Dugaan Prostitusi Anak Dibawah Umur, Rizki Jonis: Mencederai Motto Kota Tangsel

Anggota Komisi l DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis. Anggota Komisi l DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis.

detakbanten.com, TANGSEL-Anggota Komisi l DPRD Kota Tangsel Rizki Jonis, menjadi salahsatu legislator yang ikut mantau razia oleh Pol PP dan PPNS Tangsel di Hotel Reddoorz Ciputat, dan Kos-kosan kawasan Pamulang.

Belakangan diketahui, Rizki Jonis pada Kamis malam (13/1/2022) sekira pukul 22.00 WIB, ikut mantau razia di Hotel Reddoorz, Ciputat, dan kos-kosan yang ada di kawasan Pamulang.

Rizki Jonis pun menyayangkan adanya alih fungsi ruko yang berubah jadi hotel. Hal itu dinilai sudah menyalahi aturan yang ada di Kota Tangsel.

"Disitu ada lima ruko dijadikan hotel, kamarnya kecil-kecil. Tentunya hotel itu diduga menyalahi aturan izin pengunaan, karena alih fungsi," kata Rizki Jonis, Jumat (14/1/2022).

Dia pun menegaskan agar aparatur pemerintah, terutama tim penegak Perda Pol PP Tangsel agar konsen dalam hal pengawasan fungsi perizinan dan pengawasan di lingkungan. Begitupun dengan fungsi RT, RW hingga pihak kelurahan, harus mengetahui keadaan lingkungan masing-masing.

"Disitu kan (kos-kosan) ada tamu-tamu yang silih berganti, masa ngak di curigain sih. Kalau kos-kosan bulanan kan, mungkinlah. Ini kan (kos-kosan) jam-jaman. Masa RT RW ngak tau?," terang Rizki.

Rizki sebutkan, dengan adanya prostitusi yang diduga libatkan anak dibawah umur, tentu sangat mencederai motto religius di Kota Tangsel.

"Nah justru itu, itu kan rentetanya panjang kebelakang. Motto Tangsel itu kan religius, sekarang kalau ada kesan pembiaran seperti itu, religius apa tidak?," beber Rizki.

Agar kasus serupa dimasa mendatang tidak kembali terulang, Rizki bilang, maka harus ada tindakan dari Pol PP atau aparatur setempat dalam hal ini lurah setempat agar turun tangan melakukan pembinaan-pembinaan di wilayah tersebut.

"Coba kalau disitu jadi sarang teroris, kan bisa lebih bahaya. Harus ada kerja sama semua pihak. Termasuk Binmas, harus kerja sama dengan lingkungan setempat," ujar dia.

Sementara itu Anggota Komisi l lainnya, Ledy Butar Butar, mengaku prihatin dengan adanya prostitusi yang diduga melibatkan anak dibawah umur. Tentunya perlu meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing agar kejadian seperti itu kedepannya tidak terjadi lagi.

"Untuk anak-anak yang diduga di bawah umur, kita berharap bisa di berikan pembinaan, pemahaman dan ada konseling kepada mereka. Kita juga apresiasi kepada kinerja Satpol PP ya, semoga bisa terus maksimal kedepannya," pungkas Ledy. (Dra)

 

 

Go to top