Delegasi Gita Bahana Nusantara Asal Banten Dilepas Gubernur Andra Soni
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Andra Soni secara resmi melepas empat delegasi Provinsi Banten yang akan bergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 di Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (30/7/2026). Keempatnya akan menjadi bagian dari paduan suara nasional yang tampil pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Empat putra-putri terbaik yang mewakili Provinsi Banten dalam GBN 2026 adalah Valentina Putri Larasati dan Maria Epifania Tirta Waro asal Kota Tangerang Selatan, Dany Ramadhana Efendi asal Kota Cilegon, serta Daniel Leonard Ginting asal Kota Tangerang. Pelepasan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.
Andra Soni menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya empat generasi muda Banten yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional. "Mereka adalah empat pemuda-pemudi delegasi Provinsi Banten yang akan menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara dan tampil sebagai paduan suara pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara,” ujar Andra Soni.
Sebelum melepas keberangkatan para delegasi, Andra Soni juga berkesempatan mendengarkan penampilan mereka secara langsung. “Tadi saya mendengar langsung mereka menyanyi. Suaranya bagus-bagus. Setiap provinsi diwakili empat peserta dan Alhamdulillah Banten mengirimkan putra-putri terbaik,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta asal Banten yang telah mengikuti proses seleksi Gita Bahana Nusantara.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anak-anak Banten yang telah berkontribusi mengikuti seleksi GBN. Kalian semua adalah kebanggaan Banten,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Rohendi menjelaskan, proses seleksi GBN diikuti oleh 32 peserta yang merupakan putra-putri terbaik dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
“Seluruh peserta seleksi berasal dari delapan kabupaten dan kota, masing-masing mengirimkan empat peserta sehingga total ada 32 orang. Seleksi dilakukan langsung oleh tim dari Istana bersama Kementerian Pendidikan, sehingga yang terpilih benar-benar sesuai dengan kualitas dan karakter jenis suara yang dibutuhkan,” ujar Rohendi.
Menurutnya, setelah dilepas dari Provinsi Banten, para delegasi akan mengikuti tahapan karantina sekaligus pelatihan intensif mulai Sabtu (1/8/2026). Selama masa tersebut mereka akan berlatih bersama peserta dari seluruh provinsi di Indonesia sebelum tampil pada rangkaian upacara kenegaraan di Istana Negara.
“Mereka akan bergabung dengan utusan dari seluruh Indonesia untuk menjalani karantina, latihan, hingga tampil pada rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara. Kami berpesan agar mereka menjaga nama baik Banten selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” katanya.
Salah seorang delegasi asal Kota Tangerang, Daniel Leonard Ginting, mengaku bangga mendapat kesempatan mewakili Provinsi Banten pada ajang nasional tersebut.
“Jujur saya sangat senang bisa menjadi perwakilan Banten untuk tampil pada 17 Agustus nanti. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya,” ujarnya.
Daniel mengatakan, sebelum memasuki masa karantina, seluruh peserta telah menjalani latihan secara daring selama lima hari. Selanjutnya mereka akan mengikuti karantina selama 19 hari yang diisi dengan latihan intensif bersama peserta dari berbagai provinsi.
“Selama ini kami latihan setiap hari, menjaga pola makan, dan menjaga kondisi suara agar tetap stabil dan maksimal saat tampil nanti,” katanya. (Zal)
Wagub Dimyati: Era Milenial Jadikan Tantangan Guru Makin Berat
detakbanten.com KAB.PANDEGLANG - Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah meminta guru meningkatkan kompetensinya dengan menguasai teknologi. Menurutnya, di era milenial dengan perkembangan teknologi saat ini, guru menghadapi tantangan yang berat.
Hal itu disampaikan Dimyati usai memberikan sambutan dan arahan pada Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang di Hotel Horizon Pandeglang, Kamis (30/7/2026). Ia mengatakan kinerja guru semakin hari semakin bagus.
"Perkembangan teknologi sudah berhasil meningkatkan kinerja guru," katanya.
Meski demikian, Dimyati meminta guru untuk meningkatkan penguasaan terhadap teknologi. Semakin hari perkembangan teknologi semakin maju.
"Teknologi berkembang dengan cepat, guru pun harus bisa mengikuti perkembangan tersebut," katanya.
Selain itu, dalam sambutannya, Dimyati berpesan kepada guru untuk menjadi teladan bagi murid-muridnya dan masyarakat. Guru harus menjadi orang yang diteladani murid-muridnya dan masyarakat.
"Guru itu digugu dan ditiru," tandas Dimyati.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Sutoto menjelaskan, Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang diselenggarakan dalam rangka menjaring guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Banten. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 115 orang guru dan kepala sekolah dari seluruh kecamatan di wilayah kabupaten Pandeglang. Peserta berasal dari guru dan tenaga kependidikan jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Mereka mengikuti kegiatan untuk mendapatkan predikat guru dan tenaga kependidikan adaptif dan transformatif pada masing-masing jenjang," kata Sutoto.
Salah seorang peserta Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang, Uju Juarsih (37 tahun), Kepala Sekolah TK Pembina Kecamatan Cibaliung mengatakan, keikutsertaannya dilandasi semangat untuk mengembangkan potensi dirinya dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru. Banyak hal didapat dari kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan tersebut.
"Banyak inovasi yang didapatkan di sini. Khususnya perkembangan teknologi yang bisa diaplikasikan di sekolah dan ditularkan kepada teman-teman sejawat," katanya.
Menurut Uju, keikutsertaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar. Ia juga dapat menyampaikan inisiatifnya kepada teman-teman untuk memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan karakter dan jati diri lokal Pandeglang.
"Memanfaatkan teknologi yang sehari-hari dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar," katanya.
Menurut Uju, perkembangan teknologi bisa membawa masyarakat bersifat individualis. Ia pun menyuarakan dalam kegiatan tersebut untuk mempertahankan karakter lokal.
"Salah satunya budaya gotong royong yang mulai memudar, bisa dibangkitkan kembali dengan kemajuan teknologi," ujarnya. (Zal)
Wagub Dimyati Tegaskan Dukungan Pemprov Banten terhadap Industri Kendaraan Listrik
detakbanten.com KAB.TANGERANG - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle), termasuk sepeda motor listrik. Hal itu disampaikan Dimyati usai mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi Tangkas Motor Listrik di PT Elesun, Kawasan Industri Cidurian, Jalan Unggul Pasir Bolang, Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7/2026).
"Saya baru saja dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Tadi yang dibahas adalah kepemimpinan yang adaptif dan ramah lingkungan. ada kaitan dengan motor listrik, ini kan adaptif sekali dan juga ramah lingkungan," katanya.
Menurut Dimyati, kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan. Di antaranya tidak menimbulkan kebisingan, tidak menghasilkan emisi, serta lebih hemat dan efisien. Pengembangan kendaraan listrik juga menurutnya menjadi kebutuhan nasional, terutama di tengah tingginya harga bahan bakar minyak dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi.
"Ini produk yang ramah lingkungan dan ini inovasi-inovasi baru yang terus tumbuh yang harus kita dukung," ujarnya.
Sementara itu, Founder dan CEO Tangkas Motor Listrik Agung Pamungkas atau yang akrab disapa Don Papank mengatakan, Indonesia telah memasuki era baru industri kendaraan listrik.
"Subsidi BBM sudah terlalu tinggi sampai 500 triliun setahun, ditambah dengan tambahan subsidi karena perang Iran kemarin 170 triliun setiap tahun, itu membuat beban negara kita sangat berat dan tidak ada negara yang mana pun yang kuat menanggung subsidi hampir 600 triliun dalam setahun," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Dimyati bersama Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mendampingi wakil presiden meninjau secara langsung proses produksi kendaraan listrik, mulai dari pemaparan proses manufaktur, gudang suku cadang, area pengecatan, hingga perakitan kendaraan. Rombongan juga melihat sejumlah unit sepeda motor listrik yang siap dipasarkan. (Zal)
Kejari Kabupaten Tangerang Terima Surat Kuasa Khusus dari BPJS
detakbanten.com TIGARAKSA - Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang lewat jaksa pengacara negara (JPN) menerima 80 Surat Kuasa Khusus (SKK) dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang. Surat kuasa khsusus ini untuk pemulihan keuangan negara sebesar Rp247.937.141.
Surat kuasa diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Wahyudi Eko Husodo didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Eko Edi Purwanto.
Kata Wahyudi, pemberian Surat Kuasa Khusus merupakan bentuk pelimpahan kewenangan kepada Jaksa Pengacara Negara untuk mewakili BPJS Ketenagakerjaan. Terutama dalam hal penyelesaian permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara. Khususnya dalam mendukung penegakan kepatuhan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Kami akan memberikan pendampingan dan bantuan hukum secara optimal dalam penyelesaian perkara perdata dan tata usaha negara yang dikuasakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan kepatuhan serta mendukung optimalisasi penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan," katanya, Jumat 31 Juli 2026.
Ia menambahkan, sinergi antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan kepastian hukum. Serta, menjaga hak-hak pekerja melalui penyelenggaraan program jaminan sosial yang lebih efektif.
"Kerja sama ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Kapolres Banjar Ajak Kades dan Lurah Perkuat Kondusivitas dalam Ruang Riung Kamtibmas
detakbanten.com KOTA BANJAR-Stabilitas keamanan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kuatnya penegakan hukum, tetapi juga oleh solidnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Berangkat dari semangat itu, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., mengumpulkan seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Banjar dalam forum Ruang Riung Kamtibmas, Jumat (31/7/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau.
Bertempat di Kediaman Bunda Ikel, Dusun Jajawar Wetan, Desa Jajawar, kegiatan tersebut dihadiri Pejabat Utama Polres Banjar, Kapolsek Banjar, Camat Banjar, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Banjar. Forum berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka, menghadirkan ruang diskusi yang tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah bertukar gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan kamtibmas yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolres Banjar menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata menjadi tugas Polri. Menurutnya, keberhasilan menciptakan situasi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, TNI, tokoh masyarakat, hingga warga.
"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika komunikasi terbangun dengan baik dan semua pihak bergerak dalam satu tujuan, maka potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini," tegas Kapolres.
Kapolres juga mengajak seluruh peserta mendukung gerakan Jaga Rawat Jawa Barat, program yang digagas Polda Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Program tersebut menitikberatkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan Jawa Barat yang aman, tertib, serta terbebas dari berbagai bentuk gangguan keamanan.
Dalam forum itu, Kapolres menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di Kota Banjar saat ini relatif aman dan kondusif. Namun, kondisi tersebut harus terus dipelihara melalui deteksi dini dan komunikasi yang intensif hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, Polres Banjar akan mengoptimalkan kegiatan sambang siskamling sebagai upaya menghidupkan kembali budaya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
Selain membahas keamanan, perhatian juga diarahkan pada potensi ancaman musim kemarau. Kapolres mengingatkan para kepala desa dan lurah untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan dan permukiman. Ia juga memastikan Polres Banjar siap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan kelurahan.
Dialog berlangsung dinamis. Para kepala desa dan lurah menyampaikan berbagai kondisi di wilayahnya, mulai dari persoalan kamtibmas hingga dampak kemarau yang mulai dirasakan masyarakat. Seluruh masukan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar memperkuat langkah kolaboratif antara kepolisian dan pemerintah di tingkat bawah.
Bagi Polres Banjar, Ruang Riung Kamtibmas bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan strategi membangun keamanan dari akar rumput. Melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang cepat, dan sinergi yang semakin kuat, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.
Komitmen itulah yang terus diperkuat Polres Banjar, bahwa menjaga keamanan tidak cukup dilakukan dari balik meja, melainkan harus hadir di tengah masyarakat, mendengar setiap persoalan, membangun kepercayaan, dan bekerja bersama seluruh elemen demi mewujudkan Kota Banjar yang tetap aman, damai, dan kondusif. **
Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polresta Tangerang Gelar Rakor Lintas Sektoral
detakbanten.com TANGERANG - Satlantas Polresta Tangerang terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dilaksanakan di Aula Wiratama Bhayangkara Satlantas Polresta Tangerang, Senin (27/7/2026).
Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Octaviari Pratama mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tangerang masih tergolong tinggi. Khususnya angka fatalitas korban meninggal dunia.
"Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas," kata Fery.
Dia melanjutkan, upaya tersebut dilaksanakan melalui langkah-langkah preventif. Antara lain pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penegakan hukum secara konsisten, pengawasan terhadap truk sumbu tiga, penertiban penggunaan sepeda listrik sesuai ketentuan, hingga pembinaan Polisi Cilik (Pocil).
"Serta penyelenggaraan kegiatan kolaboratif secara berkelanjutan," ujarnya.
Fery berharap, melalui rapat tersebut kesepahaman pentingnya menjaga keselamatan semakin kuat. Sehingga upaya mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh semua pihak.
Rapat tersebut dihadiri unsur Jasa Raharja serta organisasi perangkat daerah Kabupaten Tangerang di antaranya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.







































