Pemkot Tangsel Kucurkan Dana Hibah, 58 Pelaku Usaha Pariwisata Dapat Dana Kemenparekraf

Pemkot Tangsel Kucurkan Dana Hibah, 58 Pelaku Usaha Pariwisata Dapat Dana Kemenparekraf

detakbanten.com, TANGSEL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bakal menyalurkan dana hibah kepada 95 pelaku usaha pariwisata, Senin (2/12/2020).

Dari 95 pelaku usaha pariwisata tersebut, baru 58 pelaku usaha seperti hotel dan restoran yang diklaim telah kecipratan dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (21/12/2020).

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pariwisata (Dispar) Tangsel, Agus Heru Santoso menyampaikan, total penerima dana hibah dari Kemenparekraf sebesar Rp 100, 1 milliar, itu sejumlah 95 pelaku usaha pariwisata. Namun baru 58 pelaku usaha yang telah menerima melalui transfer.

Agus menyebut, nominal penerimaan dana hibah dari Kemenparekraf tersebut nilainya variatif lantaran dilihat dari nilai setoran pajak. Kata dia, terdapat salah satu pelaku usaha menerima dana hibah sebesar Rp1,8 milliar.

"Jadi total penerima dana hibah ada 95 pelaku usaha. Kalau yang 58 pelaku usaha hotel dan restoran itu, hari ini juga dana hibahnya sudah kita transfer ke mereka. Untuk nilainya variatif ya setiap pelaku usaha berbeda berdasarkan pajak yang disetorkan, paling besar Rp 1,8 milliar nilai bantuannya. Kami targetkan semua penyaluran hingga akhir tahun 2020," terang Agus Heru Santoso.

Dengan demikian, Agus menjelaskan, dalam tahap pertama penyaluran dana hibah tersebut pihaknya memastikan sekitar Rp 50 miliar dikucurkan kepada pelaku usaha hotel dan restoran.

Dana hibah tersebut, kata Agus, penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pelaku industri hotel dan restoran terutama untuk menata sarana prasarana wisata, serta pemenuhan media sosialisasi protokol kesehatan di sektor pariwisata dalam upaya pemulihan pariwisata di era new normal.

Menurut Agus, tujuan utamanya dalam penyaluran dana hibah itu agar seluruh hotel dan restoran mampu terapkan protokol kesehatan. Selain itu agar bisa bertahan hadapi pandemi sampai pascapandemi.

Pengelolaan dana hibah itu kita serahkan semuanya kepada pelaku usaha hotel dan restoran. Namun semua penggunaan dana juga harus dilaporkan. Karena dana hibah ini kan masuk ke APBD,”jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tangsel, Warman Syanudin membeberkan proses penyaluran dana hibah tahap awal.

Menurut Warman, total tahap awal penyaluran dana hibah sebesar Rp 50 miliar dikirimkan langsung dari rekening pemerintah pusat ke rekening pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah disalurkan ke pelaku usaha hotel dan restoran secara proporsional sesuai kontribusi pajak hotel dan restoran selama 2019,"bebernya.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Gusri Effendi saat dikonfirmasi detakbanten.com justru mengaku belum mengetahui perihal pencairan dana hibah dari Kemenparekraf.

"Sampai saat ini belum, ini juga tadi saya tanya sama rekan yang terdaftar calon penerimah hibah,"kata Gusri Effendi.

Go to top