Perumdam TKR Hadirkan Kemudahan Pengajuan Sambungan Baru via SIMPEL TKR

detakbanten.com TANGERANG - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang terus mendorong kemudahan pelayanan melalui pemanfaatan layanan digital.

Salah satunya dengan menghadirkan SIMPEL TKR yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses berbagai kebutuhan layanan secara lebih praktis.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi layanan, mengetahui persyaratan sambungan baru, hingga melakukan pendaftaran sambungan pelanggan baru.

SIMPEL TKR menjadi salah satu upaya mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan mengakses layanan tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor pelayanan.

Dalam unggahan resminya, Perumdam TKR mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital tersebut untuk mendapatkan pengalaman pelayanan yang lebih mudah dan praktis.

Dengan tersedianya layanan tersebut, calon pelanggan dapat mempersiapkan kebutuhan pengajuan sambungan baru dengan lebih mudah karena informasi persyaratan telah tersedia dalam satu layanan digital.

Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun ingin melakukan pendaftaran sambungan baru dapat mengakses layanan melalui aplikasi SIMPEL TKR. (Adv)

Kemarau Panjang di Tangerang, Perumdam TKR Salurkan 2,5 Juta Liter Air Bersih

Kemarau Panjang di Tangerang, Perumdam TKR Salurkan 2,5 Juta Liter Air Bersih

detakbanten.com TANGERANG - Kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang mendorong Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) terus menyalurkan bantuan air kepada warga. Selama Juli hingga Agustus 2026, sedikitnya 2,5 juta liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai lokasi yang terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air selama musim kemarau.

Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang, Sofyan Sapar, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau berkepanjangan.

Menurut Sofyan, Perumdam TKR terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan air dapat diberikan kepada wilayah yang membutuhkan.

“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami akan terus berupaya membantu memenuhi kebutuhan air warga selama kondisi kemarau masih berlangsung,” kata Sofyan, Kamis (1/10/2026).

Bagi warga yang terdampak kekeringan, kedatangan kendaraan pengangkut air bersih bukan sekadar bantuan. Air menjadi kebutuhan sehari-hari yang digunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan berbagai keperluan rumah tangga.

Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang sumber airnya mulai mengering atau tidak lagi mencukupi kebutuhan keluarga.

Perumdam TKR memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Bantuan diberikan ke sejumlah lokasi yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Sofyan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan, mengingat musim kemarau dapat memberikan tekanan terhadap ketersediaan sumber air baku.

“Air merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Penyaluran lebih dari 2,5 juta liter air bersih selama Juli hingga Agustus 2026 menjadi salah satu bentuk respons Perumdam TKR terhadap dampak kemarau panjang di Kabupaten Tangerang.

Di tengah kondisi ketika sebagian warga harus menghadapi keterbatasan air, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang terdampak kekeringan. (Adv)

Perumdam Tirta Raya Kubu Raya Gandeng Tangerang, Siapkan B2B untuk Perluas Layanan Air Minum

Perumdam Tirta Raya Kubu Raya Gandeng Tangerang, Siapkan B2B untuk Perluas Layanan Air Minum

detakbanten.com KUBU RAYA - Pemkab Kubu Raya menyiapkan kerja sama business to business (B2B) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang untuk memperluas layanan air minum.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kubu Raya melakukan kaji tiru ke Perumdam TKR di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (30/9). Kunjungan yang dipimpin Bupati Kubu Raya Sujiwo itu membahas pengelolaan perusahaan daerah dan penerapan skema B2B dalam pengembangan layanan air minum.

Sujiwo mengatakan, pengalaman Perumdam TKR akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun pola kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan Kubu Raya. Menurutnya, kerja sama tersebut harus dikaji secara menyeluruh sebelum dijalankan.

“Perumdam Tirta Raya akan melakukan business to business. Tentunya sebelum berjalan, sebelum running, kita mesti mendapatkan informasi dan kajian-kajian secara komprehensif,” kata Sujiwo.

Dia meminta Perumdam Tirta Raya tidak terburu-buru menjalankan kerja sama. Setiap aspek perlu dipelajari agar pola yang diterapkan dapat mendukung keberlangsungan perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Namanya juga ini kaji terap. Kita mengkaji di sini, yang baik kita akan terapkan di sana,” ujarnya.

Menurut Sujiwo, pengembangan layanan air minum tidak semata-mata berkaitan dengan bisnis perusahaan daerah. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Dia menyebutkan, berdasarkan survei sebelum dirinya dilantik sebagai bupati, sebanyak 53 persen masyarakat Kubu Raya menginginkan persoalan pelayanan air bersih ditangani dengan baik.

Karena itu, Sujiwo menekankan keseimbangan antara orientasi bisnis dan fungsi sosial Perumdam Tirta Raya. Perusahaan daerah tetap harus menjaga kesehatan usaha, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh diabaikan.

“Kalau bicara usaha, maka profit yang diprioritaskan. Tapi ingat, ketika menyangkut kepentingan umum, di situ ada masalah sosial. Maka selain profit oriented, ada social oriented. Ini yang harus betul-betul balance,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kubu Raya menyiapkan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam TKR. Jajaran Perumdam TKR juga akan diundang ke Kubu Raya untuk melanjutkan pembahasan.

Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Sofyan Safar menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Pihaknya siap mendampingi Perumdam Tirta Raya dalam proses pengembangan kerja sama. Namun, Sofyan mengingatkan setiap tahapan kerja sama tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Mudah-mudahan kerja sama ini nanti membuahkan hasil dan juga harus compliance dengan aturan yang berlaku,” katanya. (Adv)

Pemkab Kubu Raya Kaji Kerja Sama Strategis dengan Perumdam TKR Tangerang

Pemkab Kubu Raya Kaji Kerja Sama Strategis dengan Perumdam TKR Tangerang

detakbanten.com KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo melakukan kunjungan kerja sekaligus kaji tiru pengelolaan air bersih ke Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Tangerang, Banten, Rabu, 30 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari keberhasilan pengelolaan perusahaan daerah air minum, khususnya dalam menjalin kerja sama bisnis dengan pihak swasta.

Dalam kunjungan tersebut, Sujiwo didampingi Direktur Perumdam Tirta Raya, Asisten Bupati, Kepala Bappedalitbang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya.

Sujiwo mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk memperkuat pengelolaan Perumdam Tirta Raya melalui penerapan model kerja sama business to business (B2B) yang telah berhasil diterapkan Perumdam TKR.

Menurutnya, berbagai pengalaman dan informasi yang diperoleh dalam kunjungan tersebut akan menjadi bahan kajian sebelum Perumdam Tirta Raya menjalankan kerja sama serupa.

“Kami melakukan kunjungan ini bukan untuk jalan-jalan tanpa tujuan, tetapi untuk studi tiru ke Perumdam terbaik se-Indonesia. Banyak ilmu dan informasi yang dapat kami bawa pulang untuk diterapkan di Perumdam Tirta Raya,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan, sebelum kerja sama B2B direalisasikan, Perumdam Tirta Raya perlu melakukan kajian secara komprehensif, baik dari sisi teknis, bisnis maupun aspek regulasi. Hal tersebut penting agar kerja sama yang dijalankan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat.

Sujiwo juga mengingatkan bahwa pengelolaan air bersih tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan publik, Perumdam Tirta Raya harus mampu menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan tanggung jawab sosial.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan sebelum dirinya dilantik menjadi Bupati Kubu Raya, sebanyak 53 persen masyarakat menginginkan peningkatan pelayanan air bersih.

“Persoalan air bersih merupakan persoalan yang sangat mendasar. Hak untuk mendapatkan air bersih diatur oleh konstitusi dan merupakan hak dasar rakyat. Maka, ketika kita mengelola perusahaan daerah air minum, memang harus berpikir tentang usaha. Namun, ketika menyangkut kepentingan umum, ada persoalan sosial yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, orientasi keuntungan (profit oriented) dan orientasi sosial (social oriented) harus berjalan seimbang. Dengan demikian, Perumdam Tirta Raya tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap hasil kaji tiru di Perumdam TKR Tangerang dapat menjadi acuan bagi Perumdam Tirta Raya dalam mengambil langkah konkret dan strategis untuk merealisasikan kerja sama dengan pihak swasta.

Sujiwo juga menyampaikan rencana penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam TKR Tangerang. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mengundang Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar, beserta jajaran untuk berkunjung ke Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Kerta Raharja Tangerang, Sofyan Sapar, menyambut baik kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tersebut.

Ia mengatakan, kunjungan itu menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai penerapan kerja sama business to business atau public private partnership antara pemerintah dan pihak swasta, khususnya dalam meningkatkan cakupan pelayanan air bersih.

“Kami bersedia mendampingi kerja sama dengan Perumdam Tirta Raya bersama Pak Direktur dan Pak Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal. Mudah-mudahan kerja sama ini nantinya membuahkan hasil dan tetap mematuhi seluruh aturan yang berlaku,” ujar Sofyan.

Melalui kegiatan kaji tiru tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap Perumdam Tirta Raya dapat mengadopsi praktik pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sehingga rencana kerja sama yang akan dilaksanakan mampu meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. (Adv)

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid

Bupati Maesyal Rasyid Minta Perumdam TKR Segera Tangani Krisis Air di Kosambi Barat

detakbanten.com TANGERANG — Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meminta Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) gerak cepat tangani aliran yang tersendat. Hal ini menyusul viralnya video pengaduan warga selaku pelanggan Perumdam di Desa Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi akibat keringnya aliran air.

”Saya telepon nanti itu Dirut Perumdam. Harus gerak cepat tangani di sana. Jangan sampai ada keluhan,” tegasnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Kata Maesyal, pemerintah akan mengirimkan bantuan air bersih ke warga terdampak layanan Perumdam di Desa Kosambi Barat. Hal ini untuk penanganan sementara waktu hingga aliran air bersih dari Perumdam TKR kembali normal.

”Kita akan kirimkan air bersih ke sana warga terdampak. Nanti saya perintahkan agar cepat selesai,” katanya.

Sebelumnya, pengaduan warga tersebut dilayangkan lewat video pendek di salah satu rumah terdampak. Mereka memaparkan, empat bulan aliran air bersih dari Perumdam TKR tidak mengalir. ”Kami mendesak Bupati Tangerang memecat Dirut PDAM TKR. Kami tidak ada air bersih hampir empat bulan,” jelas warga.

Menanggapi hal ini, Humas Perumdam TKR Hafizh mengatakan, aliran di Kecamatan Kosambi sudah mengalir. ”Sudah kita tangani dan mengalir. Kemarin tanggal 8 Agustus kami ke Kosambi Timur dan sudah mengalir. Itu satu pipa,” katanya singkat, Senin 10 Agustus 2026.

Soal aliran air yang sudah empat bulan, Hafizh enggan berkomentar. Ia bersikukuh, aliran air di Kecamatan Kosambi sudah kembali normal. ”Sudah normal, lihat saja di Instagram Perumdam TKR sudah selesai kok,” katanya. (Adv)

PERUMDAM TKR Siagakan Mobil Tangki Air di Dua Lokasi Terdampak Kekeringan

PERUMDAM TKR Siagakan Mobil Tangki Air di Dua Lokasi Terdampak Kekeringan

detakbanten.com TANGERANG – PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang mulai melakukan penanganan krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. Atas arahan Bupati Tangerang, PERUMDAM TKR menyiagakan mobil tangki air di dua lokasi terdampak kekeringan, yaitu Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Selasa, 28 Juli 2026.

Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar, mendampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung penanganan kekeringan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. PERUMDAM TKR akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memantau kondisi wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Langkah ini menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat akibat kekeringan.

Penyediaan mobil tangki air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak. Langkah ini merupakan bentuk komitmen PERUMDAM TKR dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Tangerang serta memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih, khususnya dalam kondisi darurat akibat musim kemarau.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang menyampaikan bahwa mobil tangka PERUMDAM TKR akan terus berjaga di lokasi kekeringan. “Pak Gubernur bersama PERUMDAM TKR Kabupaten Tangerang akan terus mendistribusikan air bersih secara rutin. Saat ini mobil tangki PERUMDAM TKR tengah disiagakan dilokasi-lokasi yang yang terdampak kekeringan. Untuk solusi jangka panjang, kami telah berbagi tugas dengan Pemerintah Provinsi Banten agar pembangunan toren dan pengeboran sumur dapat berjalan efektif tanpa tumpang tindih. Yang terpenting, masyarakat segera mendapatkan akses air bersih secara berkelanjutan,” ungkap Maesyal.

Gubernur Banten, Andra Soni, juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Banten untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, dengan terus memantau wilayah yang mengalami kekeringan serta memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Menindaklanjuti arahan tersebut, PERUMDAM TKR terus berupaya menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Tangerang selama musim kemarau, salah satunya melalui penyiagaan dan pendistribusian mobil tangki air ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan.

Bupati Tangerang Lepas Elzeds FC Wakili Banten di Liga Soeratin Nasional U-13

Bupati Tangerang Lepas Elzeds FC Wakili Banten di Liga Soeratin Nasional U-13

detakbanten.com TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melepas tim Elzeds FC Kabupaten Tangerang yang akan berlaga pada Liga Soeratin Seri Nasional U-13 di Bandung, Jawa Barat, sekaligus membawa nama Provinsi Banten di tingkat nasional.

Pelepasan tersebut berlangsung di Kantor PSSI Askab Kabupaten Tangerang, kawasan Indomilk Stadium, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/10/26).

Bupati Maesyal menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang berhasil ditorehkan para pemain muda Elzeds FC hingga mampu menjadi juara tingkat Provinsi Banten dan berhak melaju ke seri nasional.

“Saya sangat senang dan bangga bisa melepas anak-anak dari Kabupaten Tangerang untuk berlaga di tingkat nasional di Liga Soeratin mewakili Provinsi Banten,” ujar Bupati Maesyal

Ia berpesan kepada seluruh pemain untuk menjaga nama baik Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten selama bertanding. Para pemain juga diminta untuk tetap berlatih keras, percaya diri, serta memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan.

“Kalian harus jaga nama baik Kabupaten Tangerang, nama baik Provinsi Banten. Tetap semangat, lakukan yang terbaik supaya setiap pertandingan bisa terus menang,” pesannya.

Selain itu, Bupati juga memberikan motivasi agar para pemain menjunjung tinggi fair play dan sportivitas. Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi juga dari karakter dan sikap para atlet ketika bertanding.

“Kami doakan anak-anakku yang berlaga ini bisa membawa hasil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten di tingkat nasional,” tuturnya.

Ia berharap dari pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Tangerang dapat melahirkan talenta-talenta baru yang nantinya mampu memperkuat klub profesional, Persita Tangerang, hingga Tim Nasional Indonesia.

“Saya yakin akan lahir pemain-pemain yang bisa mewakili Indonesia, bermain di Persita, bahkan di Liga 1 dan tingkat nasional lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Elzeds FC, Almeida Andes Sudrajat, menjelaskan bahwa perjalanan timnya hingga lolos ke tingkat nasional berawal dari keberhasilan menjuarai Piala Bupati Tangerang. Setelah itu, Elzeds FC melanjutkan perjuangan di tingkat Provinsi Banten dan berhasil keluar sebagai juara.

“Awalnya kita menjuarai Piala Bupati, kemudian masuk seri provinsi. Alhamdulillah kita berhasil mengalahkan lawan-lawan dan menjadi juara seri provinsi. Akhirnya kita mewakili Banten di seri nasional Soeratin,” ungkap Almeida.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap pembinaan sepak bola usia dini, khususnya melalui penyediaan fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan para pemain muda untuk berlatih.

Menurutnya, dukungan dan fasilitas yang memadai sangat bermanfaat bagi Elzeds FC yang baru berdiri sekitar satu setengah tahun mampu berkembang pesat dan kini mencatat sejarah sebagai wakil Banten di kompetisi nasional.

“Alhamdulillah kita disupport pihak Kabupaten dari awal berdiri. Kita diberikan fasilitas untuk berlatih. Sekarang kita berada di posisi nomor satu di Banten dan akan mewakili Banten di seri nasional,” ungkapnya.

Dia menambahkan Elzeds FC saat ini memiliki sekitar 150 siswa dengan rentang usia 4 hingga 13 tahun. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak Kabupaten Tangerang dan Banten yang memiliki minat serta bakat di bidang sepak bola.

Almeida menilai dukungan fasilitas olahraga di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu modal penting bagi tumbuhnya talenta sepak bola usia dini. Dari 29 kecamatan yang ada, Kabupaten Tangerang memiliki fasilitas stadion mini yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga masyarakat dan pembinaan atlet.

“Di Kabupaten Tangerang fasilitasnya sangat mendukung. Kami bisa menggunakan Stadion Mini Cisauk dan Kelapa Dua untuk latihan 4-5 kali seminggu. Rumputnya memadai, bahkan ada yang sudah sintetis dan beberapa fasilitas juga sudah dilengkapi lampu,” jelasnya.

Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak anak muda Kabupaten Tangerang yang memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional.

“Tidak ada lagi alasan anak-anak Indonesia untuk tidak menjadi pesepak bola karena fasilitasnya sudah ada, masyarakat mendukung, PSSI mendukung, pemerintah daerah mendukung. Kita benar-benar mulai dari bawah dan sekarang bisa sampai di tingkat satu Banten,” pungkasnya.

Miliki Sabu, Warga Jayanti Tangerang Dibekuk Polisi

Miliki Sabu, Warga Jayanti Tangerang Dibekuk Polisi

detakbanten.com TANGERANG -- Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial MP (26), warga Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 8 bungkus plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 14,52 gram.

MP ditangkap pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Taman Cikande, Jalan Melati III, Kelurahan Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

"Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan tindakan kepolisian terhadap MP yang saat itu berada di dalam rumah kontrakan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kamis (24/9/2026).

Indra Waspada menjelaskan, petugas melakukan penggeledahan terhadap badan, pakaian, serta tempat tertutup lainnya. Dari hasil penggeledahan tersebut ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Dari hasil penggeledahan, sebanyak tujuh paket diduga sabu ditemukan dalam kemasan kecil dengan berat bruto antara 0,17 gram hingga 0,37 gram. Sementara satu paket lainnya memiliki berat bruto 12,77 gram.

Sebagian barang bukti tersebut ditemukan di dalam sebuah dompet berbahan kain warna biru muda yang disimpan di saku celana MP. Sebagian lainnya ditemukan di dalam keranjang yang berada di dapur rumah kontrakan.

Selain narkotika yang diduga sabu, polisi turut mengamankan satu timbangan elektrik warna silver, tiga alat menyerupai sendok yang terbuat dari uang kertas pecahan Rp2.000 dan dua sedotan, lima potongan sedotan plastik warna merah muda, serta satu korek gas yang telah dimodifikasi.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MP diduga berperan sebagai perantara dalam jual beli, serta menyimpan, memiliki, menguasai dan mengedarkan narkotika jenis sabu," ujar Indra Waspada.

Dia menegaskan, Polresta Tangerang akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika. Menurutnya, kepolisian tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga terus mengembangkan informasi untuk mengungkap jaringan atau pihak lain yang berkaitan.

Dia juga menegaskan, pemberantasan narkotika merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya, MP bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolresta Tangerang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Polresta Tangerang Pastikan Situasi Aman, Persoalan di Rajeg Diselesaikan dengan Dialog

Polresta Tangerang Pastikan Situasi Aman, Persoalan di Rajeg Diselesaikan dengan Dialog

detakbanten.com - Aparat Polresta Tangerang bergerak cepat mengamankan situasi setelah terjadi perbedaan pendapat antara sejumlah warga dan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026).

Setelah menerima informasi mengenai adanya perbedaan pendapat tersebut, personel Polresta Tangerang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya gesekan.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kehadiran personel kepolisian merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi konflik.

"Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," kata Indra Waspada.

Dia menegaskan, personel kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mendorong agar persoalan yang ada diselesaikan melalui dialog. Setelah situasi berhasil diamankan, kemudian dilaksanakan musyawarah di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Desa Mekarsari.

Musyawarah tersebut dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.

Dalam musyawarah tersebut disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui mediasi tingkat Kecamatan Rajeg.

Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan.

Indra Waspada kembali menegaskan, kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan selama proses penyelesaian berlangsung. Dia juga menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan.

Dia pun mengimbau semua pihak untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan. Serta menghormati proses mediasi yang akan dilakukan di tingkat kecamatan.

"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya.

Indra Waspada juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, termasuk video maupun potongan informasi mengenai kejadian yang beredar di media sosial.

"Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan," ujarnya.

Setelah musyawarah selesai, masing-masing pihak meninggalkan lokasi untuk mencegah kerumunan dan menjaga situasi tetap aman. Indra Waspada juga memastikan, situasi dalam keadaan aman dan kondusif.

Indra Waspada memastikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak terkait lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Warga Balaraja Siap Hadang Aksi Demontrasi dari LSM NKRI

Warga Balaraja Siap Hadang Aksi Demontrasi dari LSM NKRI

detakbanten.com TANGERANG -- Warga Kelurahan Balaraja Kecamatan Balaraja melakukan aksi penghadangan dengan mengerahkan warga di kawasan industri PT Adis dan PT Pemi, menyusul akan adanya aksi demo dari LSM NKRI ke sejumlah perusahaan di kawasan Balaraja yang rencananya dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026). Namun aksi dari LSM yang direncanakan pada hari ini Selasa (red ) batal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, puluhan warga Balaraja yang terdiri dari anggota LPM kelurahan Balaraja berjaga - jaga di ruko samping PT Adis, ketua LPM Sukanta kemudian melakukan orasi dihadapan warga dan mengajak kepada warga untuk menjaga lingkungan dan mendesak agar perusahaan untuk tidak takut jika ada LSM NKRI mengancam melakukan aksi demo.

"Kita jaga perusahaan di sini dari LSM NKRI, karena LSM NKRI datang kesini menakut- nakuti dan melakukan intimidasi perusahaan dengan cara melayangkan surat,"terang Sukanta.

Warga sambung Sukanta akan pasang badan jika LSM NKRi mencoba melakukan aksi demontrasi, dan warga warga siap untuk melawan, bahkan hari ini semua warga perwakilan dari RT masing- masing sudah kompak dan berjaga - jaga dan siap menghadang.

Sementara puluhan aparat dari kepolisian Sektor Balaraja dibantu dengan Satuan Polisi Pamong berjaga berjaga - jaga untuk mengamankan aksi, namun dari informasi yang beredar, LSM NKRI batal melakukan aksi demo, belum diketahui alasan pembatalan demo.

Go to top