Membudidayakan Sayur Mayur di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Membudidayakan Sayur Mayur di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Detakbanten.com, Tangsel - Adaptasi kebiasaan baru mulai diterapkan setelah pandemic covid yang melanda selama kurang lebih 2 tahun ini. Saat ini kita sudah bisa beraktifitas normal, seperti bekerja, belajar, dan kegiatan lainnya di luar rumah. Namun tidak lupa untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dalam keadaan ini kita harus bisa mengarahkan lingkungan sekitar untuk suatu kegiataan yang bermanfaat, seperti memberikan arahan masyarakat khususnya anak-anak usia dini untuk melakukan pemanfaatan lingkungan dengan cara membudidayakan sayur-mayur.

Pada kesempatan ini mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ekonomi mengadakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMKM) di Yayasan Budi Bangsa Indonesia, Bintaro. Kegiatan PMKM dihadiri anak-anak yayasan dan didampingi Bapak Abi Dasori S.Pd.I. selaku ketua yayasan. Minggu (15/05).

Budidaya Kangkung 2

Para peserta diajarkan bagaimana cara menanam sayuran seperti kangkung, hal ini berguna untuk memanfaatkan area lingkungan yang masih kosong. Tidak hanya itu, mahasiswa PMKM juga mengajarkan bagaimana merawat tanaman hingga tumbuh dan bisa dipanen nantinya.

Berikut bahan yang harus disiapkan
1. Bakul anyam
2. Pot/polybag
3. Tanah dan kompos
4. Arang sekam

Cara menanam:
1. Siapkan tanah dan kompos, dan biarkan semalaman.
2. Tabur bibit unggul dan tutup menggunakan jaring-jaring.
3. Lakukan penyiraman dua kali sehari. Biasanya, kecambah akan tumbuh dalam waktu 5-7 hari.
4. Setelah proses penyemaian, kamu bisa pindahkan kecambah tersebut ke pot/polybag.
5. Siapkan pot/polybag, yang memiliki lubang di bawahnya.
6. Lalu masukan tanah dan kompos, dengan perbandingan 2:1, bisa tambahkan arang sekam juga, tapi sedikit saja, dan biarkan semalaman.
7. Lakukan penyiraman dua kali sehari, pagi dan siang secara rutin.

Budidaya Kangkung 1

Perawatan tanaman kangkung, sebenarnya jangan terlalu banyak menyiram air, karena ditakutkan busuk pada akarnya. Apalagi ketika musim penghujan, maka kurangi intensitas penyiraman. Disarankan untuk memberikan pupuk organik, agar hasil lebih maksimal.

Untuk panen, biasanya ketika kangkung sudah berusia 25-39 hari. Cara memanennya pun mudah, karena kamu cukup mencabut hingga ke akarnya.

Diakhir pemberian materi mahasiswa memberikan sesi tanya jawab dengan reward berupa snack untuk peserta yang bisa menjawab, tidak lupa memberika sembako sebagai ucapan terima kasih kepada pihak yayasan.

Kegiatan PMKM berjalan dengan lancar, peserta yang hadir juga sangat antusias mengikuti pelatihan hingga akhir dan dilanjutkan sesi foto bersama.

“Dari kegiatan ini kita dapat belajar cara bercocok tanam, budidaya sayuran dengan baik serta pemanfaatan lingkungan sekitar. Diharapkan adik-adik yayasan juga terus bersemangat dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari” Ungkap Septiani selaku ketua PMKM.

Penulis : Salshabila azhari, Septiani Rahayu, Jihan Panamutan, Nais Sulastri
Dosen Pembimbing : Bpk. Syamsul Asmedi, S.E.,M.M.,M.Ak
Fakultas S1 Ekonomi Bisnis

 

 

Go to top