Kerap Serang Warga, Kawanan Monyet Liar di Puspiptek Bakal Direlokasi

Kerap Serang Warga, Kawanan Monyet Liar di Puspiptek Bakal Direlokasi

detakbanten.com,TANGSEL-Pasca kawanan monyet menyerang seorang bocah di perumahan dinas Puspiptekdi Kecamatan Setu, Rabu (27/1/2019) kemarin, langsung ditanggapi serius oleh pihak Puspiptek. Rencananya, kawanan monyet tersebut bakal ditangkap dan direlokasi.

Kepala Puspitek Serpong, Sri Setyawati mengatakan, kawanan monyet liar di lingkungan objek vital nasional itu bakal direlokasi. "Iya mas, sedang ditangani," singkat Sri Setyawati dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (28/1/2021).

Kepala asub Penunjang Sarana Kawasan Puspitek Tangsel Purwanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Tangsel untuk meminta bantuan merelokasi kawanan monyet liar tersebut.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Pemkot Tangsel dan balai konservasi daerah di Tangsel, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada tindak lanjut supaya tidak terjadi lagi seperti kemarin," ungkap Purwanto.

Purwanto jelaskan, semula kawanan monyet liar itu merupakan monyet peliharaan warga yang sengaja di lepaskan di kawasan perumahan Puspitek beberapa tahun lalu. Dari tahun ketahun, jumlahnya semakin bertambah. Terkini, diperkirakan jumlahnya ada 20 ekor monyet liar dan perumahan Puspitek itu seolah menjadi habitat hidupnya.

Menurutnya, kawanan monyet liar mulai menghampiri rumah-rumah warga lantaran kehabisan suplay makanan.

"Kera itu awalnya hidup tenang di rerimbunan bambu di lapangan sepak bola yang ada di situ, beranak pinak di situ. Kemungkinan ada yang pelihara, lepas di situ dan beranak pinak. Kurang lebih ada 20 ekor. Ada rumpun bambu yang mati. Karena suplay makanan kurang, jalan-jalan ke lapangan dan rumah warga," jelas Purwanto

Lebih lanjut dia menerangkan, kawanan monyet liar itu dibiarkan beranak pinak di perumahan dinas Puspiptek lantaran tak mengganggu dan jadi salah satu wahana rekreasi warga.

"Biasanya sore (monyetnya) ke dekat pos dan jadi rekreasi warga, banyak yang ngasih makan. Tetapi, belakangan ini ada beberapa kali, kasus ini yang paling parah. Sebelumnya, karena terlalu dekat lalu dicakar hanya sebatas itu, enggak nyerang kayak kemarin," terang Purwanto.

Dia bilang, dengan adanya kejadian pada hari Rabu kemarin, pihaknya berusaha untuk melindungi masyarakat dan petugas. "Kita serahkan ke badan konservasi, itu termasuk hewan yang dilindungi ya. Tapi memang enggak boleh untuk dimusnahkan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bambang Wisnu orang tua dari bocah yang diserang monyet yang ada di kawasan Puspiptek menyebutkan bahwa insiden tersebut sudah terjadi tiga kali dalam sebulan. Korbannya, menyasar anak-anak di perumahan dan kampung yang ada di sekitar perumahan Puspitek Tangsel itu. Wisnu pun berharap kawanan monyet itu dapat segera dibasmi dan dibersihkan dari kawasan perumahan Puspitek.

"Tentu ini sangat meresahkan, karena anak kami sudah jadi korban. Kami sangat berharap kawanan monyet liar itu segera ditindak dan dibersihkan dari kawasan perumahan. Jangan sampai ada korban lagi," pungkasnya.

Go to top