan 4 Pataruman, SDN 1 Mulyasari, MTs Assalam, SMK Muhammadiyah, SMKN 4 Banjar, Simpang Empat Sentiong, hingga Simpang Tiga Batulawang. Kehadiran personel di lokasi tersebut membantu mengurai kepadatan lalu lintas, mengamankan penyeberangan pelajar, serta memastikan mobilitas masyarakat berlangsung lancar dan aman.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga memberikan tindakan dan teguran secara profesional kepada pengendara yang masih melanggar ketentuan berlalu lintas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan disiplin pengguna jalan sekaligus menekan potensi pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Pataruman.
Kapolsek Pataruman AKP Hadi Winarso, S.Sos., M.H. mengatakan bahwa kehadiran anggota di lapangan setiap pagi merupakan bentuk pelayanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
"Strong Point bukan sekadar pengaturan lalu lintas, tetapi bentuk komitmen kami untuk memastikan masyarakat dapat berangkat bekerja, bersekolah, dan beraktivitas dengan aman, nyaman, serta tepat waktu. Kehadiran anggota di lapangan menjadi wujud pelayanan Polri yang selalu siap melayani masyarakat," ujar AKP Hadi Winarso.
Melalui kegiatan Strong Point yang dilaksanakan secara konsisten, Polsek Pataruman terus memperkuat pelayanan publik di ruang terbuka. Sinergi antara kesiapsiagaan personel dan tingginya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas menjadi fondasi penting untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Banjar. **
Wali Kota Mahyaruddin Salim Wawancara Bersama tvOne "Apa Kabar Indonesia Pagi"
detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)- Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi OPD terkait mengikuti wawancara secara langsung bersama tvOne dalam terkait kasus yang terjadi terhadap salah seorang anak "ARM" yang diduga menjadi korban kekerasan terhadap anak.
Wali Kota secara langsung mengikuti wawancara di ruang kerja Wali Kota dan dipandu oleh pembawa acara Kamaratih Kusuma dan Andi Kumala, Sabtu (25/7/2026)
Acara yang dibuka dengan penayangan video saat kunjungan Wali Kota Tanjungbalai bertemu dengan ARM (12) dirumahnya beberapa hari lalu kerumah korban. Kunjungan tersebut guna melihat kondisi terakhir korban, berkomunikasi langsung dan menanyakan perihal kejadian yang telah dialaminya
Usai penayangan video tersebut, Wali Kota Mahyaruddin Salim menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Andi Kumala terkait langkah Pemko Tanjungbalai melalui UPT DPPA untuk melakukan pendampingan korban, Mahyaruddin menjawab bahwa pada 23 Juli lalu kami bersama seluruh jajaran Pemko Tanjungbalai turun langsung melihat kondisi korban
Disini perlu kami sampaikan, terhitung 29 Mei yang lalu Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak telah melakukan pendampingan kepada korban usai menerima laporan dari unit PPA Polres Tanjungbalai dan juga bantuan hukum seperti advokat dan pelayanan konseling , kemudian ada tenaga ahli juga, ada psikolog yang melakukan monitoring evaluasi bagaimana kasus ini yang dialami korban, jelas Mahyaruddin
Lanjut Wali Kota, meski korban tinggal di Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, namun lokus kejadiankan di Kota Tanjungbalai, Kecamatan Teluk Nibung. Oleh karena itu, kami berkewajiban memastikan kondisi korban. Kami tentunya juga berkoordinasi dengan Polres Tanjungbalai karena memang penetapan ataupun bagaimana penyelidikan atau penyidikan kasus ini wewenang Polres Tanjungbalai.
Wali Kota juga menuturkan, senin (27/7) mendatang juga akan melakukan pendampingan lagi dalam pemeriksaan lanjutan di Polres Tanjungbalai. Saat ini kondisi korban sudah berangsur pulih, walaupun dari Dinas Kesehatan sudah melakukan pemeriksaan secara intensif dan mungkin ada evaluasi evaluasi kesehatan selanjutnya bagaimana kondisinya sehingga si korban jauh lebih baik
Menjawab pertanyaan selanjutnya, apakah akan dilakukan evaluasi besar besaran dilingkup pendidikan? Untuk hal itu, Wali Kota Mahyaruddin menjawab bahwa pasangan suami istri, dimana istrinya adalah PPPK Paruh Waktu, kasus memuncak pada 22/7 sore. Untuk hal itu, Dinas Pendidikan sudah berkordinasi dengan BKPSDM selanjutnya ke Inspektorat dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan apakah memang keterlibatannya sejauh mana kemudian hal yang lain mungkin dalam pertimbangan penyidik, sebut Mahyaruddin
Untuk PPPK Paruh Waktu tersebut BKPSDM telah menerbitkan surat pembebasan tugas sementara terhitung sejak (24/7). Jika nanti telah ada ketetapan hukum dari Polres Tanjungbalai, karena memang kewenangannya ada disana, tentu kami (Pemko) sesuai PP No 49 tahun 2018 tentang manajemen PPPK, kata Wali Kota lagi
Untuk menghindari tindakan main hakim sendiri warga seperti kasus ini, Wali Kota mengungkapkan tentunya melalui OPD terkait Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3A-PM) untuk berperan aktif ditengah masyarakat memberi edukasi. Kamu juga akan melakukan MOU dengan MUI dan Kemenag karena di Kemenag kan ada penyuluh untuk berperan langsung ke masyarakat, tutup Wali Kota Mahyaruddin Salim sembari ucapan terimakasih telah hadir bersama dalam Apa Kabar Indonesia Pagi.
Polairud Batu Bara Cari Nelayan Pagurawan Hilang di Perairan Pulau Berhala Sergai
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Seorang anak buah kapal (ABK) pukat jaring pari asal Kabupaten Batu Bara dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan sekitar Pulau Berhala, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Korban diketahui bernama Wanda (30), warga Desa Pantai Burung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Ia bekerja sebagai ABK kapal jaring pari yang beroperasi di wilayah perairan Pulau Berhala.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas Tanjungbalai Asahan setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai hilangnya korban.
"Sebanyak empat personel Polairud bersama tiga personel Basarnas Tanjungbalai Asahan telah bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima Pos Polairud Pagurawan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, di perairan sekitar 10 mil sebelah barat Pulau Berhala, Sergai.
"Laporan tersebut disampaikan oleh Zulham (45), warga Dusun Limau Manis, Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras. Zulham mengaku menerima kabar dari sebuah kapal penangkap kepiting yang berpapasan dengan kapal jaring pari tempat korban bekerja," ungkap Hendrico.
Menurut informasi yang diterima, kata Hendrico, Wanda terjatuh ke laut saat kapal sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan.
"Karena kapal jaring pari tidak memiliki akses komunikasi untuk menghubungi daratan, tekong kapal meminta bantuan kepada kapal penangkap kepiting agar menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga korban," paparnya.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polairud melakukan pencarian dengan Basarnas Tanjungbalai Asahan menggunakan kapal motor milik Polairud menuju Pulau Berhala, Sergai.
"Ada 7 personel Polairud Batu Bara dan Basarnas berangkat untuk mencari korban. Kalau tidak ditemukan kemungkinan akan bermalam di Pulau Berhala Sergai guna melanjutkan pencarian," bilangnya. (ap).
Teks foto: Tim Polairud Batu Bara dan Basarnas Tanjungbalai Asahan mencari nelayan Pagurawan hilang di Pulau Berhala.
26 Personel Satlantas Polres Sergai Diterjunkan Amankan Arus Lalu Lintas Tabligh Akbar di Pantai Cermin
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai mengerahkan 26 personel untuk mengamankan arus lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan Tabligh Akbar yang berlangsung di kawasan wisata Theme Park, Kecamatan Pantai Cermin, Sabtu (25/7/2026).
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W. Silitonga mengatakan, sebanyak 26 personel dikerahkan selama pelaksanaan pengamanan dan pengaturan lalu lintas kegiatan Tabligh Akbar.
Ia menjelaskan, pengamanan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis yang berpotensi terjadi kepadatan kendaraan, yakni Simpang Bedagai, Simpang Matapao, Simpang Alfamart Sei Buluh, Simpang Pantai Kelang, Simpang Tiga Perbaungan, Simpang Indosat Pantai Cermin, hingga pintu masuk kawasan Pantai Cermin, Sergai.
"Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel Satlantas juga membantu para pengendara saat melintasi persimpangan, memberikan prioritas kepada pejalan kaki, serta memantau pergerakan rombongan masyarakat yang menuju lokasi Tabligh Akbar," ucapnya.
AKP Gokma W. Silitonga menambahkan, pengamanan ini bertujuan memastikan kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
"Hasil pengamanan menunjukkan arus lalu lintas tetap lancar meski terjadi peningkatan volume kendaraan menuju lokasi acara. Masyarakat dapat beraktivitas dan mengikuti Tabligh Akbar dengan aman, tertib, dan nyaman," ungkap dia.
Berkat kesiapsiagaan personel di lapangan, pelaksanaan pengaturan lalu lintas berlangsung optimal sehingga potensi kemacetan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai dapat diantisipasi dengan baik.
Hal ini menjadi wujud komitmen Polres Sergai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta.(ap).
Teks foto: Personel Satlantas Polres Serdang Bedagai atur lalulintas amankan Tabligh Akbar.
Pelajar Tewas Ditabrak Truk di Jalinsum Sergai
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi KM 62–63, tepatnya di depan Rumah Makan Cindelaras, Dusun VI Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Seorang pelajar berinisial M.A.P. (17) warga Dusun IV, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai. Korban mengalami luka robek di dada sebelah kanan, luka pada lutut, serta lebam di bagian wajah. Meski sempat dilarikan ke RSUD Sultan Sulaiman, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, penumpang yang dibonceng korban, Syaril Rhamadhan Sitorus (21), warga Desa Panombean Baru, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, mengalami luka di paha kanan dan dagu. Saat ini korban menjalani perawatan medis di RS Melati, Desa Pon.
Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Gokma Silitonga mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, truk Mitsubishi Colt Diesel melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.
Diduga karena kurang konsentrasi dan berusaha menghindari lubang di badan jalan, pengemudi truk mengambil jalur kanan hingga memasuki lajur berlawanan.
Pada saat yang sama, sepeda motor Honda Vario yang dikendarai M.A.P. bersama Syaril melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.
"Tabrakan pun tidak dapat dihindari setelah bagian samping kanan sepeda motor tersenggol truk. Usai kejadian, pengemudi truk langsung meninggalkan lokasi," paparnya.
Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, membenarkan peristiwa tabrak lari tersebut. Menurutnya, kecelakaan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka, sementara pengemudi truk hingga kini masih dalam pencarian.
"Saat ini personel Satlantas Polres Sergai telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa sepeda motor korban di Unit Gakkum Satlantas Polres Sergai, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi kendaraan dan pengemudi truk yang melarikan diri," ujar AKP Bringin Jaya.(ap).











































