Peredaran Bebas Obat Keras, Kasi Trantib Solear: Kurang Tegas Penindakan

Peredaran Bebas Obat Keras, Kasi Trantib Solear: Kurang Tegas Penindakan

Detakbanten.com, TANGERANG -- Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Solear H. Sudin Wahyudin mengaku geram dengan maraknya penjualan atau peredaran bebas obat obatan terlarang jenis Eksimer dan Tramadol di wilayah Kabupaten Tangerang Banten khususnya di Kecamatan Cisoka - Solear.

Pasalnya, obat keras golongan G itu kerap dijual bebas melalui toko berkedok jual kosmetik, namun hebatnya ujar Sudin, para penjual seolah tak mampan untuk diberantas, Sudin menilai lemah dalam penindakan.

"Lemah dalam penindakan oleh aparat penegak hukum maupun penegak Perda, kesal saya, banyak peredaran obat obatan keras yang merusak generasi muda," ungkap Kasi Trantib Kecamatan Solear H Sudin Wahyudin saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (24/9/2022).

Padahal lanjut mantan kepala TU Puskesmas Cikuya yang saat ini menyandang predikat sarjana S2 ilmu kesehatan ini, sudah jelas penjual obat obatan keras jenis Eksimer dan Tramadol tanpa menggunakan resep dokter bisa di jerat Undang Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009. Pada pasal 197 berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 106 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 milyar rupiah.

Sementara pada pasal 198 berbunyi, setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 108 dipidana dengan pidana denda paling banyak 100 juta rupiah.

"Ini sudah jelas sanksinya, namun terkait ini saya akan laporkan ke camat dan juga ingin mengundang Polsek, Satpol PP, Dinkes, MUI, Ormas, LSM, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa untuk membahas serta langkah apa yang harus ditempuh dalam mengatasi hal ini, sebab ini persoalan yang serius demi generasi muda anak bangsa," pungkasnya. (Day/Han).

 

 

Go to top