Jelang Lebaran, Disnakertrans Banten Pantau Pembagian THR

Jelang Lebaran, Disnakertrans Banten Pantau Pembagian THR

Detakbanten.com, Serang - Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja, saat jelang hari raya lebaran.
Sebab, THR merupakan perhitungan kinerja bagi seorang pegawai. Baik pegawai Pemerintah, BUMD, BUMN, Outsourcing, buruh harian maupun buruh lepas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten, Al Hamidi, mengatakan, sesuai ketentuan THR sesuai dengan Peraturan Mentri (Permen) Nomor 6. Yaitu, diberikan THR selambat-selambatnya 7 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Surat edaran pun telah kita sebar, kepada seluruh perusahaan di Banten. Bahkan telah sebar petugas tim melalui pengawas tenaga kerjaan, untuk memantau proses pembagian THR," ungkap Al Hamidi di kediamanya, jalan raya warjok Kota Serang, Selasa(27/4/2021).

Bahkan, sambungnya, Disnakertrans Banten telah membuka posko pengaduan, agar seluruh pegawai maupun Outsourcing dapat menerima THR.

"Ada 4 posko pengaduan dari Disnakertrans Banten. Pertama di Kabupaten pandeglang, Kota Serang berserta Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Tangsel," jelasnya.

Tidak lupa, Al Hamidi menegaskan, bagi perusahaan yang tidak memberikan THR, akan ada sanksi yang diberikan.

"Sanksi sesuai Permen no 6. Pelayanan dihentikan, sampai dibekukan hingga THR diberikan kepada karyawan," tegasnya.

Al Hamidi juga mengakui, untuk pengaduan masalah pemberian THR kepada Disnakertrans Banten dapat dilakukan melalui nomor telephone, website, bahkan bisa langsung datang ke posko.

THR diberikan, kata dia, untuk karyawan yang bekerja 1 tahun dapat 1 bulan gaji. Kurang dari 1 tahun di berikan profesional.

"Walaupun ada keringan bagi perusahaan yang terdampak covid-19, dapat memberikan THR selambat-selambatnya H-1. Yang jelas semua berhak mendapatkan THR. Bahkan kata Ibu Mentri akan disiapkan sanksi bagi perusahaan yang tidak memberikan THR. Semuanya informasi Sudah disebar, dan spanduk posko pengaduan telah terpasang," tutup Al Hamidi seraya mengakhiri wawancara.

Diketahui, jumlah perusahaan di Provinsi Banten mencapai 21 Ribu, terdiri dari perusahaan kecil, sedang dan besar. Sedangkan untuk Buruh, terdapat 1.5 juta pegawai. (Aden).

Go to top