Items filtered by date: Wednesday, 29 July 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polresta Tangerang Gelar Rakor Lintas Sektoral
detakbanten.com TANGERANG - Satlantas Polresta Tangerang terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dilaksanakan di Aula Wiratama Bhayangkara Satlantas Polresta Tangerang, Senin (27/7/2026).
Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Octaviari Pratama mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tangerang masih tergolong tinggi. Khususnya angka fatalitas korban meninggal dunia.
"Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas," kata Fery.
Dia melanjutkan, upaya tersebut dilaksanakan melalui langkah-langkah preventif. Antara lain pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penegakan hukum secara konsisten, pengawasan terhadap truk sumbu tiga, penertiban penggunaan sepeda listrik sesuai ketentuan, hingga pembinaan Polisi Cilik (Pocil).
"Serta penyelenggaraan kegiatan kolaboratif secara berkelanjutan," ujarnya.
Fery berharap, melalui rapat tersebut kesepahaman pentingnya menjaga keselamatan semakin kuat. Sehingga upaya mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh semua pihak.
Rapat tersebut dihadiri unsur Jasa Raharja serta organisasi perangkat daerah Kabupaten Tangerang di antaranya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Bupati Tangerang dan Gubernur Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
detakbanten.com TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Selasa (28/7/2026).
Bantuan tersebut merupakan langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Gubernur Banten yang turun langsung meninjau lokasi sekaligus membawa bantuan air bersih bagi warga terdampak.
"Alhamdulillah, saya atas nama masyarakat Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Gubernur bersama Ibu yang sudah peduli terhadap kondisi masyarakat kami yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, sebagai penanganan jangka pendek distribusi air bersih akan terus dilakukan secara rutin melalui Perumda Tirta Kerta Raharja agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Untuk jangka panjang Pemkab Tangerang akan berkolaborasi dengan Pemprov Banten untuk membangun sumur bor agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih .
"Pak Gubernur bersama PDAM Kabupaten Tangerang akan rutin mendistribusikan air bersih ke wilayah ini. Untuk jangka panjang, kami juga sudah berbagi tugas dengan Pemerintah Provinsi Banten. Nantinya ada pembangunan toren dan pengeboran sumur yang dikerjakan bersama agar tidak tumpang tindih. Yang paling penting, kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera teratasi," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan bahwa dirinya bersama Bupati Tangerang sengaja turun langsung meninjau sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan sekaligus memastikan distribusi air bersih berjalan dengan baik.
"Hari ini saya bersama Pak Bupati mengunjungi beberapa wilayah yang mengalami kekeringan sambil membawa bantuan air bersih. Kami memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi melalui suplai rutin dari PDAM. Selain itu, kami juga sedang berupaya bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan penelitian melalui ESDM untuk menentukan lokasi dan kedalaman pengeboran sumur sebagai solusi jangka panjang," ujar Andra Soni
Menurutnya, musim kemarau tahun ini merupakan salah satu yang paling panjang dan terik dalam beberapa dekade terakhir sehingga potensi kekeringan meningkat di berbagai daerah. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Banten untuk terus memantau wilayah yang mengalami kekeringan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air minum, dapat terpenuhi.
Salah seorang warga Kelurahan Kadu Agung, Siti Juleha, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga sudah beberapa kali mengirimkan bantuan air bersih, bahkan dalam sehari bisa beberapa kali melalui Perumda Tirta Kerta Raharja.
"Alhamdulillah kami sangat senang mendapatkan bantuan air bersih. Saat musim kemarau ini kami memang mengalami kekeringan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang dan Pak Gubernur atas kepeduliannya kepada masyarakat," ucapnya.
Satresnarkoba Polres Sergai Ringkus Dua Pengedar dan Seorang Pembeli Sabu di Dolok Masihul
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengedar serta seorang pembeli narkotika jenis sabu dalam penggerebekan di Dusun IV, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua plastik klip transparan ukuran sedang dan satu plastik klip kecil yang diduga berisi sabu dengan berat bruto sekitar 1,8 gram.
Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, membenarkan keberhasilan Satresnarkoba Polres Sergai dalam mengungkap kasus tersebut.
Ia mengatakan penindakan itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas peredaran narkotika di Dusun IV, Desa Martebing.
"Benar, Sat Res Narkoba Polres Sergai telah mengamankan tiga orang laki-laki yang tertangkap tangan diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Keberhasilan ini merupakan respon cepat atas informasi masyarakat.
Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Sat Res Narkoba Polres Sergai untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar AKP Bringin Jaya, Rabu (29/7/2026).
Penangkapan dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai maraknya dugaan transaksi narkotika di wilayah tersebut.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Penyelidik Satresnarkoba Polres Sergai segera melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi sabu," terangnya.
Setelah memperoleh informasi yang akurat, petugas langsung bergerak menuju sebuah rumah yang diduga milik seorang pria berinisial Dani alias Boneng.
Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati tiga orang laki-laki yang diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Ketiganya langsung diamankan bersama sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.
"Dari hasil interogasi awal, tersangka warga Sergai berinisial BSS (30) mengakui berperan sebagai penjual atau pengedar sabu di rumah tersebut. Sementara MRS (27) mengaku membantu BSS dalam menjalankan aktivitas penjualan narkotika," bilangnya.(ap).
Teks foto: Pengedar sabu asal Sergai ditangkap Polisi.
Polairud Batu Bara Hentikan Pencarian ABK Hilang di Perairan Pulau Berhala
detakbanten.com BATU BARA – Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Wanda (30), anak buah kapal (ABK) pukat jaring pari asal Desa Pantai Burung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melaut di perairan Selat Malaka, sekitar 10 mil dari Pulau Berhala.
Keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah upaya pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah melakukan penyisiran secara maksimal, namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, mengatakan, selama operasi berlangsung tim gabungan telah melakukan pencarian menggunakan Kapal Patroli KP II-2025 milik Polairud Pagurawan dengan metode yang sama di wilayah perairan Selat Malaka.
"Tidak hanya menyisir lokasi kejadian, tim SAR juga telah berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta instansi terkait lainnya," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian diminta turut membantu melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban.
"Hingga pukul 17.20 WIB, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh potensi SAR yang terlibat, dan karena tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan, maka disepakati operasi SAR dihentikan, diusulkan untuk ditutup, dan selanjutnya dilanjutkan dengan pemantauan," ungkap Ipda Hendrico.
Ia menambahkan, seluruh personel dari berbagai unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah operasi resmi ditutup.
Meski demikian, Polairud Pagurawan memastikan akan tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan Selat Malaka. Koordinasi dengan para nelayan juga akan terus dilakukan apabila sewaktu-waktu ditemukan jasad di laut.
"Apabila ada nelayan atau kapal yang menemukan jasad di perairan, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat segera dilakukan evakuasi dan identifikasi untuk memastikan apakah jasad tersebut merupakan korban yang masih dalam pencarian," katanya.
Sementara itu, pihak keluarga mulai menerima kenyataan pahit atas belum ditemukannya Wanda. Atan (45), salah seorang keluarga korban, mengaku pasrah setelah seluruh proses pencarian dilakukan secara maksimal.
"Kami hanya bisa pasrah. Harapan kami semoga Wanda tetap bisa ditemukan agar dapat dibawa pulang dan dimakamkan secara layak," ungkapnya. (ap).
Teks foto: Tim SAR gabungan dengan keluarga korban sepakat menghentikan pencarian ABG pukat jaring pari yang hilang di selat Malaka.
Resahkan Warga Kosambi, Satpol PP Amankan Pelaku Prostitusi Online
detakbanten.com TANGERANG -- Satpol Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang bersama Petugas trantib Kecamatan Kosambi mengamankan salah satu pelaku perempuan yang diduga menjajakan diri melalui online aplikasi online pada Selasa (28/7/2026), pelaku yang masih berumur jagung tersebut langsung dibawa ke kantor kecamatan Kosambi untuk dilakukan pengarahan, dan diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Sekcam Kosambi Mohamad Yusuf membenarkan peristiwa tersebut, menurutnya, Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama anggota trantib langsung bergerak setelah nendapatkan pengaduan dari warga melalui Aplikasi Pengaduan SPAN LAPOR.
" Ada warga yang mengeluh karena pelaku prostitusi online meresahkan warga lain, bahkan dari laporan tersebut sempat terjadi keributan, dan warga pun banyak yang resah,"kata Muhamad Yusuf Sekcam Kosambi, kepada media saat dihubungi (Rabu, 29/07/2026).
Yusup menghimbau kepada warga untuk bisa melaporkan kepada pemerintah kecamatan jika ada pelaku prostitusi online yang meresahkan, atau bisa melaporkan ke pengaduan online , karena Pemkab Tangerang memiliki layanan sistem pengaduan pelayanan publik nasional (SPAN ) Layanan Pengaduan Aspirasi online Rakyat ( LAPOR)
"Kami mengajak kepada seluruh warga kecamatan Kosambi untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban di lingkungan masing - masing,"tandasnya.
Dinkes Tangsel Perkuat Kolaborasi, Penyakit Tidak Menular Jadi Ancaman Utama
detakbanten.com TANGERANG SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan Koordinasi Implementasi Jaringan Supervisi Fasilitator Layanan dan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi dalam Rangka Komitmen Bersama Mitra Potensial, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai mitra potensial, melibatkan berbagai unsur instansi pemerintah, organisasi profesi, akademisi/perguruan tinggi, organisasi masyarakat, DMI, Forum Kota Sehat, TP PKK, dunia usaha, hingga sektor swasta dan perbankan. Seluruh peserta menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk penguatan sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM menegaskan bahwa tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah daerah semata.
"Kalau bicara permasalahan kesehatan, di Indonesia maupun secara khusus di Tangerang Selatan, tantangannya sama. Penyakit menular masih ada, tetapi saat ini justru penyakit tidak menular menjadi penyebab terbesar dan membutuhkan perhatian serius," kata Allin.
Ia mengungkapkan, persoalan stunting masih menjadi tugas bersama. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tangsel berada di angka 10,5 persen. Sementara berdasarkan data Surveilans Gizi dan Kesehatan Keluarga (Sigizi Kesga) angka stunting tercatat sebesar 0,8 persen.
Meski tergolong rendah, Allin menekankan bahwa setiap kasus stunting harus ditangani secara serius karena penyebabnya bersifat multidimensi.
"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan. Penyebabnya kompleks sehingga penyelesaiannya juga harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha," ujarnya.
Selain stunting, Dinkes Tangsel juga menyoroti tingginya kasus penyakit tidak menular. Hingga memasuki tahun kedua pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 31,9 persen masyarakat Tangsel telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan capaian skrining usia produktif sebanyak 52,95 persen.
Dari hasil skrining tersebut, pengendalian hipertensi baru mencapai 13,78 persen, sedangkan cakupan pelayanan hipertensi berada di angka 54,42 persen.
"Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal. Karena itu pengendaliannya harus menjadi gerakan bersama," tegasnya.
Sementara itu, capaian pelayanan diabetes melitus telah mencapai 56,32 persen. Dinkes juga terus mengembangkan layanan upaya berhenti merokok yang saat ini telah melayani 157 klien.
Menurut Allin, kebiasaan merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis, tetapi juga berkontribusi terhadap kasus stunting akibat paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita.
Dalam kesempatan tersebut, Allin juga menyoroti penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan besar. Tangsel menargetkan penemuan sebanyak 5.994 kasus TBC pada 2026 sebagai bagian dari upaya eliminasi penyakit tersebut.
"TBC adalah penyakit yang belum selesai. Banyak pasien yang sudah terdiagnosis tetapi tidak menyelesaikan pengobatan karena stigma. Akibatnya muncul resistensi obat dan penularan terus berlangsung," jelasnya.
Selain TBC, sepanjang 2026 Dinkes Tangsel mencatat penemuan 195 kasus baru kusta. Meski demikian, seluruh pasien disebut telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
Untuk penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Tangsel mencatat capaian positif. Selama empat tahun berturut-turut angka kematian akibat DBD berhasil ditekan hingga nol, meskipun kasus masih ditemukan setiap tahunnya.
"Ini menunjukkan semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini sekaligus kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan," kata Allin.
Menghadapi bonus demografi yang akan bergeser menuju masyarakat menua, Dinkes Tangsel juga mulai mempersiapkan layanan kesehatan lansia. Saat ini terdapat sekitar 174.423 lansia di Kota Tangsel yang menjadi sasaran berbagai program kesehatan agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Tak hanya itu, Dinkes Tangsel juga mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan integratif yang menggabungkan pelayanan medis konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional. Program tersebut telah diterapkan di RSUD Tangsel dan akan diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya.
Salah satu inovasi unggulan adalah Ngider Sehat, yang kini dijalankan oleh 108 tenaga kesehatan terdiri atas dokter, bidan, dan perawat. Mereka secara aktif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendeteksi penyakit lebih dini, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secepat mungkin.
Menutup sambutannya, Allin mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi karena pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
"Komitmen yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi janji bersama untuk bergerak dalam tujuan yang sama, yaitu meningkatkan angka harapan hidup, menurunkan angka kesakitan, dan mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang sehat, produktif, serta berkualitas," pungkasnya. (Adv)



































