Tempat Prostitusi di Desa Merak Sabrang Resahkan Warga

Photo Ilustrasi. Photo Ilustrasi.

Detakbanten.com, TANGERANG -- Tempat prostitusi di wilayah Kabupaten Tangerang kian menjamur, ada yang terselubung melalui aplikasi michat ada yang terang - terangan seperti yang terjadi di salah satu warung kopi yang lokasinya di pojok di Kampung Merak Sabrang RT 05/02 Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang, keberadaan warung esek -esek berkedok warung kopi jelas meresahkan masyarakat Sukamulya. Selain menyiapkan Pekerja Sek Komersial (PSK) warung tersebut juga menyediakan minuman beralkohol.

Berdasarkan penelusuran wartawan dilokasi beberapa lalu, warung tersebut lokasinya berada di Kampung Merak Sabrang RT 05/02 Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang, lokasinya pun berada dipeloksok kampung, akses jalanpun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, bahkan akses jalan paving blok juga hanya berukuran 1.2 meter, sehingga kendaraan roda empat tidak bisa masuk, bahkan jalan tersebut buntu, rata - rata tarif yang ditawarkan untuk satu kali kencan senilai Rp 300ribu ples kamar.

"Lokasi disini sudah biasa dipakai buat tempat esek - esek, pelayan cewenya dan tamunya juga orang luar disini, buka siang malam," terang warga Merak yang enggan disebutkan namanya.

Dia mengatakan, saat ini tempat esek - esek disini aman - aman saja, karena lokasinya ada di peloksok, dia berharap agar pemerintah bisa melakukan penertiban, karena kalau dibiarkan akan merusak moral masyarakat, yang lebih dikhawatirkan adalah penyebaran penyakit HIV Aids.

"Kami berharap agar Satpol PP bisa menertibkan tempat maksiat ini," tandasnya.

Sementara Kepala Desa Merak Agus Ambek membenarkan jika tempat esek - esek itu beroperasi di Kampung Merak Sabrang, menurutnya upaya dari pemerintah desa Merak telah dilakukan diantaranya dengan melakukan penggerebekan dengan melibatkan aparat desa, sekitar lima Pekerja Sek Komersial (PSK) diamankan , namun karena kewenangan desa terbatas, setelah kami melakukan himbauan kepada PSK tersebut, kemudian kami lepas.

"Pemilik warung maupun PSK kami himbau untuk tidak membuka usaha esek - esek tersebut, dan secepatnya kami akan melayangkan surat kepada Kecamatan untuk dilakukan penertiban," tandasnya.

 

 

Go to top