Bupati Tangerang Lepas Elzeds FC Wakili Banten di Liga Soeratin Nasional U-13
detakbanten.com TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melepas tim Elzeds FC Kabupaten Tangerang yang akan berlaga pada Liga Soeratin Seri Nasional U-13 di Bandung, Jawa Barat, sekaligus membawa nama Provinsi Banten di tingkat nasional.
Pelepasan tersebut berlangsung di Kantor PSSI Askab Kabupaten Tangerang, kawasan Indomilk Stadium, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/10/26).
Bupati Maesyal menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang berhasil ditorehkan para pemain muda Elzeds FC hingga mampu menjadi juara tingkat Provinsi Banten dan berhak melaju ke seri nasional.
“Saya sangat senang dan bangga bisa melepas anak-anak dari Kabupaten Tangerang untuk berlaga di tingkat nasional di Liga Soeratin mewakili Provinsi Banten,” ujar Bupati Maesyal
Ia berpesan kepada seluruh pemain untuk menjaga nama baik Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten selama bertanding. Para pemain juga diminta untuk tetap berlatih keras, percaya diri, serta memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan.
“Kalian harus jaga nama baik Kabupaten Tangerang, nama baik Provinsi Banten. Tetap semangat, lakukan yang terbaik supaya setiap pertandingan bisa terus menang,” pesannya.
Selain itu, Bupati juga memberikan motivasi agar para pemain menjunjung tinggi fair play dan sportivitas. Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi juga dari karakter dan sikap para atlet ketika bertanding.
“Kami doakan anak-anakku yang berlaga ini bisa membawa hasil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten di tingkat nasional,” tuturnya.
Ia berharap dari pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Tangerang dapat melahirkan talenta-talenta baru yang nantinya mampu memperkuat klub profesional, Persita Tangerang, hingga Tim Nasional Indonesia.
“Saya yakin akan lahir pemain-pemain yang bisa mewakili Indonesia, bermain di Persita, bahkan di Liga 1 dan tingkat nasional lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Elzeds FC, Almeida Andes Sudrajat, menjelaskan bahwa perjalanan timnya hingga lolos ke tingkat nasional berawal dari keberhasilan menjuarai Piala Bupati Tangerang. Setelah itu, Elzeds FC melanjutkan perjuangan di tingkat Provinsi Banten dan berhasil keluar sebagai juara.
“Awalnya kita menjuarai Piala Bupati, kemudian masuk seri provinsi. Alhamdulillah kita berhasil mengalahkan lawan-lawan dan menjadi juara seri provinsi. Akhirnya kita mewakili Banten di seri nasional Soeratin,” ungkap Almeida.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap pembinaan sepak bola usia dini, khususnya melalui penyediaan fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan para pemain muda untuk berlatih.
Menurutnya, dukungan dan fasilitas yang memadai sangat bermanfaat bagi Elzeds FC yang baru berdiri sekitar satu setengah tahun mampu berkembang pesat dan kini mencatat sejarah sebagai wakil Banten di kompetisi nasional.
“Alhamdulillah kita disupport pihak Kabupaten dari awal berdiri. Kita diberikan fasilitas untuk berlatih. Sekarang kita berada di posisi nomor satu di Banten dan akan mewakili Banten di seri nasional,” ungkapnya.
Dia menambahkan Elzeds FC saat ini memiliki sekitar 150 siswa dengan rentang usia 4 hingga 13 tahun. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak Kabupaten Tangerang dan Banten yang memiliki minat serta bakat di bidang sepak bola.
Almeida menilai dukungan fasilitas olahraga di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu modal penting bagi tumbuhnya talenta sepak bola usia dini. Dari 29 kecamatan yang ada, Kabupaten Tangerang memiliki fasilitas stadion mini yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga masyarakat dan pembinaan atlet.
“Di Kabupaten Tangerang fasilitasnya sangat mendukung. Kami bisa menggunakan Stadion Mini Cisauk dan Kelapa Dua untuk latihan 4-5 kali seminggu. Rumputnya memadai, bahkan ada yang sudah sintetis dan beberapa fasilitas juga sudah dilengkapi lampu,” jelasnya.
Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak anak muda Kabupaten Tangerang yang memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional.
“Tidak ada lagi alasan anak-anak Indonesia untuk tidak menjadi pesepak bola karena fasilitasnya sudah ada, masyarakat mendukung, PSSI mendukung, pemerintah daerah mendukung. Kita benar-benar mulai dari bawah dan sekarang bisa sampai di tingkat satu Banten,” pungkasnya.
Miliki Sabu, Warga Jayanti Tangerang Dibekuk Polisi
detakbanten.com TANGERANG -- Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial MP (26), warga Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 8 bungkus plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 14,52 gram.
MP ditangkap pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Taman Cikande, Jalan Melati III, Kelurahan Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
"Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan tindakan kepolisian terhadap MP yang saat itu berada di dalam rumah kontrakan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kamis (24/9/2026).
Indra Waspada menjelaskan, petugas melakukan penggeledahan terhadap badan, pakaian, serta tempat tertutup lainnya. Dari hasil penggeledahan tersebut ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika.
Dari hasil penggeledahan, sebanyak tujuh paket diduga sabu ditemukan dalam kemasan kecil dengan berat bruto antara 0,17 gram hingga 0,37 gram. Sementara satu paket lainnya memiliki berat bruto 12,77 gram.
Sebagian barang bukti tersebut ditemukan di dalam sebuah dompet berbahan kain warna biru muda yang disimpan di saku celana MP. Sebagian lainnya ditemukan di dalam keranjang yang berada di dapur rumah kontrakan.
Selain narkotika yang diduga sabu, polisi turut mengamankan satu timbangan elektrik warna silver, tiga alat menyerupai sendok yang terbuat dari uang kertas pecahan Rp2.000 dan dua sedotan, lima potongan sedotan plastik warna merah muda, serta satu korek gas yang telah dimodifikasi.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MP diduga berperan sebagai perantara dalam jual beli, serta menyimpan, memiliki, menguasai dan mengedarkan narkotika jenis sabu," ujar Indra Waspada.
Dia menegaskan, Polresta Tangerang akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika. Menurutnya, kepolisian tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga terus mengembangkan informasi untuk mengungkap jaringan atau pihak lain yang berkaitan.
Dia juga menegaskan, pemberantasan narkotika merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak penyalahgunaan narkoba.
Selanjutnya, MP bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolresta Tangerang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Polresta Tangerang Pastikan Situasi Aman, Persoalan di Rajeg Diselesaikan dengan Dialog
detakbanten.com - Aparat Polresta Tangerang bergerak cepat mengamankan situasi setelah terjadi perbedaan pendapat antara sejumlah warga dan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026).
Setelah menerima informasi mengenai adanya perbedaan pendapat tersebut, personel Polresta Tangerang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya gesekan.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kehadiran personel kepolisian merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi konflik.
"Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," kata Indra Waspada.
Dia menegaskan, personel kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mendorong agar persoalan yang ada diselesaikan melalui dialog. Setelah situasi berhasil diamankan, kemudian dilaksanakan musyawarah di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Desa Mekarsari.
Musyawarah tersebut dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.
Dalam musyawarah tersebut disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui mediasi tingkat Kecamatan Rajeg.
Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan.
Indra Waspada kembali menegaskan, kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan selama proses penyelesaian berlangsung. Dia juga menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan.
Dia pun mengimbau semua pihak untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan. Serta menghormati proses mediasi yang akan dilakukan di tingkat kecamatan.
"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya.
Indra Waspada juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, termasuk video maupun potongan informasi mengenai kejadian yang beredar di media sosial.
"Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan," ujarnya.
Setelah musyawarah selesai, masing-masing pihak meninggalkan lokasi untuk mencegah kerumunan dan menjaga situasi tetap aman. Indra Waspada juga memastikan, situasi dalam keadaan aman dan kondusif.
Indra Waspada memastikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak terkait lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Warga Balaraja Siap Hadang Aksi Demontrasi dari LSM NKRI
detakbanten.com TANGERANG -- Warga Kelurahan Balaraja Kecamatan Balaraja melakukan aksi penghadangan dengan mengerahkan warga di kawasan industri PT Adis dan PT Pemi, menyusul akan adanya aksi demo dari LSM NKRI ke sejumlah perusahaan di kawasan Balaraja yang rencananya dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026). Namun aksi dari LSM yang direncanakan pada hari ini Selasa (red ) batal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, puluhan warga Balaraja yang terdiri dari anggota LPM kelurahan Balaraja berjaga - jaga di ruko samping PT Adis, ketua LPM Sukanta kemudian melakukan orasi dihadapan warga dan mengajak kepada warga untuk menjaga lingkungan dan mendesak agar perusahaan untuk tidak takut jika ada LSM NKRI mengancam melakukan aksi demo.
"Kita jaga perusahaan di sini dari LSM NKRI, karena LSM NKRI datang kesini menakut- nakuti dan melakukan intimidasi perusahaan dengan cara melayangkan surat,"terang Sukanta.
Warga sambung Sukanta akan pasang badan jika LSM NKRi mencoba melakukan aksi demontrasi, dan warga warga siap untuk melawan, bahkan hari ini semua warga perwakilan dari RT masing- masing sudah kompak dan berjaga - jaga dan siap menghadang.
Sementara puluhan aparat dari kepolisian Sektor Balaraja dibantu dengan Satuan Polisi Pamong berjaga berjaga - jaga untuk mengamankan aksi, namun dari informasi yang beredar, LSM NKRI batal melakukan aksi demo, belum diketahui alasan pembatalan demo.
Tak Terima Limbahnya Diambil oleh LSM NKRI, Warga Geruduk PT Xin Yi Industrial
detakbanten.com TANGERANG -- Puluhan warga kampung Hawuan desa Tobat Kecamatan Balaraja melakukan aksi didepan gerbang PT Xin Yi Industrial pada Selasa (15/9/2026)
Aks yang dikawal oleh aparat Kepolisian Sektor Balaraja ini berjalan dengan tertib, warga yang menyuarakan aspirasinya meminta agar perusahaan meninjau keputusan sepihak dengan mengalihkan pengelolaan limbah ke LSM NKRI.
"Kita disini sepakat semua warga Balaraja akan menghadang pergerakan LSM NKRI yang tujuan utamanya ingin pengelolaan limbah, modusnya melayangkan surat kepada seluruh perusahaan,"terang Jamsari salah satu perwakilan aksi demo.
Dia menambahkan, warga telah 11 tahun lebih mengelola limbah di PT PT Xin Yi Industrial, padahal jelas perusahaan yang bergerak di bidang ruber sepatu ini berada di lokasi desa kami, dia menduga adanya permainan orang dalam sehingga memancing kemarahan warga sekitar perusahaan.
" Kami tidak akan tinggal diam, dan terus melakukan perlawanan, aksi kita tidak akan berhenti sampai hari ini saja, kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan kami dipenuhi,"ujarnya.





































