Jalin Silaturahmi, SMSI dan Ditjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI Siap Kopi Daring

Jalin Silaturahmi, SMSI dan Ditjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI Siap Kopi Daring

detakbanten.com JAKARTA - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) DKI Jakarta bersilaturahmi dengan jajaran Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Rabu (10/3/2021).

Rombongan diterima oleh Direktur Sumber Daya Pertahanan (Dirsumdahan) Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Farid Amran.

Bendahara SMSI DKI Jakarta, Badar Subur menjelaskan tentang rencana SMSI untuk bisa bersinergi dalam sosialisasi program Bela Negara.

"Kita akan membuat Kopi Daring yang temanya peran media dalam Bela Negara. Karena setiap profesi itu, terutama wartawan bisa sangat berperan dalam menangkal masuknya ancaman non militer," ujarnya.

Ketua SMSI DKI Jakarta Jumaedi Ahcmad A juga menambahkan, sinergitas diantaranya diharapkan dapat berkelanjutan terutama pada program bela negara.

"Dalam UUD 45, kita mempunyai peran bagaimana mempertahankan negara. Dengan program bela negara tentu ini menjadi sinergitas bersama dan berkelanjutan terutama kita dari segi informasi," ujar Abi sapaan akrab Jumaedi.

Sementara, Dirsumdahan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Farid Amran mengatakan, keikutsertaan warga negara dalam usaha bela negara ada 4 cara.

"Yaitu pendidikan kewarganegaraan, latihan dasar kemiliteran secara wajib bagi calon komponen cadangan yang memenuhi syarat, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela dan wajib, serta pengabdian sesuai dengan profesi," terangnya.

Farid menegaskan, intinya semua rakyat itu wajib ikut bela negara. Walaupun nanti keikutsertaannya bisa bermacam-macam.

"Nah seperti komponen cadangan dan komponen pendukung, itu adalah persiapan secara dini yang dilakukan Pemerintah. Jangan sampai jika nanti terjadi perang tidak tahu apa yang harus dilakukan, itu tanggung jawab kita yang membina," jelasnya.

Terkait rencana SMSI yang ingin membuat Kopi Daring tersebut, Farid pun mengapresiasi. Sebab pembinaan kesadaran bela negara perlu diperkuat terus.

"Penyampaian bela negara, pembagian keikutsertaannya perlu disosialisasikan. Kalau seperti media bisa menjadi Komduk, itu nanti didata, dibina, mendapatkan sosialisasi dan simulasi," tuturnya.

Sebab ancaman yang kini dihadapi tidak hanya militer, tetapi juga non militer bahkan hibrida. Peran dari media untuk bisa ikut bela negara. Dengan menginformasikan hal yang benar dan dari sumber yang berkompeten. (red)

Go to top