Rico Ebtian: BPBD Sergai Terus Pantau Kondisi Wilayah, Kesiapsiagaan dan Respons Cepat Jadi Prioritas

detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, Rico Ebtian, menegaskan bahwa pihaknya secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah, terutama kawasan yang memiliki potensi terdampak bencana.

"Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kewaspadaan sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi bencana," ujarnya, Senin (10/8/2026).

Menurut Rico, kondisi cuaca dan lingkungan yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi perhatian serius. Karena itu, BPBD tidak hanya menunggu ketika bencana terjadi, tetapi terus melakukan pemantauan dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak.

“BPBD Sergai terus memantau kondisi dan tanggap bencana. Kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting agar ketika terjadi bencana, langkah penanganan dapat segera dilakukan,” ujar Rico.

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memperoleh informasi sedini mungkin mengenai potensi bencana maupun kejadian yang sudah berlangsung di lapangan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Menurutnya, dalam penanggulangan bencana, kecepatan memperoleh informasi dan mengambil tindakan merupakan bagian yang sangat penting. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah koordinasi dan penanganan dapat dilakukan.

"BPBD Sergai terus mendorong penguatan komunikasi dengan jajaran pemerintah kecamatan, desa, perangkat daerah terkait, aparat keamanan, serta masyarakat," ungkapnya.

Tambah Rico, koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai kondisi di lapangan dapat segera diteruskan dan ditindaklanjuti.

“Ketika ada laporan atau informasi mengenai kejadian bencana, kami berupaya segera melakukan koordinasi dan mengambil langkah sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Selain respons ketika bencana terjadi, menurut Rico, kesiapsiagaan masyarakat juga memiliki peranan penting. Masyarakat diharapkan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat, tetapi segera melaporkan kejadian kepada pihak terkait agar dapat ditangani secara bersama-sama.

BPBD Sergai juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan dan cuaca. Masyarakat yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi bencana diharapkan memahami langkah-langkah dasar menghadapi keadaan darurat.

Kewaspadaan tersebut, kata Rico, bukan berarti masyarakat harus merasa takut, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera menyampaikan informasi apabila melihat atau mengalami kejadian yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas. Jangan menunggu kondisi menjadi lebih parah,” ujarnya.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penanganan sekaligus mengurangi risiko korban maupun kerugian.

Rico menambahkan, penanganan bencana membutuhkan kerja sama lintas sektor. BPBD akan terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan mulai dari tahap pemantauan, penyampaian informasi, evakuasi apabila diperlukan, penanganan korban, hingga pemulihan pascabencana.

“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. BPBD Sergai memiliki tugas dalam koordinasi dan penanganan, tetapi dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar penanganan di lapangan dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dan tidak mengabaikan informasi maupun imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, koordinasi lintas sektor, serta dukungan masyarakat, BPBD Sergai berkomitmen untuk terus memperkuat upaya mitigasi dan respons terhadap bencana

“Intinya, kita harus selalu siap. Pemantauan terus dilakukan dan apabila terjadi bencana, kita harus bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi,” pungkas Rico.(ap).

Teks foto: Kalau BPBD kabupaten Serdang Bedagai, Rico Ebtian.

Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah, Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Optimalisasi SP3 Catin

detakbanten.com  TEBING TINGGI – Upaya melahirkan generasi sehat dan bebas stunting terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah optimalisasi Standar Pelayanan Prosedur Perkawinan bagi Calon Pengantin (SP3 Catin).

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menegaskan bahwa SP3 Catin bukan sekadar pemenuhan administrasi sebelum pernikahan, tetapi menjadi langkah awal untuk memastikan calon pasangan suami istri memiliki kesiapan kesehatan sebelum membangun keluarga.

Menurutnya, melalui SP3 Catin, calon pengantin dapat melakukan deteksi dini terhadap berbagai kondisi kesehatan, memperbaiki status gizi, sekaligus memperoleh edukasi mengenai kehamilan dan perawatan kesehatan ibu serta anak.

“SP3 Catin juga menjadi wadah edukasi bagi calon pengantin agar menunda kehamilan sampai usia 21 tahun dan menjaga jarak kehamilan,” ujar Wali Kota.

Iman Irdian menjelaskan, Pemko Tebing Tinggi telah memiliki dasar hukum dalam pelaksanaan program tersebut melalui Peraturan Wali Kota Nomor 25 Tahun 2019 tentang SP3 Catin.

Ia berharap keberadaan regulasi dan layanan tersebut dapat semakin dipahami masyarakat, khususnya generasi muda yang akan memasuki jenjang pernikahan.

“Kami juga berharap masyarakat dapat mendukung penuh keberlangsungan program ini dengan aktif mengikuti sosialisasi, memanfaatkan layanan yang tersedia, serta menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga,” harapnya.

Kepala BNNK Tebing Tinggi, AKBP DR. Rohim M. Gultom, mengapresiasi komitmen Pemko Tebing Tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada calon pengantin.

Menurut Rohim, sinergi antara Pemko Tebing Tinggi, Dinas Kesehatan, Dinas PPKB dan BNNK Tebing Tinggi menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026.

“Sejak Januari hingga awal Agustus 2026, telah dilaksanakan 55 kali kegiatan tes urine bagi calon pengantin. Dari 1.349 calon pengantin, sebanyak 1.025 orang telah menjalani tes urine, dan 30 orang terindikasi positif sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut melalui asesmen dan pelayanan rehabilitasi sesuai kebutuhan,” jelasnya.(ap).

Teks foto: Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih menghadiri kegiatan optimalisasi Standar Pelayanan Prosedur Perkawinan bagi Calon Pengantin

IWO Batu Bara dan Zuriat Kedatukan Lima Puluh Desak Pansus Plasma Panggil PT Socfindo, Soroti Dugaan Penyimpangan Penerima CPCL

IWO Batu Bara dan Zuriat Kedatukan Lima Puluh Desak Pansus Plasma Panggil PT Socfindo, Soroti Dugaan Penyimpangan Penerima CPCL

detakbanten.com BATU BARA - Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Batu Bara bersama Zuriat Kedatukan Lima Puluh mendesak Panitia Khusus (Pansus) Plasma Perkebunan DPRD Kabupaten Batu Bara segera memanggil manajemen PT Socfindo Kebun Tanah Gambus terkait dugaan penyimpangan dalam penetapan penerima program Calon Petani Calon Lahan (CPCL).

Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang diajukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara melalui Pansus Plasma Perkebunan pada Senin (3/8/2026).

Surat itu merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi yang dilakukan IWO Batu Bara terkait pelaksanaan program plasma di lingkungan PT Socfindo Tanah Gambus.

Ketua PD IWO Batu Bara, Darmansyah, mengatakan hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan dalam proses penetapan penerima CPCL sehingga perlu dilakukan klarifikasi secara terbuka oleh pihak perusahaan.

"Permintaan itu kami ajukan karena hasil penyelidikan mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan dalam penetapan penerima program CPCL," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, transparansi menjadi hal yang sangat penting agar program plasma benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, surat tersebut berisi permintaan agar Pansus Plasma Perkebunan memanggil manajemen PT Socfindo Tanah Gambus guna mengklarifikasi berbagai temuan yang diperoleh tim investigasi IWO.

"Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah dugaan bahwa sejumlah penerima CPCL bukan berasal dari masyarakat yang tinggal di sekitar areal perkebunan PT Socfindo Tanah Gambus," tandas Darmansyah.

Menurutnya, kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan semangat pemerataan manfaat program plasma yang seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Kami berharap Pansus Plasma Perkebunan berani mengungkap dugaan penyimpangan ini secara objektif dan transparan," tegasnya.

Darmansyah menambahkan, selain meminta pemanggilan manajemen PT Socfindo, IWO Batu Bara bersama Zuriat Kedatukan Lima Puluh juga mendesak Pansus Plasma Perkebunan yang diketuai Ismar Khomri agar mengambil langkah tegas apabila nantinya ditemukan pelanggaran dalam proses penetapan penerima CPCL.

Mereka meminta Pansus mengeluarkan rekomendasi pembatalan Surat Keputusan (SK) Bupati Batu Bara tentang penetapan penerima program CPCL PT Socfindo Tanah Gambus apabila terbukti terdapat pelanggaran dalam penyusunannya.

Kata dia, dalam investigasi yang dilakukan IWO, penerima CPCL diketahui tersebar di sejumlah desa, di antaranya Desa Pasir Permit, Desa Titi Merah, Desa Guntung, dan Desa Barung-Barung. Distribusi penerima di wilayah tersebut, menurut Darmansyah, diduga masih menyimpan berbagai persoalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Tim investigasi, lanjutnya, juga menemukan adanya dugaan satu keluarga menerima dua hingga tiga program CPCL. Bahkan, terdapat nama warga yang telah meninggal dunia namun masih tercantum sebagai penerima program.

"Temuan-temuan ini perlu ditelusuri secara menyeluruh agar tidak menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat yang benar-benar berhak," katanya.

Di sisi lain, IWO juga menyoroti sejumlah desa yang berbatasan langsung dengan areal perkebunan PT Socfindo Tanah Gambus, seperti Desa Mangkai Lama, Desa Mangkai Baru, dan Desa Sumber Makmur, yang disebut tidak masuk dalam daftar penerima program CPCL.

"Atas dasar berbagai temuan tersebut, IWO Batu Bara bersama Zuriat Kedatukan Lima Puluh berharap Pansus Plasma Perkebunan DPRD Kabupaten Batu Bara dapat bekerja secara independen, profesional, dan transparan dalam mengusut seluruh dugaan penyimpangan yang muncul," ungkap Darmansyah. (ap).

Teks foto: Subari sekretaris IWO Batu Bara menyerah kan surat ke Tim Panaua Plasma Perkebunan diterima bagian umum Setwan DPRD Batu Bara.

Dump Truk Tertabrak KA Putri Deli di Sergai, Sopir Tewas

detakbanten.com SERDANG BEDAGAI - Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api sebidang tanpa plang di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebuah dump truk Mitsubishi tanpa nomor polisi tertabrak Kereta Api (KA) Putri Deli mengakibatkan pengemudi dump truk, Busito (56), warga Dusun Gotong Royong, Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, meninggal dunia.

Selain itu, seorang penumpang KA Putri Deli mengalami luka bakar akibat air panas dan turut dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dump truk Mitsubishi yang dikemudikan Busito datang dari arah Tangkahan Galian C menuju jalan besar. Saat melintasi perlintasan kereta api sebidang tanpa plang, pengemudi diduga tidak memperhatikan datangnya KA Putri Deli yang melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.

Benturan pun tidak dapat dihindari. Bagian depan lokomotif menghantam bak samping kiri dump truk hingga menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan berat.

Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah, arus lalu lintas relatif sepi, dan pandangan pengemudi ke arah rel dalam keadaan terbuka.

Akibat kecelakaan tersebut, Busito mengalami luka robek di kepala, memar pada bagian dada, serta patah tulang tangan kanan. Korban sempat dievakuasi ke RS Melati Perbaungan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas juga tidak menemukan SIM maupun STNK yang sah milik pengemudi.

Sementara itu, seorang penumpang KA Putri Deli bernama Viona Siahaan (21), warga Desa Ujung Aji, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, mengalami luka bakar akibat terkena air panas saat benturan terjadi.
Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, AKP Bringin Jaya, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan dugaan kuat kecelakaan terjadi karena pengemudi dump truk kurang memperhatikan kedatangan kereta api saat melintasi perlintasan tanpa palang pengaman.

"Akibat kejadian tersebut, pengemudi dump truk meninggal dunia di RS Melati Perbaungan, sedangkan satu orang penumpang kereta api mengalami luka bakar air panas dan telah mendapatkan perawatan medis," ujarnya.

Ia menambahkan, personel Satuan Lalu Lintas Polres Serdang Bedagai bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi, mulai dari olah TKP, pendataan korban, pengaturan arus lalu lintas, hingga berkoordinasi dengan Polsuska dan PT Jasa Raharja untuk penanganan lebih lanjut.

Polres Sergai mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang belum dilengkapi palang pintu maupun petugas penjaga," ucapnya. (ap).

Teks foto: Kereta api tabrak truk di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai.

Bhabinkamtibmas Pulau Simardan Sapa Warga Imbau Bijak Bermedsos

Bhabinkamtibmas Pulau Simardan Sapa Warga Imbau Bijak Bermedsos

detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)— Personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Pulau Simardan, Aipda M. Yusup, kembali menggencarkan kegiatan cooling system atau pendinginan suasana di tengah masyarakat.

Kegiatan sambang warga ini berlangsung di Jalan Kurnia, Lingkungan IX, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, pada Minggu (2/8) siang.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dilakukan secara humanis guna mempererat tali silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung aspirasi serta keluh kesah warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda M. Yusup menyampaikan sejumlah pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengimbau warga, khususnya para pelaku usaha dan perajin bengkel atau warga sekitar, untuk senantiasa bersikap ramah, santun, dan memberikan pelayanan yang baik kepada setiap pengendara yang datang memperbaiki kendaraan.

Selain itu, warga juga diingatkan agar lebih cerdas dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima, terutama di media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah kerukunan antarwarga.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Jika mengetahui, melihat, atau mengalami gangguan keamanan di lingkungan sekitar, jangan ragu untuk segera melapor," ujar Aipda M. Yusup.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat kepolisian, dapat langsung menghubungi layanan bebas pulsa Call Center 110 atau langsung mendzwobungi Bhabinkamtibmas di nomor 081318067735.

Satresnarkoba Polres Sergai Ringkus Dua Pengedar dan Seorang Pembeli Sabu di Dolok Masihul

detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengedar serta seorang pembeli narkotika jenis sabu dalam penggerebekan di Dusun IV, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua plastik klip transparan ukuran sedang dan satu plastik klip kecil yang diduga berisi sabu dengan berat bruto sekitar 1,8 gram.

Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, membenarkan keberhasilan Satresnarkoba Polres Sergai dalam mengungkap kasus tersebut.

Ia mengatakan penindakan itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas peredaran narkotika di Dusun IV, Desa Martebing.

"Benar, Sat Res Narkoba Polres Sergai telah mengamankan tiga orang laki-laki yang tertangkap tangan diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Keberhasilan ini merupakan respon cepat atas informasi masyarakat.

Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Sat Res Narkoba Polres Sergai untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar AKP Bringin Jaya, Rabu (29/7/2026).

Penangkapan dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai maraknya dugaan transaksi narkotika di wilayah tersebut.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Penyelidik Satresnarkoba Polres Sergai segera melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi sabu," terangnya.

Setelah memperoleh informasi yang akurat, petugas langsung bergerak menuju sebuah rumah yang diduga milik seorang pria berinisial Dani alias Boneng.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati tiga orang laki-laki yang diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Ketiganya langsung diamankan bersama sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.

"Dari hasil interogasi awal, tersangka warga Sergai berinisial BSS (30) mengakui berperan sebagai penjual atau pengedar sabu di rumah tersebut. Sementara MRS (27) mengaku membantu BSS dalam menjalankan aktivitas penjualan narkotika," bilangnya.(ap).

Teks foto: Pengedar sabu asal Sergai ditangkap Polisi.

Polairud Batu Bara Hentikan Pencarian ABK Hilang di Perairan Pulau Berhala

detakbanten.com BATU BARA – Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Wanda (30), anak buah kapal (ABK) pukat jaring pari asal Desa Pantai Burung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melaut di perairan Selat Malaka, sekitar 10 mil dari Pulau Berhala.

Keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah upaya pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah melakukan penyisiran secara maksimal, namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan.

Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, mengatakan, selama operasi berlangsung tim gabungan telah melakukan pencarian menggunakan Kapal Patroli KP II-2025 milik Polairud Pagurawan dengan metode yang sama di wilayah perairan Selat Malaka.

"Tidak hanya menyisir lokasi kejadian, tim SAR juga telah berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta instansi terkait lainnya," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian diminta turut membantu melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban.

"Hingga pukul 17.20 WIB, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh potensi SAR yang terlibat, dan karena tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan, maka disepakati operasi SAR dihentikan, diusulkan untuk ditutup, dan selanjutnya dilanjutkan dengan pemantauan," ungkap Ipda Hendrico.

Ia menambahkan, seluruh personel dari berbagai unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah operasi resmi ditutup.

Meski demikian, Polairud Pagurawan memastikan akan tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan Selat Malaka. Koordinasi dengan para nelayan juga akan terus dilakukan apabila sewaktu-waktu ditemukan jasad di laut.

"Apabila ada nelayan atau kapal yang menemukan jasad di perairan, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat segera dilakukan evakuasi dan identifikasi untuk memastikan apakah jasad tersebut merupakan korban yang masih dalam pencarian," katanya.

Sementara itu, pihak keluarga mulai menerima kenyataan pahit atas belum ditemukannya Wanda. Atan (45), salah seorang keluarga korban, mengaku pasrah setelah seluruh proses pencarian dilakukan secara maksimal.

"Kami hanya bisa pasrah. Harapan kami semoga Wanda tetap bisa ditemukan agar dapat dibawa pulang dan dimakamkan secara layak," ungkapnya. (ap).

Teks foto: Tim SAR gabungan dengan keluarga korban sepakat menghentikan pencarian ABG pukat jaring pari yang hilang di selat Malaka.

Semarakkan HUT RI ke-81, Lions Club Gelar Operasi Katarak Gratis di Sergai

detakbanten.com SERDANG BEDAGAI - Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lions Club akan menggelar kegiatan bakti sosial operasi mata katarak gratis.

Terpisah, Presiden Lions Club, Hartono Candra didampingi Ketua Daerah Lions Club Wilayah Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, Hidayat Utomo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kegiatan kemanusiaan ini akan dilaksanakan di RSUD Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dengan sasaran utama masyarakat kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan akibat penyakit katarak," ujarnya, Selasa (29/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya Lions Club telah menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Batu Bara dengan sasaran warga kurang mampu.

"Bakti sosial operasi katarak gratis ini bertujuan membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk menjalani tindakan operasi," ungkap Hartono.

Hartono menambahkan, pendaftaran sekaligus pemeriksaan mata bagi calon peserta akan dilaksanakan pada 23 Agustus, sedangkan tindakan operasi dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus di RSUD Sultan Sulaiman.

"Sebelum operasi, peserta akan mengikuti pemeriksaan mata guna mengetahui apakah bisa dioperasi atau tidak," tandanya.

Menurutnya, biaya operasi katarak di rumah sakit dapat mencapai puluhan juta rupiah, terutama jika dilakukan pada kedua mata. Jumlah tersebut tentu menjadi beban yang sangat berat bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.

"Untuk operasi pada sepasang mata, biayanya bisa mencapai sekitar Rp30 juta. Nilai itu tentu sangat besar bagi masyarakat kurang mampu," ucapnya.

Karena itu, Lions Club hadir memberikan bantuan melalui operasi katarak secara gratis agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya.

"Masih banyak penderita katarak yang terpaksa menunda pengobatan karena mahalnya biaya operasi," ungkap Hartono.

Dia menambahkan, program sosial ini juga diharapkan mampu mengurangi angka kebutaan akibat katarak yang masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia.

"Operasi mata katarak ini merupakan kegiatan rutin Lions Club setiap tahun. Melalui baksos ini kami ingin membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang menderita kebutaan akibat penyakit katarak agar bisa kembali melihat dan menjalani aktivitas secara normal," bilangnya.(ap)

Teks foto: Presiden Lions Club, Hartono Candra didampingi Ketua Daerah Lions Club Wilayah Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, Hidayat UtomoUtomo dan pengurus lainnya.

Satlantas Polres Sergai Berlakukan Tilang Manual, Pelanggaran Berisiko Tinggi Jadi Prioritas

Satlantas Polres Sergai Berlakukan Tilang Manual, Pelanggaran Berisiko Tinggi Jadi Prioritas

detakbanten.com SERDANG BEDAGA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai (Sergai) akan memberlakukan penindakan pelanggaran lalu lintas melalui tilang manual sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Gokma W. Silitonga, mengatakan pihaknya terlebih dahulu melaksanakan tahapan sosialisasi kepada masyarakat sebelum penindakan diberlakukan. Sosialisasi dilakukan mulai Senin (27/7/2026) hingga Juli (30/7/2026) melalui media sosial maupun secara langsung kepada para pengendara.

"Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan represif untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai," ujar AKP Gokma, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya menyasar pengendara sepeda motor dan mobil, tetapi juga sopir angkutan umum, pengemudi becak bermotor, serta masyarakat yang beraktivitas di jalan raya.

Selain itu, personel Satlantas juga akan memberikan edukasi di sekolah-sekolah dan pasar tradisional guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

AKP Gokma menegaskan, mulai Kamis (30/7/2026) Satlantas Polres Sergai akan melakukan penindakan tilang manual terhadap pelanggaran yang terlihat secara kasat mata oleh petugas saat melaksanakan patroli, hunting system, strong point, maupun razia gabungan bersama instansi terkait.

Namun demikian, petugas tidak diperbolehkan melaksanakan razia khusus lalu lintas atau razia stasioner.

Adapun pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan karena dinilai berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, antara lain:

- Melawan arus lalu lintas.
- Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor.
- Tidak menggunakan helm berstandar SNI.
- Menerobos lampu lalu lintas (traffic light).
- Menggunakan knalpot brong.
- Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
- Melakukan aksi balap liar.

Selain itu, petugas juga akan menindak pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman, serta mengingatkan seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan yang telah ditetapkan.

AKP Gokma menegaskan bahwa kegiatan tilang manual bukan bertujuan mencari kesalahan masyarakat, melainkan sebagai bentuk edukasi agar seluruh pengguna jalan semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, menggunakan helm SNI bagi pengendara sepeda motor, memakai sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.

Ia berharap, melalui sosialisasi dan penindakan yang dilakukan secara humanis dan profesional, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sergai dapat terus ditekan.(ap).

Teks Foto: Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W. Silitonga memberikan himbauan kepada pengemudi betor.

Satlantas Polres Sergai Ajak Pelajar Taat Aturan Berlalu Lintas Demi Cegah Kecelakaan

detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai (Sergai) terus menggencarkan upaya edukasi kepada kalangan pelajar guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Kali ini, kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tertib berlalu lintas digelar di SMA Swasta Kartini yang berada di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sejak usia dini sebagai langkah nyata menekan angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan pelajar.

Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Gokma W. Silitonga, mengatakan bahwa budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri dengan selalu mengedepankan etika dan keselamatan saat berkendara.

"Kami mengajak seluruh pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu," ujar AKP Gokma W. Silitonga.

Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diberikan sejumlah materi penting, di antaranya kewajiban menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, larangan melawan arus lalu lintas, serta pentingnya mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.

Selain itu, Satlantas Polres Sergai juga mengingatkan para siswa agar tidak menggunakan knalpot brong pada sepeda motor.

"Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dinilai tidak hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga dapat memicu aksi balap liar maupun kebut-kebutan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan," ungkap AKP Gokma.

Menurutnya, kendaraan yang menggunakan knalpot brong akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.

Para pelajar juga diimbau untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan dan memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sesuai aturan sebelum menggunakan kendaraan di jalan raya.

Dalam kesempatan tersebut, personel Satlantas turut memperkenalkan layanan Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila membutuhkan bantuan kepolisian, baik terkait tindak pidana, kecelakaan lalu lintas, maupun informasi kemacetan yang dapat terjadi akibat berbagai kondisi di lapangan.

Wakil Kepala Sekolah beserta para guru SMA Swasta Kartini Sei Rampah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran personel Satlantas Polres Sergai yang telah memberikan edukasi kepada para pelajar.

Menurut pihak sekolah, penyuluhan tersebut sangat bermanfaat karena mampu menambah wawasan dan pemahaman siswa mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di kalangan pelajar.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Satlantas Polres Sergai dengan SMA Swasta Kartini Sei Rampah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas serta menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan mengutamakan keselamatan di jalan raya," bilangnya. (ap).

Teks foto: Satlantas Polres Serdang Bedagai kunjungi SMA Kartini himbau pelajar taat berlalulintas.

Go to top