Kejurnas Hoki Indoor 2026 Sukses Digelar, Gubernur Andra Soni Apresiasi Kinerja Panitia & Pengurus
detakbanten.com KOTA TANGERANG - Gubernur Banten Andra Soni, mengapresiasi kinerja pengurus Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi Banten dan panitia pelaksana atas kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hoki Ruangan (Indoor) 2026. Selama delapan hari, panitia dinilai telah bekerja maksimal dalam melayani seluruh tim dari berbagai daerah.
"Terima kasih kepada seluruh pihak dan tentunya juga kepada para peserta. Kami sebagai tuan rumah memohon maaf atas segala kekurangan. Namun, saya melihat para pemain sangat menikmati pertandingan berjalan seru, dan pastinya semua gembira,” ujar Andra Soni usai acara penutupan Kejurnas Hoki Indoor di Gelanggang Olahraga (GOR) Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, Minggu (30/8/2026) malam.
"Dukungan dari semua pihak sangat luar biasa, bahkan antusiasme penonton terlihat dari banyaknya anak-anak SMA yang hadir. Menurut pandangan saya, ini adalah salah satu penyelenggaraan Kejurnas Hoki yang sukses," tambahnya.
Kejurnas Hoki Indoor 2026 ini diikuti oleh delegasi dari 12 provinsi. Sebagai Ketua Dewan Pembina FHI, Andra Soni menilai kelancaran turnamen ini menjadi cerminan kepantasan Indonesia yang telah menjuarai SEA Games dua kali berturut-turut pada cabang olahraga tersebut.
"Alhamdulillah, teknik anak-anak dan pemain kita semakin baik. Padahal, Kejurnas ini tidak diikuti oleh pemain nasional utama karena mereka sedang menjalani pemusatan latihan (training camp) di Malaysia," paparnya.
Ia meyakini, melalui pembinaan yang berjenjang dan konsisten, hoki sebagai salah satu cabang olahraga Olimpiade akan semakin diminati masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya sejalan dengan upaya mencetak prestasi di berbagai turnamen tingkat nasional maupun dunia.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) FHI, Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, memuji penyelenggaraan Kejurnas di Provinsi Banten yang berjalan sangat luar biasa. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan selama acara berlangsung.
"Sesuai dengan semangat dari Banten menuju pentas dunia, saya menjadi semakin yakin. Saya melihat beberapa pertandingan final, baik di tier (divisi) satu maupun tier dua, berlangsung sangat luar biasa," ungkap Budi.
Ke depan, ia berharap Indonesia dapat mempertahankan gelar sebagai peraih medali emas pada ajang SEA Games mendatang di Malaysia. Selama ini, Indonesia masih menjadi yang terbaik di ASEAN dan diharapkan mampu naik kelas menjadi yang terkuat di Asia.
"Kemajuan hoki ini tentunya menjadi harapan kita bersama, sehingga kita bisa mempertahankan medali emas di SEA Games nanti," ujarnya.
Sebagai informasi, gelar juara pada Tier 2 kategori Putri berhasil diraih oleh Provinsi DKI Jakarta, disusul Provinsi Banten di posisi kedua, dan Kalimantan Timur di posisi ketiga. Untuk kategori Putra, DKI Jakarta juga memimpin sebagai juara, diikuti oleh Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.
Adapun pada Tier 1 (Divisi Utama) kategori Putri, Provinsi Jawa Timur sukses keluar sebagai juara, disusul Jawa Barat di posisi kedua, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) di posisi ketiga. Sementara itu, untuk kategori Putra, Provinsi Jawa Barat tampil sebagai juara pertama, diikuti Provinsi Banten di posisi kedua, dan Provinsi Jawa Timur di posisi ketiga. (Zal)
Sekda Provinsi Banten Tekankan Pemda Perkuat Kolaborasi untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat
detakbanten.com KOTA CILEGON - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menekankan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Banten untuk terus memperkuat kolaborasi guna mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dikatakan Deden saat menghadiri pelantikan Sekda Kota Cilegon di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon Jalan Ahmad Yani, Jombang, Kota Cilegon, Senin (31/8/2026).
Menurut Deden, kualitas pembangunan manusia dan infrastruktur yang dilakukan pemerintah itu akan maksimal manakala dilandasi oleh kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.
“Harapannya kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi antara Pemprov Banten dengan pemerintah kabupaten atau kota selalu terjalin dalam suasana saling memahami dengan niatan bersama membangun masyarakat Banten,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, jabatan Sekda adalah penggerak pelayanan bagi masyarakat. Ibarat roda, posisi Sekda harus terus bergerak melakukan pelayanan.
“Mengawal apa yang menjadi program kerja saya agar semuanya bisa berjalan sebaik-baiknya. Harus mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan,” tambah Robinsar.
Sebagai informasi, jabatan Sekda Kota Cilegon dijabat oleh Ahmad Aziz Setia Ade Putra. Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Cilegon Nomor 800.1.3.3/Kep.112-BKPSDM/2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Cilegon. (Zal)
Pemerataan Akses Pendidikan, Gubernur Andra Soni: Semakin Berkeadilan
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) serta Program Sekolah Gratis (PSG) bagi sekolah swasta. Berbagai kebijakan itu merupakan peta jalan untuk mencapai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas dan berkeadilan melalui program unggulan Banten Cerdas.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat meresmikan Tujuh USB di SMAN 33 Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (31/8/2026). Enam USB lainnya yakni SMKN 16 Kabupaten Tangerang, SMKN 12 Kota Tangerang, SKh 01 Kabupaten Serang, SMKN 2 Cihara, Kabupaten Lebak, SMAN 9 Kota Serang dan SMKN 17 Kabupaten Pandeglang.
Andra Soni mengungkapkan, pembangunan pendidikan di Provinsi Banten terus diarahkan pada tiga hal utama, yakni pendidikan yang tersedia, terjangkau, dan berkualitas. Oleh karena itu, lanjutnya, Pemprov Banten melakukan pembangunan USB sebagai salah satu intervensi untuk memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan, dimana pada tahun 2025 telah dibangun tujuh USB di atas dengan tambahan daya tampung sekitar 1.356 peserta didik.
"Tidak hanya sekedar membangun gedung sekolah, tetapi lebih dari itu guna menghadirkan kesempatan belajar yang lebih dekat dan lebih luas bagi anak-anak di Provinsi Banten," katanya.
Selain pembangunan USB, pemerataan pendidikan juga diperkuat melalui PSG. Pada tahun 2025, Program Sekolah Gratis telah menjangkau 801 SMA, SMK dan SKh swasta dengan jumlah peserta didik penerima manfaat sebanyak 60.705 siswa. "Kita arahkan untuk mewujudkan pendidikan yang semakin merata, terjangkau dan berkualitas," imbuhnya.
Ke depan untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan itu, Andra Soni mendorong Bupati/Wali Kota meningkatkan kolaborasi dalam hal penyiapan lahan. Karena walau bagaimanapun persoalan lahan ini menjadi hal yang cukup panjang prosedurnya dalam pelaksanaan pembangunan USB.
"Lahannya disiapkan oleh masing-masing Kabupaten/Kota, pembangunan infrastrukturnya Provinsi," katanya.
Andra Soni menegaskan jika Pemprov Banten akan terus melakukan evaluasi agar program ini semakin tepat sasaran, semakin efektif, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Andra Soni juga mengaku bersyukur beberapa indikator pembangunan bidang pendidikan menunjukkan pertumbuhan. Data BPS menunjukkan bahwa angka partisipasi murni atau APM SMA/SMK sederajat di Provinsi Banten meningkat dari 63,50 persen pada tahun 2024 menjadi 65,28 persen pada tahun 2025.
"Data tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak penduduk usia sekolah menengah yang mengikuti pendidikan pada jenjang yang sesuai dengan usianya," katanya.
Demikian pula Angka Partisipasi Kasar atau APK SMA/SMK sederajat meningkat dari 79,42 persen pada tahun 2024 menjadi 82,97 persen pada tahun 2025. ini berarti terdapat peningkatan 3,55 poin persentase dalam satu tahun.
Di balik angka tersebut ada anak-anak Banten yang kembali mendapatkan kesempatan belajar. Ada orang tua yang semakin yakin menyekolahkan anaknya. Ada anak yang memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan. Dan ada keluarga yang mulai melihat bahwa pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki masa depan.
Namun kita tidak boleh cepat berpuas diri. APM 65,28 persen berarti masih ada ruang yang sangat besar untuk kita tingkatkan. APK 82,97 persen juga menunjukkan bahwa masih banyak anak banten yang harus kita pastikan memperoleh akses pendidikan menengah.
"Karena itu, pekerjaan kita belum selesai. Justru angka-angka itu menjadi alasan mengapa Pemprov Banten harus terus memperkuat kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat," ujarnya.
Ketua RT setempat Muhadi (64) yang ikut hadir dalam peresmian tersebut mengaku terharu karena penantian panjang dirinya bersama ratusan warga lainnya untuk mendapatkan akses pendidikan yang terjangkau akhirnya bisa terealisasi di era kepemimpinan Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni - Dimyati Natakusumah.
Menurut Muhadi, sejak kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi diberlakukan, banyak anak-anak di tempatnya tidak bisa mendaptkan akses pendidikan ke sekolah negeri, mengingat jarak terdekat mencapai sekitar 1,5 KM. Sementara untuk di sekolah swasta waktu itu masih berbayar.
"Tapi sekarang Alhamdulillah. Kami sangat bersyukur adanya program sekolah gratis ditambah lagi dengan adanya sekolah baru ini yang lebih dekat," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan warga sekitar lainnya Tri Hardi (60). Tri yang hadir pada peresmian itu mengatakan, akses untuk SMAN di sini paling dekat ke SMAN 2 Kutabumi, dimana jaraknya cukup jauh. Sementara mayoritas warga di sini ingin juga memdapatkan akses pendidikan yang gratis seperti yang diterapkan di sekolah negeri.
"Pertama kita merasa terbantu dengan adanya program sekolah gratis dari Bapak Gubernur Andra Soni. Di sini ada Yayasan Perintis yang sudah menyelenggarakan PSG baik untuk tingkat SMA maupun SMK," katanya.
Kemudian, dengan telah beroperasinya SMAN 33 Kabupaten Tangerang ini, menambah kemudahan masyarakat untuk mendapatkan akses ke sekolah negeri. Belum lagi nanti ada SMKN di sebelahnya yang masih dalam tahap pembangunan. "Kami sangat senang dan bangga. Karena selama ini keluhan warga setiap PPDB itu pasti zonasi. Tapi dengan adanya sekolah ini, persoalan itu sudah terselesaikan," pungkasnya.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan dirinya siap mendukung kebijakan Gubernur Banten Andra Soni dalam bidang pendidikan. Kendatipun untuk tingkat SMAN sederajat itu kewenangan Provinsi, namun yang mendapat manfaatnya adalah masyarakat Kabupaten Tangerang.
"Oleh karena itu kita siap berkolaborasi bersama Pemprov dalam pembangunan USB kedepan," katanya.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga melaksanakan program serupa terhadap sekolah yang menjadi kewenangananya. Sehingga program yang digagas Pemprov Banten itu bisa diselaraskan oleh Pemkab Tangerang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin memastikan jika USB yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pemenuhan guru, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Selain itu, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan tata kelola sekolah, kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Khusus pada jenjang SMK, pembangunan USB diarahkan untuk memperluas akses pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta potensi ekonomi daerah.
"Kami terus mendorong penguatan kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi, karakter dan daya saing untuk bekerja maupun berwirausaha," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Andra Soni menyerahkan sejumlah bantuan sosial dan bantuan pendidikan, meliputi bantuan sembako, bantuan pendidikan anak yatim piatu, guru ngaji, musala dan masjid di sekitar sekolah, bantuan sosial anak, bantuan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, bantuan jaminan sosial keluarga, bantuan usaha ekonomi produktif.
Kemudian bantuan beasiswa program sarjana penggerak desa melalui bantuan keuangan desa, bantuan pangan beras, serta bantuan kacamata baca gratis bagi siswa. Serta dilaksanakan pula peninjauan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Cek Kesehatan Gratis bagi siswa dan siswi. (Zal)


































