Detak Banten - Berita Pemerintahan

Ada Tambahan Rp30 Miliar, DPRD Tangsel Tak Mau Anggaran Banjir Mubazir

detakbanten.com TANGSEL-Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mengusulkan penambahan anggaran penanganan banjir sebesar Rp30 miliar dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2026.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, M. Yusuf, mengatakan usulan tersebut disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam pembahasan anggaran bersama legislatif, Kamis (20/8/2026).

Menurut Yusuf, penambahan tersebut akan membuat pagu anggaran penanganan banjir bertambah. Namun, DPRD Tangsel tidak akan langsung menyetujui usulan tersebut sebelum mengetahui secara rinci peruntukan anggarannya.

“Sebelum diketuk pasti kita ngomong, ’Ini Rp30 miliar misalkan ini buat apa? Peran banjir nih? Peran banjir di mana? Dalam bentuk apa? Waktunya kapan?’” ujar Yusuf saat ditemui di Gedung DPRD Tangsel.

Politisi PKS itu menegaskan, penjelasan rinci diperlukan untuk memastikan tambahan anggaran benar-benar digunakan untuk penanganan banjir dan tidak berujung pada pemborosan anggaran.

Terlebih, sejumlah wilayah di Tangsel masih kerap dilanda banjir, bahkan di titik-titik yang sama setiap tahunnya.

Selain efektivitas belanja, DPRD Tangsel juga mempertimbangkan kemampuan pendapatan daerah sebelum menyetujui penambahan anggaran. Menurut Yusuf, ketersediaan kas daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan besaran belanja pada Perubahan APBD 2026.

“Kita kira-kira pendapatannya gimana? ‘Oh ada nih duitnya,’ ya sudah baru kita gelontorkan dananya,” tegasnya.

Pembahasan Perubahan APBD 2026 tidak hanya mencakup penanganan banjir. Sejumlah usulan penambahan anggaran lainnya juga dibahas, di antaranya rehabilitasi gedung sekolah, fasilitas sanitasi Dinas Pendidikan, serta berbagai usulan inisiatif dari komisi-komisi DPRD Tangsel.

Yusuf mengungkapkan, total usulan penambahan belanja yang kini sedang dirasionalisasi mencapai sekitar Rp102 miliar. Sebelumnya, Pemkot Tangsel mengajukan penambahan belanja lebih dari Rp102 miliar.

Untuk memenuhi kebutuhan belanja tersebut, Pemkot Tangsel telah mengamankan tambahan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp69 miliar. Sementara, masih terdapat kebutuhan sekitar Rp33 miliar yang harus dicarikan sumber pendanaannya.

DPRD Tangsel mendorong agar kekurangan tersebut ditutup melalui optimalisasi pendapatan daerah. Salah satunya dengan meningkatkan penerimaan pajak daerah dan retribusi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tangsel.

“Rp33 miliar itu kita coba optimalkan agar Bapenda itu target pendapatan ditambah. Targetnya apa? Dari pajak daerah dan retribusi. Tidak ada solusi lain kecuali itu,” pungkasnya.

 

Perkuat Literasi, Maria Teresa Suhardja Sumbang 2.500 Buku untuk Pelajar Tangsel

Perkuat Literasi, Maria Teresa Suhardja Sumbang 2.500 Buku untuk Pelajar Tangsel

detakbanten.com TANGSEL-Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Maria Teresa Suhardja membagikan 2.500 buku kepada sejumlah sekolah di Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan budaya literasi sekaligus kualitas pendidikan bagi generasi muda.

Buku-buku tersebut dibagikan ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah Tangsel menggunakan dana pribadi Maria Teresa. Ia berharap bantuan tersebut dapat memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan yang berkualitas.

Maria Teresa mengatakan, buku bukan sekadar bahan bacaan, melainkan sarana untuk membuka wawasan dan membangun karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan membaca perlu ditanamkan agar generasi muda memiliki pengetahuan dan cara berpikir yang lebih luas.

“Saya ingin anak-anak di Kota Tangsel memiliki semakin banyak akses terhadap buku. Semoga buku-buku ini dapat menambah wawasan, menumbuhkan minat baca, dan menjadi bagian kecil dari upaya kita membangun generasi yang lebih cerdas dan berkarakter,” ungkap Maria Teresa di Gedung DPRD Kota Tangsel, Kamis (20/8/2026).

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, peningkatan budaya literasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga masyarakat. Karena itu, ia berharap buku yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Maria Teresa menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan di Kota Tangsel. Ia menilai pendidikan dan literasi merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi masa depan.

“Karena setiap buku yang dibaca hari ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Maria Teresa memastikan pemberian buku kepada para siswa akan terus dilakukan. Tidak hanya di wilayah Kecamatan Ciputat, dalam waktu dekat pembagian buku akan menyasar sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Serpong dan selanjutnya dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lainnya di Kota Tangsel.

Caption : Anggota DPRD Tangsel, Maria Teresa Suhardja saat membagikan buku kepada pelajar SD di wilayah Kecamatan Ciputat. (Foto. Ist)

Gubernur dan Bupati Tangerang Dampingi Wamenkes Monitoring Kegiatan CKG

detakbanten.com TANGERANG —Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang H Maesyal Rasyied mendampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus melakukan kegiatan pengecekan cek kesehatan gratis di gedung serbaguna ( GSG) Tigaraksa pada Kamis (20/8/26).

Dalam kunjungan tersebut Wamen Kesehatan mengapresiasi kinerja Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajarannya yang terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penemuan dan penanganan Tuberkulosis (TB).

“Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Tangerang yang dipimpin Pak Bupati bersama jajaran, luar biasa. Saya sangat mengapresiasi berbagai program kesehatan yang dilakukan,” ujar Benjamin.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan X-ray atau rontgen, serta berbagai layanan kesehatan masyarakat yang digelar
Benjamin mengatakan kunjungannya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional, salah satunya pemberantasan TB. Menurut dia, Indonesia sendiri masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia sehingga percepatan penemuan dan pengobatan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.

“Kami datang ke sini sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional. Ternyata CKG dilakukan dengan X-ray. Kalau ada kelainan paru maupun kelainan lainnya bisa ditemukan. Selain itu, CKG juga memeriksa hipertensi, diabetes dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

Benyamin menilai Kabupaten Tangerang bersama Provinsi Banten memiliki kinerja yang sangat baik dalam penemuan kasus TB. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, PKK dan para kader kesehatan.

"Saya berharap pola kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penemuan kasus, pengobatan dan pencegahan TB, dan Kalau melihat kinerja dengan penduduk 3,5 juta, Pak Bupati Tangerang sangat luar biasa sekali kerjanya di bidang kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat karena kesehatan menjadi dasar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, Kabupaten Tangerang memiliki tantangan besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau masyarakat.

“Karena penduduk kita besar, maka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus mendapatkan respons yang cepat. Untuk kesehatan, kita bahkan mengalokasikan sekitar 24 persen APBD untuk mendukung berbagai program kesehatan,” jelas Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang juga terus memperkuat pelayanan berbasis masyarakat melalui Posyandu, mulai dari pelayanan balita, lansia, pencegahan stunting, kesehatan paru hingga pemeriksaan penyakit lainnya.
“Semua harus sehat terlebih dahulu baru bisa beraktivitas. Kalau derajat kesehatan masyarakat meningkat, maka SDM kita juga semakin baik. SDM yang unggul akan mendukung terwujudnya daerah yang maju,” ujarnya.

Pemkab Tangerang pun terus mendorong masyarakat agar tidak malu dan takut melakukan pemeriksaan. Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin sehat dan produktif.

"Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Masyarakat tidak usah malu dan takut memeriksakannya," tandasnya.

Sementara itu, salah satu penyintas TB asal Kampung Waru Dua, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Muhammad, membagikan pengalamannya selama menjalani pengobatan TB. Ia mengaku bersyukur berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan selama delapan bulan secara rutin di bawah pendampingan tenaga medis dari Puskesmas.

“Alhamdulillah saya sudah berhasil bebas dan sembuh dari penyakit TB. Itu semua berkat bimbingan dan arahan dari tenaga medis yang ada di Puskesmas,” ujar Muhammad.

Selama menjalani pengobatan, Muhammad mengaku disiplin mengonsumsi obat dan mengikuti arahan tenaga kesehatan hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

“Saya selama delapan belas bulan menjalani pengobatan dan minum obat rutin. Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali dan sudah dinyatakan sembuh,” katanya.

Menurut Muhammad, kedisiplinan menjadi hal penting dalam proses pengobatan TB. Selain rutin mengonsumsi obat, ia juga berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
“Itu semua berkat kedisiplinan saya menjaga kebersihan dan juga rutin mengonsumsi obat,” tuturnya.

Kisah Muhammad menjadi bukti bahwa TB dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan dan mendapatkan pendampingan yang tepat dari tenaga kesehatan.

Go to top