Perumdam TKR Hadirkan Kemudahan Pengajuan Sambungan Baru via SIMPEL TKR

detakbanten.com TANGERANG - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang terus mendorong kemudahan pelayanan melalui pemanfaatan layanan digital.

Salah satunya dengan menghadirkan SIMPEL TKR yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses berbagai kebutuhan layanan secara lebih praktis.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi layanan, mengetahui persyaratan sambungan baru, hingga melakukan pendaftaran sambungan pelanggan baru.

SIMPEL TKR menjadi salah satu upaya mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan mengakses layanan tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor pelayanan.

Dalam unggahan resminya, Perumdam TKR mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital tersebut untuk mendapatkan pengalaman pelayanan yang lebih mudah dan praktis.

Dengan tersedianya layanan tersebut, calon pelanggan dapat mempersiapkan kebutuhan pengajuan sambungan baru dengan lebih mudah karena informasi persyaratan telah tersedia dalam satu layanan digital.

Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun ingin melakukan pendaftaran sambungan baru dapat mengakses layanan melalui aplikasi SIMPEL TKR. (Adv)

Kemarau Panjang di Tangerang, Perumdam TKR Salurkan 2,5 Juta Liter Air Bersih

Kemarau Panjang di Tangerang, Perumdam TKR Salurkan 2,5 Juta Liter Air Bersih

detakbanten.com TANGERANG - Kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang mendorong Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) terus menyalurkan bantuan air kepada warga. Selama Juli hingga Agustus 2026, sedikitnya 2,5 juta liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai lokasi yang terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air selama musim kemarau.

Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang, Sofyan Sapar, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau berkepanjangan.

Menurut Sofyan, Perumdam TKR terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan air dapat diberikan kepada wilayah yang membutuhkan.

“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami akan terus berupaya membantu memenuhi kebutuhan air warga selama kondisi kemarau masih berlangsung,” kata Sofyan, Kamis (1/10/2026).

Bagi warga yang terdampak kekeringan, kedatangan kendaraan pengangkut air bersih bukan sekadar bantuan. Air menjadi kebutuhan sehari-hari yang digunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan berbagai keperluan rumah tangga.

Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang sumber airnya mulai mengering atau tidak lagi mencukupi kebutuhan keluarga.

Perumdam TKR memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Bantuan diberikan ke sejumlah lokasi yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Sofyan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan, mengingat musim kemarau dapat memberikan tekanan terhadap ketersediaan sumber air baku.

“Air merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Penyaluran lebih dari 2,5 juta liter air bersih selama Juli hingga Agustus 2026 menjadi salah satu bentuk respons Perumdam TKR terhadap dampak kemarau panjang di Kabupaten Tangerang.

Di tengah kondisi ketika sebagian warga harus menghadapi keterbatasan air, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang terdampak kekeringan. (Adv)

Perumdam Tirta Raya Kubu Raya Gandeng Tangerang, Siapkan B2B untuk Perluas Layanan Air Minum

Perumdam Tirta Raya Kubu Raya Gandeng Tangerang, Siapkan B2B untuk Perluas Layanan Air Minum

detakbanten.com KUBU RAYA - Pemkab Kubu Raya menyiapkan kerja sama business to business (B2B) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang untuk memperluas layanan air minum.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kubu Raya melakukan kaji tiru ke Perumdam TKR di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (30/9). Kunjungan yang dipimpin Bupati Kubu Raya Sujiwo itu membahas pengelolaan perusahaan daerah dan penerapan skema B2B dalam pengembangan layanan air minum.

Sujiwo mengatakan, pengalaman Perumdam TKR akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun pola kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan Kubu Raya. Menurutnya, kerja sama tersebut harus dikaji secara menyeluruh sebelum dijalankan.

“Perumdam Tirta Raya akan melakukan business to business. Tentunya sebelum berjalan, sebelum running, kita mesti mendapatkan informasi dan kajian-kajian secara komprehensif,” kata Sujiwo.

Dia meminta Perumdam Tirta Raya tidak terburu-buru menjalankan kerja sama. Setiap aspek perlu dipelajari agar pola yang diterapkan dapat mendukung keberlangsungan perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Namanya juga ini kaji terap. Kita mengkaji di sini, yang baik kita akan terapkan di sana,” ujarnya.

Menurut Sujiwo, pengembangan layanan air minum tidak semata-mata berkaitan dengan bisnis perusahaan daerah. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Dia menyebutkan, berdasarkan survei sebelum dirinya dilantik sebagai bupati, sebanyak 53 persen masyarakat Kubu Raya menginginkan persoalan pelayanan air bersih ditangani dengan baik.

Karena itu, Sujiwo menekankan keseimbangan antara orientasi bisnis dan fungsi sosial Perumdam Tirta Raya. Perusahaan daerah tetap harus menjaga kesehatan usaha, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh diabaikan.

“Kalau bicara usaha, maka profit yang diprioritaskan. Tapi ingat, ketika menyangkut kepentingan umum, di situ ada masalah sosial. Maka selain profit oriented, ada social oriented. Ini yang harus betul-betul balance,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kubu Raya menyiapkan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam TKR. Jajaran Perumdam TKR juga akan diundang ke Kubu Raya untuk melanjutkan pembahasan.

Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Sofyan Safar menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Pihaknya siap mendampingi Perumdam Tirta Raya dalam proses pengembangan kerja sama. Namun, Sofyan mengingatkan setiap tahapan kerja sama tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Mudah-mudahan kerja sama ini nanti membuahkan hasil dan juga harus compliance dengan aturan yang berlaku,” katanya. (Adv)

Pemkab Kubu Raya Kaji Kerja Sama Strategis dengan Perumdam TKR Tangerang

Pemkab Kubu Raya Kaji Kerja Sama Strategis dengan Perumdam TKR Tangerang

detakbanten.com KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo melakukan kunjungan kerja sekaligus kaji tiru pengelolaan air bersih ke Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Tangerang, Banten, Rabu, 30 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari keberhasilan pengelolaan perusahaan daerah air minum, khususnya dalam menjalin kerja sama bisnis dengan pihak swasta.

Dalam kunjungan tersebut, Sujiwo didampingi Direktur Perumdam Tirta Raya, Asisten Bupati, Kepala Bappedalitbang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya.

Sujiwo mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk memperkuat pengelolaan Perumdam Tirta Raya melalui penerapan model kerja sama business to business (B2B) yang telah berhasil diterapkan Perumdam TKR.

Menurutnya, berbagai pengalaman dan informasi yang diperoleh dalam kunjungan tersebut akan menjadi bahan kajian sebelum Perumdam Tirta Raya menjalankan kerja sama serupa.

“Kami melakukan kunjungan ini bukan untuk jalan-jalan tanpa tujuan, tetapi untuk studi tiru ke Perumdam terbaik se-Indonesia. Banyak ilmu dan informasi yang dapat kami bawa pulang untuk diterapkan di Perumdam Tirta Raya,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan, sebelum kerja sama B2B direalisasikan, Perumdam Tirta Raya perlu melakukan kajian secara komprehensif, baik dari sisi teknis, bisnis maupun aspek regulasi. Hal tersebut penting agar kerja sama yang dijalankan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat.

Sujiwo juga mengingatkan bahwa pengelolaan air bersih tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan publik, Perumdam Tirta Raya harus mampu menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan tanggung jawab sosial.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan sebelum dirinya dilantik menjadi Bupati Kubu Raya, sebanyak 53 persen masyarakat menginginkan peningkatan pelayanan air bersih.

“Persoalan air bersih merupakan persoalan yang sangat mendasar. Hak untuk mendapatkan air bersih diatur oleh konstitusi dan merupakan hak dasar rakyat. Maka, ketika kita mengelola perusahaan daerah air minum, memang harus berpikir tentang usaha. Namun, ketika menyangkut kepentingan umum, ada persoalan sosial yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, orientasi keuntungan (profit oriented) dan orientasi sosial (social oriented) harus berjalan seimbang. Dengan demikian, Perumdam Tirta Raya tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap hasil kaji tiru di Perumdam TKR Tangerang dapat menjadi acuan bagi Perumdam Tirta Raya dalam mengambil langkah konkret dan strategis untuk merealisasikan kerja sama dengan pihak swasta.

Sujiwo juga menyampaikan rencana penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam TKR Tangerang. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mengundang Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar, beserta jajaran untuk berkunjung ke Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Kerta Raharja Tangerang, Sofyan Sapar, menyambut baik kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tersebut.

Ia mengatakan, kunjungan itu menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai penerapan kerja sama business to business atau public private partnership antara pemerintah dan pihak swasta, khususnya dalam meningkatkan cakupan pelayanan air bersih.

“Kami bersedia mendampingi kerja sama dengan Perumdam Tirta Raya bersama Pak Direktur dan Pak Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal. Mudah-mudahan kerja sama ini nantinya membuahkan hasil dan tetap mematuhi seluruh aturan yang berlaku,” ujar Sofyan.

Melalui kegiatan kaji tiru tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap Perumdam Tirta Raya dapat mengadopsi praktik pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sehingga rencana kerja sama yang akan dilaksanakan mampu meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. (Adv)

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid

Bupati Maesyal Rasyid Minta Perumdam TKR Segera Tangani Krisis Air di Kosambi Barat

detakbanten.com TANGERANG — Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meminta Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) gerak cepat tangani aliran yang tersendat. Hal ini menyusul viralnya video pengaduan warga selaku pelanggan Perumdam di Desa Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi akibat keringnya aliran air.

”Saya telepon nanti itu Dirut Perumdam. Harus gerak cepat tangani di sana. Jangan sampai ada keluhan,” tegasnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Kata Maesyal, pemerintah akan mengirimkan bantuan air bersih ke warga terdampak layanan Perumdam di Desa Kosambi Barat. Hal ini untuk penanganan sementara waktu hingga aliran air bersih dari Perumdam TKR kembali normal.

”Kita akan kirimkan air bersih ke sana warga terdampak. Nanti saya perintahkan agar cepat selesai,” katanya.

Sebelumnya, pengaduan warga tersebut dilayangkan lewat video pendek di salah satu rumah terdampak. Mereka memaparkan, empat bulan aliran air bersih dari Perumdam TKR tidak mengalir. ”Kami mendesak Bupati Tangerang memecat Dirut PDAM TKR. Kami tidak ada air bersih hampir empat bulan,” jelas warga.

Menanggapi hal ini, Humas Perumdam TKR Hafizh mengatakan, aliran di Kecamatan Kosambi sudah mengalir. ”Sudah kita tangani dan mengalir. Kemarin tanggal 8 Agustus kami ke Kosambi Timur dan sudah mengalir. Itu satu pipa,” katanya singkat, Senin 10 Agustus 2026.

Soal aliran air yang sudah empat bulan, Hafizh enggan berkomentar. Ia bersikukuh, aliran air di Kecamatan Kosambi sudah kembali normal. ”Sudah normal, lihat saja di Instagram Perumdam TKR sudah selesai kok,” katanya. (Adv)

PERUMDAM TKR Siagakan Mobil Tangki Air di Dua Lokasi Terdampak Kekeringan

PERUMDAM TKR Siagakan Mobil Tangki Air di Dua Lokasi Terdampak Kekeringan

detakbanten.com TANGERANG – PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang mulai melakukan penanganan krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. Atas arahan Bupati Tangerang, PERUMDAM TKR menyiagakan mobil tangki air di dua lokasi terdampak kekeringan, yaitu Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Selasa, 28 Juli 2026.

Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar, mendampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung penanganan kekeringan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. PERUMDAM TKR akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memantau kondisi wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Langkah ini menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat akibat kekeringan.

Penyediaan mobil tangki air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak. Langkah ini merupakan bentuk komitmen PERUMDAM TKR dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Tangerang serta memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih, khususnya dalam kondisi darurat akibat musim kemarau.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang menyampaikan bahwa mobil tangka PERUMDAM TKR akan terus berjaga di lokasi kekeringan. “Pak Gubernur bersama PERUMDAM TKR Kabupaten Tangerang akan terus mendistribusikan air bersih secara rutin. Saat ini mobil tangki PERUMDAM TKR tengah disiagakan dilokasi-lokasi yang yang terdampak kekeringan. Untuk solusi jangka panjang, kami telah berbagi tugas dengan Pemerintah Provinsi Banten agar pembangunan toren dan pengeboran sumur dapat berjalan efektif tanpa tumpang tindih. Yang terpenting, masyarakat segera mendapatkan akses air bersih secara berkelanjutan,” ungkap Maesyal.

Gubernur Banten, Andra Soni, juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Banten untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, dengan terus memantau wilayah yang mengalami kekeringan serta memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Menindaklanjuti arahan tersebut, PERUMDAM TKR terus berupaya menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Tangerang selama musim kemarau, salah satunya melalui penyiagaan dan pendistribusian mobil tangki air ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan.

Sungai Cisadane Surut Bukan Hambatan, PERUMDAM TKR Pacu Strategi Jaga Produksi Air Bersih   

Sungai Cisadane Surut Bukan Hambatan, PERUMDAM TKR Pacu Strategi Jaga Produksi Air Bersih  

detakbanten.com Tangerang, – Air Sungai Cisadane yang dimanfaatkan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang sebagai sumber air baku pada beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penurunan debit akibat musim kemarau panjang. Penurunan debit air yang terjadi di beberapa sumber air baku seperti Sungai Cimenceuri juga mempengaruhi pendistribusian air bersih yang ke pelanggan.

Faktor perubahan cuaca serta iklim ditengarai menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pasokan air yang kini menurun drastis, dan sampai saat curah hujan masih sangat minim. ini bukan masalah teknis, melainkan karena faktor alam, keadaan ini juga disebabkan oleh efek dari badai El-Nino yang hingga saat ini belum juga berhenti.

Di tengah kondisi tersebut, PERUMDAM TKR terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan produksi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Optimalisasi pengolahan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi ketersediaan air baku, disertai pemantauan secara berkala pada sumber-sumber air yang dimanfaatkan sebagai penopang operasional pengolahan air.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PERUMDAM TKR dalam menjaga akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang di tengah tantangan musim kemarau. Meski penurunan debit air baku berdampak terhadap kapasitas produksi di sejumlah instalasi, PERUMDAM TKR terus mengoptimalkan sistem pengolahan dan distribusi agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalisir, salah satunya dengan melakukan pengerukan kanal dan pendalaman saluran menuju intake di masing-masing IPA agar air dapat terus mensuplai kebutuhan air baku.

Sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik, PERUMDAM juga mengirimkan bantuan air bersih melalui armada tangki.

Sejumlah wilayah pelayanan yang turut terdampak antara lain, Teluknaga, Tigaraksa, CitraRaya, Serpong, Mauk, Kresek dan Kronjo. Wilayah-wilayah tersebut memanfaatkan sumber air baku Sungai Cisadane, Sungai Cimanceuri maupun Sungai Cidurian yang saat ini mengalami penurunan debit akibat kondisi kemarau.

PERUMDAM TKR juga terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku serta melakukan langkah mitigasi sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses produksi tetap berlangsung sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat semaksimal mungkin.

PERUMDAM TKR mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan selama musim kemarau berlangsung. Partisipasi masyarakat dalam melakukan penghematan air menjadi bagian penting untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi sumber air baku yang mengalami penurunan.

 

Kemarau Tak Hentikan Pelayanan, PERUMDAM TKR Salurkan Tangki Air Bersih untuk Masyarakat

Kemarau Tak Hentikan Pelayanan, PERUMDAM TKR Salurkan Tangki Air Bersih untuk Masyarakat

detakbanten.com Tangerang,– Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan akibat musim kemarau terus dilakukan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang dengan menyiagakan armada mobil tangki air bersih. Armada tersebut disiagakan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdekat dari wilayah terdampak untuk membantu pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengajukan bantuan akibat kekeringan.

Lebih dari 5 unit mobil tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter air bersih disiagakan untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kekurangan air. Armada tersebut ditempatkan pada sejumlah IPA terdekat agar pendistribusian dapat dilakukan lebih cepat ke wilayah terdampak kekeringan. Hingga Senin, 7 September 2026, distribusi air bersih telah dilakukan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, di antaranya Tigaraksa, Teluknaga, Mauk, Kresek, Kronjo, dan Serpong.

Bantuan juga menjangkau Curug dan Pakuhaji, meski sejumlah lokasi yang membutuhkan bantuan tersebut berada di luar cakupan pelayanan PERUMDAM TKR. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

Penyaluran melalui mobil tangki menjadi salah satu langkah yang ditempuh PERUMDAM TKR ketika kondisi sumber air baku belum memungkinkan pelayanan berjalan secara optimal. Penurunan debit terjadi pada sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku, antara lain Sungai Cisadane, Cidurian, dan Cimanceuri.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses produksi dan distribusi air yang sangat bergantung pada ketersediaan debit air baku. Meski menghadapi keterbatasan akibat faktor alam, PERUMDAM TKR tetap berupaya mempertahankan pelayanan kepada masyarakat, dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki menjadi jalur pelayanan alternatif bagi wilayah yang mengalami kekurangan suplai.

Direktur Utama PERUMDAM TKR mengungkapkan bahwa musim kemarau dan menurunnya debit air baku menjadi tantangan bagi pelayanan.

Ia mengatakan “kami tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui optimalisasi produksi, termasuk penyiagaan mobil tangki di wilayah terdampak, setiap hari kami pantau kondisi dilapangan, kami juga berkoordinasi dengan FORKOPIMDA Kabupaten Tangerang untuk penanganan daerah-daerah yang membutuhkan bantuan air bersih selama kekeringan berlangsung”.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan di sebagian wilayah berlanjut hingga September 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG Dasarian I September 2026 yang menempatkan Kabupaten Tangerang dalam kategori “Awas” kekeringan meteorologis.

PERUMDAM TKR akan terus memantau kondisi sumber air baku dan mengoptimalkan langkah penanganan di lapangan. Selama kondisi kekeringan berlangsung, armada tangki air bersih akan tetap disiagakan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan akses air bersih bagi masyarakat. (Adv)

Debit Cisadane Menurun, PERUMDAM TKR Siaga Jaga Produksi dan Pelayanan Air Bersih

Debit Cisadane Menurun, PERUMDAM TKR Siaga Jaga Produksi dan Pelayanan Air Bersih

detakbanten.com Tangerang, perumdamtkr.co.id – Air Sungai Cisadane yang dimanfaatkan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang sebagai sumber air baku pada beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penurunan debit akibat musim kemarau panjang. Penurunan debit air yang terjadi di beberapa sumber air baku seperti Sungai Cimenceuri juga mempengaruhi pendistribusian air bersih yang ke pelanggan.

Faktor perubahan cuaca serta iklim ditengarai menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pasokan air yang kini menurun drastis, dan sampai saat curah hujan masih sangat minim. ini bukan masalah teknis, melainkan karena faktor alam, keadaan ini juga disebabkan oleh efek dari badai El-Nino yang hingga saat ini belum juga berhenti.

Di tengah kondisi tersebut, PERUMDAM TKR terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan produksi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Optimalisasi pengolahan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi ketersediaan air baku, disertai pemantauan secara berkala pada sumber-sumber air yang dimanfaatkan sebagai penopang operasional pengolahan air.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PERUMDAM TKR dalam menjaga akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang di tengah tantangan musim kemarau. Meski penurunan debit air baku berdampak terhadap kapasitas produksi di sejumlah instalasi, PERUMDAM TKR terus mengoptimalkan sistem pengolahan dan distribusi agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalisir, salah satunya dengan melakukan pengerukan kanal dan pendalaman saluran menuju intake di masing-masing IPA agar air dapat terus mensuplai kebutuhan air baku.
Sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik, PERUMDAM juga mengirimkan bantuan air bersih melalui armada tangki.

Sejumlah wilayah pelayanan yang turut terdampak antara lain Wilayah V, Wilayah III, Teluknaga, Tigaraksa, CitraRaya, dan Zona C. Wilayah-wilayah tersebut memanfaatkan sumber air baku Sungai Cisadane maupun Sungai Cimanceuri, yang saat ini mengalami penurunan debit akibat kondisi kemarau.

PERUMDAM TKR juga terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku serta melakukan langkah mitigasi sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses produksi tetap berlangsung sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat semaksimal mungkin.

PERUMDAM TKR mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan selama musim kemarau berlangsung. Partisipasi masyarakat dalam melakukan penghematan air menjadi bagian penting untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi sumber air baku yang mengalami penurunan.

Sumber : Humas PERUMDAM TKR

PERUMDAM TKR: Aliran Air di Kosambi Barat Sudah Normal

PERUMDAM TKR: Aliran Air di Kosambi Barat Sudah Normal

detakbanten.com KABUPATEN TANGERANG, – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang memastikan aliran air bersih di wilayah Kosambi Barat kini sudah kembali normal.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar yang turun langsung ke lokasi, setelah tim teknis PERUMDAM TKR melakukan serangkaian pemeriksaan dan penanganan secara intensif terhadap jaringan distribusi air di wilayah tersebut.

Meski aliran air telah kembali normal, tim teknik PERUMDAM TKR masih melakukan pemantauan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tekanan air tetap stabil dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Sofyan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pemulihan sekaligus memastikan penanganan teknis berjalan maksimal.

Sofyan mengatakan, pemulihan layanan air bersih menjadi perhatian utama perusahaan.

Menurutnya, setelah aliran kembali normal, pemantauan jaringan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi distribusi benar-benar stabil.

“Aliran air di Kosambi Barat saat ini sudah kembali normal. Namun, kami tidak berhenti sampai di sini. Tim teknik tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tekanan dan distribusi air tetap stabil sampai ke pelanggan,” ujar Sofyan, Senin 17 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila masih ditemukan penurunan tekanan atau gangguan distribusi pada titik tertentu.

“Kontinuitas pelayanan menjadi komitmen kami. Karena itu, jajaran direksi bersama tim teknis terus mengawal kondisi di lapangan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” katanya.

Kehadiran jajaran direksi di lokasi juga menjadi bagian dari upaya PERUMDAM TKR memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.

Sofyan menyampaikan apresiasi kepada pelanggan di Kosambi Barat yang telah bersabar selama proses penanganan berlangsung.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat atas kesabaran dan dukungannya selama proses pemulihan. Kami akan terus berupaya menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan air bersih,” ujarnya.

PERUMDAM TKR memastikan tim teknis masih bersiaga dan melakukan monitoring jaringan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar aliran air tetap normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak kembali terganggu. (Adv)

Go to top