Mega Proyek PLTSa di Tangsel, Lampu Hijau Terbuka Lebar Bagi Kontraktor Asing

TPA Cipeucang TPA Cipeucang

detakbanten.com,TANGSEL- Mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Cipeucang di Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, pembangunannya masih menunggu proses studi kelayakan selesai.

Berdasarkan informasi, penyusunan studi kelayakan pembangunan PLTSa Cipeucang, dibantu oleh Asian Development Bank (ADB) yang menunjuk konsultan untuk menyusun studi kelayakan PLTSa di Tangsel.

Jika studi kelayakan PLTSa tersebut sudah selesai, kemudian baru bisa masuk proses lelang. Diharapkan proses studi kelayakan tersebut dapat selesai pada Maret 2021 mendatang.

Kasi Teknologi pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bahrudin mengatakan, lelang terhadap pembangunan PLTSa Cipeucang dilakukan secara terbuka dan bersipat internasional.

"Sudah selesai studi kelayakan, langsung nanti lelang. Lelang itu nanti tergantung pemenangnya ini dari mana. Ini kan lelang terbuka sipatnya internasioal," kata Bahrudin di konfirmasi melalui telpon selulernya, Kamis (21/1/2021).

Bahrudin jelaskan, siapa yang nantinya jadi investor, nanti dia yang akan membangun. Pihaknya hanya menyediakan tempat yakni Cipeucang. "Kita ngak keluar biaya sama sekali, dari luar, yang jadi pemenang itu yang membangun, gitu. Kita nyediain tempat aja" ungkap Bahrudin.

Ditanya apakah akan ada kontraktor dari luar negeri yang akan terlibat dalam proses pembangunan proyek PLTSa di Cipeucang, Bahrudin pun menyatakan bahwa pembangunan PLTSa Cipeucang bisa dikerjakan oleh kontraktor dari luar negeri.

"Bisa, bisa. Bisa dari luar negeri," ujarnya.

Begitupun saat disinggung berapa anggaran untuk pembangunan PLTSa Cipeucang, Bahrudin sebutkan bahwa sebelum dilakukan studi kelayakan, terlebih dahulu ada pra studi kelayakan yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 1,7 Triliun.

"1,7 triliun itu menurut pra studi kelayakan. Nah sekarang ada lagi studi kelayakan, studi kelayakan belum final nih. Investasi nilai proyeknya berapa kita belum tahu, nunggu dari selesainya studi kelayakan itu," Bahrudin menambahkan.

Menurutnya, proyek pembangunan PLTSa Cipeucang diperkirakan akan rampung digarap selama dua tahun. Namun tergantung dengan teknologi yang akan digunakan untuk proyek pembangunan PLTSa tersebut.

"Misalnya teknologinya yang berat atau yang susah, mungkin bisa lama. Tergantung teknologi yang akan digunakan. Ya maksimal pembangunannya dua tahun lah," pungkasnya. (Dra)

 

 

Go to top