Items filtered by date: Wednesday, 10 June 2026

detakbanten.com  KOTA TANGSEL - Tim Pertamina Gas bersama unsur TNI (Koramil 08/Pamulang), Polri (Polsek Pamulang), dan Seksi Ketentraman Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Pamulang, serta pihak terkait lainnya melakukan penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang jalur pipa gas, khususnya di kawasan Kelurahan Pamulang Barat  Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten pada 9 hingga 10 Juni 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya sterilisasi jalur pipa guna menjaga keselamatan masyarakat dan keamanan infrastruktur vital nasional.

Jalur pipa gas Pertamina di Pamulang merupakan bagian dari jaringan transmisi gas regional yang membentang dari wilayah Sukabumi, Bogor, dan Depok menuju kawasan industri di Cilamaya, Karawang. Tahap pertama penertiban jalur pipa gas dari bangunan liar di kawasan Pamulang meliputi area yang berbatasan dengan fasilitas umum, dari bundaran Pamulang hingga ujung batas kompleks perumahan Pamulang Permai I di wilayah Kelurahan Pamulang Barat. 

Diketahui, infrastruktur strategis ini dikelola oleh Pertamina Gas bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Namun dalam praktiknya, area jalur pipa banyak dimanfaatkan pihak yang tidak memiliki hak untuk bangunan liar (bangli), sarana olahraga, parkiran kendaraan, mushola, warung kopi, hingga berbagai aktivitas lainnya.

Kepada awak media, Muhammad Putra Dewanto, Head of External Relation East Region di PT Pertamina Gas di lokasi penertiban jalur pipa gas menjelaskan, kegiatan penertiban dilakukan dalam dua hari ini, untuk memastikan jalur pipa tetap steril demi keselamatan warga sekitar.

“Melanjutkan kegiatan kemarin, kita melakukan penertiban jalur ROW atau sterilisasi untuk menjaga safety warga sekitar. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, tanggal 9 dan 10 Juni,” ujar Putra Dewanto.

Ia juga menambahkan, setelah proses penertiban selesai, pihaknya akan melanjutkan dengan pembersihan sisa bangunan dan material lainnya di lokasi.

“Setelah dua hari ini, kegiatan selanjutnya adalah pembersihan bekas bangunan dan lainnya. Targetnya sampai ujung area Pamulang Barat,” lanjutnya.

Menurutnya, para pemanfaat tanpa hak yang berada di sepanjang jalur pipa telah memahami dan menyetujui proses pembongkaran bangunan tersebut demi kepentingan bersama.

Sementara itu, Danramil 08/Pamulang Mayor (TNI) Syahrul saat memimpin apel kesiapsiagaan penertiban jalur pipa gas di kawasan Pamulang Permai, Rabu (10/06/2026), menegaskan pentingnya menjaga jalur pipa dari pemanfaatan ilegal.

“Untuk keselamatan diri kita dan anak cucu kita, tidak ada lagi pemanfaatan lahan oleh bukan pemilik di sepanjang jalur pipa gas milik Pertamina Gas,” tegasnya.

Pertamina Gas berharap, penertiban ini dapat meningkatkan keamanan jalur distribusi gas sekaligus meminimalkan potensi risiko yang dapat membahayakan masyarakat sekitar. (Zal)

Published inTangsel

detakbanten.com CIPUTAT – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyambut keberhasilan panen perdana bawang merah varietas Batu yang dibudidayakan melalui demplot pertanian di Kota Tangerang Selatan. Panen tersebut menjadi penanda positif hasil uji coba pupuk bio-organik berbasis mikroba produksi PT BioArk Global Pte. Ltd. asal Singapura yang mampu mendukung pertumbuhan bawang merah secara optimal di wilayah dataran rendah.

Panen Hasil Demplot Bawang Merah Varietas Batu tersebut digelar bersamaan dengan Pasar Murah Hasil Bumi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang, Selasa (9/6/2026).

Keberhasilan budidaya ini menarik perhatian karena bawang merah selama ini dikenal lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian tertentu. Namun melalui penggunaan pupuk Arktivate, tanaman bawang merah varietas Batu mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan ukuran umbi yang lebih besar.

Benyamin mengatakan hasil panen tersebut menjadi temuan yang menggembirakan bagi pengembangan pertanian perkotaan di Tangerang Selatan. Menurutnya, inovasi teknologi pertanian perlu terus didorong untuk menjawab keterbatasan lahan dan kondisi geografis daerah.

"Yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya tidak dapat tumbuh di daerah seperti kita karena ketinggiannya, namun dengan pupuk ini produksinya bagus sekali. Bawangnya lebih besar," ujar Benyamin.

Melihat hasil yang diperoleh, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PT BioArk Global melalui DKP3 untuk mengkaji pemanfaatan pupuk tersebut secara lebih luas.

Apabila hasil uji coba lanjutan terus menunjukkan perkembangan positif, pupuk Arktivate akan diproduksi dalam jumlah lebih besar dan didistribusikan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi bawang merah skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Bawang itu konsumsi dapur yang cukup banyak, selain cabai dan sebagainya. Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksi rumah tangganya cukup besar di Tangsel," ucapnya.

Ia menjelaskan, uji coba saat ini masih difokuskan pada komoditas bawang merah yang umum dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, pengembangan pada komoditas lain seperti cabai masih akan dikaji lebih lanjut seiring evaluasi hasil yang diperoleh dari demplot tersebut.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan Arktivate merupakan produk yang dikembangkan di Singapura dengan kandungan mikroba bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas hasil panen. Produk tersebut juga dirancang untuk membantu tanaman menghadapi tantangan perubahan iklim

"This soil has proven to retain moisture by 20 percent and it also can retain the nutrients by 10 percent, so it can perform much better than the usual organic soil," jelas Edward.

Menurut Edward, media tanam yang menggunakan teknologi mikroba tersebut mampu mempertahankan kelembapan tanah hingga 20 persen dan menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih baik dibandingkan pupuk organik konvensional, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman.

Published inTangsel

Go to top