Karena Facebook, 'Perabotan Lenong' Siswi SMP Di Pamulang Nyaris Di 'Bongkar Paksa'

Karena Facebook, 'Perabotan Lenong' Siswi SMP Di Pamulang Nyaris Di 'Bongkar Paksa'

detaktangsel.com- PAMULANG, Media sosial seperti facebook saat ini menjadi salah satu alat komunikasi murah meriah bagi masyarakat. Dari teman yang puluhan tahun tak pernah kelihatan batang hidungnya, berkat facebook teman yang hampir raib ditelan bumi akhirnya bisa ditemui. Dari semula kurang memiliki teman, berkat facebook teman jadi bertambah. Namun, facebook juga bisa menjadi malapetaka jika tidak hati-hati dalam menilai pertemanan. Facebook menjadi ajang tebar rayuan paling mudah dilakukan bagi oknum tak betanggung jawab. Jadi, berhati-hatilah jika berkenalan dengan orang baru, terlebih perkenalan tersebut melalui dunia maya seperti facebook dan media sosial lainnya.

Seperti yang baru saja dialami oleh siswi SMP dikawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sebut saja namanya KF (15). Perkenalan KF dengan seorang pria melalui facebook itu, hampir membuat 'perabotan lenong' nya yang merupakan 'warisan' satu-satunya yang dimiliki oleh setiap wanita raib di 'bongkar paksa' oleh si pria teman facebooknya dilahan kosong wilayah Bambu Apus, Pamulang.

Kronologis upaya 'bongkar paksa perabotan lenong' ABG yang, ibarat buah Jambu Air tengah ranum-ranumnya ini, berawal saat KF mengawali pertemuannya pertamanya dengan Galang (nama pria di facebook-red) didunia maya. Setelah perang antar dinding dan saling inbok-inbokan, keduanya pun sepakat kopi darat dan janjian disebuah warnet Jojorejo yang masih berada dikawasan Pamulang Barat, Jumat (5/9) malam lalu.

Diduga bosen mencet-mencet keyboard komputer yang ada di warnet tersebut. Galang pun mulai berimajinasi agar bisa mencet-mencet keyboard yang lebih lunak. Spontan, Galang pun mengajak KF klayar-kluyur menikmati temaram lampu jalan yang kabarnya lampu jalan disitu baru saja diperbaiki oleh instansi terkait. Maklum, warga dikawasan tersebut sering komplain jika ada lampu jalan yang sering mati. Bahkan, belum lama ini ketua RT disitu terpaksa melayangkan surat pengunduran diri ke kelurahan setempat akibat takut didemo warganya lantaran lampu neon di ujung gang mati akibat salah sasaran ketapel bocah yang gagal ngebidik burung Gereja.

Selang diajak muter-muter tanpa ketahuan arah juntrungannya, mata Galang pun tertuju kelahan gelap yang berada di jalan Mujaer 4, di RT 06/04 Kelurahan Bambu Apus. Otak Galang yang sudah mulai berkecamuk itu pun membawa KF ke lahan yang cukup gelap tersebut. Lalu keduanya pun asik ngobrol ngalor ngidul dar A sampai Z lalu balik lagi ke A.

Entah mahluk halus pemilik lahan gelap atau dedengkot iblis dari kampung sebelah yang lagi ikut-ikutan jalan bareng bersama Galang dan KF, tiba-tiba sang cowok mulai melancarkan jurus-jurus mautnya dan berupaya mengajak KF untuk berkoalisi menjadi pasangan suami istri tanpa terlebih dahulu lapor diri kekantor KUA setempat. Jurus pertama yang dilancarkan Galang mampu ditepis KF. Jurus kedua pun sama, mentah juga. Namun jurus ketiga yang dilancarkan Galang sedikit menggoyahkan kuda-kuda yang dimiliki KF. ABG yang ibarat buah jambu air dan masih ranum ini pun hampir luluh lantak dengan jurus ketiga yang dilancarkan Galang yang didapat dari hasil browsing di mbah google warnet Jojorejo tadi.

Beruntung bagi KF, sebab dewi Fortuna yang baru saja balik dari kampung usai lebaran kemarin dan tersasar akibat salah naik bus itu pun singgah sementara di Pamulang. Dewi Fortuna itu pun membisiki telinga KF agar cepat sadar dengan jurus rayuan maut yang dilancarkan Galang kepadanya. KF pun kemudian menolak halus permintaan pria yang sudah dikepung perasaan sange.

Tak mau dibilang pecundang dan kalah sebelum bertempur, si pria bukannya berhenti merayu malah nekat mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan berusaha menggerayangi KF dan memaksa gadis SMP itu melayani napsu bejatnya. Lalu KF pun terpaksa mengeluarkan jurus andalannya yang ia dapat dari nenek Kunti, yakni teriak dan berontak. Melihat KF teriak, Galang menjadi panik dan langsung mengambil langkah seribu meninggalkan KF sambil membawa handphone dan kunci motor milik KF.

"Awalnya saya ngak curiga, namun ketika dia mulai merayu saya dan mau memperkosa saya, langsung saya teriak," ungkap KF yang belakangan diketahui warga Surya Kencana.

Setelah dirinya teriak, kata KF, Galang langsung lari dan membawa hp nokia dan kunci motor miliknya.

"Saya benar-benar ngak nyangka jika bakalan seperti ini, terus terang ini pelajaran bagi saya agar saya lebih hati-hati memilih teman," ucap KF penuh penyesalan.

Kapolsek Pamulang, Kompol Doddy Ferdinant Sanjaya membenarkan kejadian tersebut dan kepolisian sudah menyokok orang yang diduga pelakunya.

"Kita sudah mengamankan pelakunya, dan pelaku ini diduga berusaha melakukan percobaan, namun karena korban teriak, akhirnya tidak jadi, tetapi pelaku malah mengambil hp milik korban," ungkapnya.

Kata dia, korban Mengaku telah dirampas Hp Merk Nokia, kunci Motor dan korban hendak memperkosanya dikebon didaerah Bambu Apus, Pamulang oleh pelaku diduga bernama Galang (nama panggilan) Korban kenal melalui facebook dan janjian di warnet jojorejo Pamulang barat.

 

 

Go to top