Detak Banten - Detak Berita Terkini Seketika Menjangkau Dunia

Astaga...Wakil Walikota Dicuekin SKPD

SERANG- Mendekati akhir masa jabatannya, Wakil Walikota Serang, Nana Suryana merasa diabaikan atau dicuekin oleh jajaran Pemkot Serang. Mulai dari fasilitas kedinasan yang tak diberi sampai merasa tak dihargai oleh pembuat acara.

Serang- SDN Lopang Domba,sering mengalami Kebanjiran akan di Tingkatkan bangunan sekolahnya,Selasa (19/11)DT

Sering Kebanjiran SDN Lopang Domba Bakal Ditingkatkan

SERANG- Gedung SDN Lopang Domba yang kerap kebanjiran bakal dibangun bertingkat. Pembangunan gedung bertingkat itu memerlukan anggaran sedikitnya Rp2 miliar.

Pemkab Tangerang Tetapkan KHL 2,2 Juta

TANGERANG - Rapat pleno penetapan kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Tangerang berlangsung alot. Buruh betahan pada angka Rp 2.440.145, sementara pengusaha bertahan pada angka Rp 2.220.145.

Jakarta- KH.Sholahuddin Wahid ( Gus Sholeh)

Konvensi Rakyat Diprediksi Saingi Capres Demokrat

JAKARTA-Konvensi Rakyat akan segera digelar guna mencari tokoh-tokoh capres yang tak diusung partai politk. "Bisa jadi lebih meriah ketimbang konvensi capres yang lainnya, kita ingin menampilkan tokoh-tokoh yang layak tetapi belum ke publik," kata Ketua Komite Konvensi Rakyat, KH Sholahuddin Wahid dalam diskusi "Kriteria Pemimpin Nasional" di Jakarta, Senin,(18/11).

 TB.Hasanudin, Ketua DPD PDIP Jawa Barat

Capres Tua Sulit Dijual di Pemilu 2014

JAKARTA-Parpol harus berpikir ulang terkait tokoh yang akan dicalonkan sebagai capres 2014. Apalagi saat ini calon presiden dari kalangan muda kini lebih disukai publik ketimbang tokoh senior. "Calon yang senior-senior itu akan sulit laku. Pokoknya siapa saja, yang senior sulit laku," Kata Ketua DPD PDI Perjuangan,  Jawa Barat TB Hasanudin, dalam diskusi di MPR, Senin (18/11).

Meski Alot UMK Tangsel Ditetapkan  Rp 2.442.000

Meski Alot UMK Tangsel Ditetapkan Rp 2.442.000

SERUT- Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Tangerang selatan akhirnya menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp 2.442.000,Penetapan UMK ini melalui rapat yang cukup alot, bahkan harus tertunda hingga beberapa kali. Ini terjadi lantaran masing-masing perwakilan ngotot dengan besaran nilai yang diinginkan.

Go to top