Kompetisi Mobile Legend, Maria Teresa Berharap Akan Lahir Atlet E-sport Handal dari Ciputat Tangsel

Maria Teresa Suhardja didampingi Ketua AVGI Banten, Ahmad Syawqi, menyerahkan tropi dan uang pembinaan kepada juara kompetisi mobile legend di GOR Ciputat. Maria Teresa Suhardja didampingi Ketua AVGI Banten, Ahmad Syawqi, menyerahkan tropi dan uang pembinaan kepada juara kompetisi mobile legend di GOR Ciputat.

detakbanten.com, TANGSEL-Bacaleg DPRD Kota Tangsel Dapil Ciputat, Maria Teresa Suhardja, memiliki cara tersendiri dalam memeriahkan HUT ke 78 RI tahun ini. Bacaleg Partai Gerindra berumur 22 tahun itu, mengadakan kompetisi Mobile Legend di GOR Kecamatan Ciputat.

Wanita yang akrab disapa Maria ini mengatakan, kompetisi Mobile Legend yang digelar sejak Jumat dan berakhir pada Sabtu sore itu, bertujuan untuk mencari atlit-atlit e-sport generasi milenial yang ada di Kecamatan Ciputat.

"Anak muda yang hobi game mobile legend ini, sekarang bukan hanya sekedar menghabiskan waktu saja. Dari kompetisi ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet e-sport dari Tangsel khususnya Ciputat," kata Maria di GOR Ciputat, Sabtu (19/8/2023).

Putri dari Ketua DPC Partai Gerindra Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Li Claudia Chandra itu menjelaskan, dunia e-sport hari ini dan kedepannya memiliki harapan yang cerah, karena sudah bisa menjadi mata pencarian jika digeluti dengan serius.

"Jika digeluti dengan serius, mereka bisa menjadi pemain e-sport profesional yang mendapatkan penghasilan cukup tinggi," terang Maria.

Apalagi sekarang ini, menurut Maria, level eksklusivitas seorang atlit e-sport sudah sama dengan atlet olahraga profesional lainnya yang ada di Indonesia. Kendati begitu, Maria menyebutkan bahwa menjadi seorang atlet e-sport level profesional itu tidak mudah.

"Kuncinya tekun dan banyak-banyak latihan, itu yang harus dilakukan anak-anak muda yang menggeluti e-sport mobile legend ini," ujarnya.

Ketua Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI) Provinsi Banten, Ahmad Syawqi sangat mengapresiasi kompetisi mobile legend yang pesertanya banyak di dominasi oleh generasi milenial tersebut.

Menurutnya meski di peruntukan untuk tingkat lokal namun pelaksanaan acara dan prizepool yang totalnya mencapai 20 juta itu sudah seperti event berskala nasional.

"Kami ingin event-event seperti ini agar terus di buat, sehingga tingkat kompetisi dan jam terbang pemain semakin tinggi," kata Syawqi.

Kompetisi mobile legend yang di ikuti 24 tim, dimana tiap tim nya berjumlah 5 orang dan 20 orang peserta perorangan itu, menghasilkan tim Madusky dari Kelurahan Ciputat keluar sebagai juara dan berhak memperoleh tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 7 juta.

 

 

Go to top