Indonesia Median Foundation Edukasi Literasi Digital SMP
detakbanten.com KOTA TANGSEL - Indonesia Median Foundation (IMF) menyelenggarakan Seri Ke-3 Kegiatan KOMPAS (Kritis, Online, Mandiri, Positif, Aman, Santun) di SMP Islam Al-Hikmah Kota Tangerang Selatan, Kamis (17/09). Hal ini didasari kekhawatiran generasi mendatang akan berhadapan dengan masalah yang rumit, mulai dari jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal, kekerasan digital seperti penyebaran foto/video pribadi (revenge porn) dan pelecehan (child grooming) atau Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), berita hoaks, hingga masalah mental akibat adiksi dan perundungan siber.
Untuk itu IMF menyelenggarakan program edukasi KOMPAS dengan tujuan untuk membantu meminimalkan persoalan tersebut dengan 3 komponen utama, yakni: pengawasan orang tua di rumah, bimbingan yang penuh empati dari guru di sekolah, dan penerapan aturan tegas dari pemerintah seperti Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) dengan kesadaran penuh para peserta didik dalam mengetahui hak dan kewajibannya di dunia digital.
IMF tidak sendiri, pihaknya menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) dan Pandu Literasi Digital (Segmen Pendidikan dan Disabilitas) Kementerian Komunikasi Digital (Kemkomdigi) RI. Kegiatan yang bertemakan "Digital Resilience: Menyiapkan Pelajar Berdaya di Era Transformasi Digital" tersebut menghadirkan 3 (tiga) narasumber dari ketiga stakeholder. Kegiatan berjalan khidmat dan diikuti oleh 42 (empat puluh dua) peserta dari unsur perwakilan murid, guru dan tenaga kependidikan SMP Islam Al-Hikmah, serta peserta tamu dari Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dihadirkannya peserta tamu dari mahasiswa tersebut diharapkan mereka akan memiliki program kemitraan literasi digital di desa binaannya nanti dan jadi agen perubahan untuk akselerasi peningkatan literasi digital masyarakat.
Mengawali kegiatan, dalam sambutannya, Kepala SMP Islam Al-Hikmah, Santi Kurniawati mengungkapkan rasa syukur karena sekolahnya menjadi lokus kegiatan KOMPAS yang digagas dari IMF ini.
"Saya bersyukur dan berterima kasih, dimana sekolah kami dijadikan tempat ketiga kegiatan KOMPAS dari IMF ini. Besar harapan kami bahwa melalui kegiatan ini meningkatkan kesadaran kami bersama untuk meningkatkan literasi digital sebagai upaya pencegahan fenomena penyalahgunaan digital saat ini. Dengan tema tersebut, semoga anak-anak peserta didik sekalian memiliki ketahanan digital (digital resilience) dalam menghadapi era digital di masa mendatang yang semakin pesat perkembangannya. Kepada tim yang hadir dari IMF, Relawan TIK Provinsi Banten, dan Pandu Literasi Digital Kemkomdigi, selamat datang dan kami mohon maaf bilamana ada kekurangan dalam jamuan kami", ungkap Santi.
Direktur Utama Indonesia Median Foundation, Yulia Pratami dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah atas sambutan hangatnya, dan pihaknya berharap kegiatan kolaboratif lainnya bisa dibangun dengan berbagai stakeholder yang hadir dalam kegiatan tersebut dengan momen dan lokus lainnya.
Ketiga narasumber yakni M. Akhsanul Akhlaq dari Pandu Literasi Digital Kemkomdigi Segmen Pendidikan dan Disabilitas, Ahmad Taufiq Jamaludin selaku Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, serta Gilang Tresna Putra Anugrah dari IMF. Di sesi pertama, pria yang akrab disapa Akhsan ini, memberikan paparan utama dengan tema "Memahami dan Menghentikan Cyberbullying di Era Digital".
Akhsan mengungkapkan bahwa dalam penanganan perundungan siber (cyber bullying) memiliki salah solusi dalam 4 (empat) pilar pertahanan:
1. Keluarga sebagai garis pertahanan pertama, bertugas membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.
2. Sekolah melakukan asesmen rutin, mengedukasi anak terkait cyberbullying, dan penyediaan bimbingan konseling sebagai ruang aman pelaporan di sekolah.
3. Pemerintah melakukan penegakan payung hukum, penyedian layanan darurat, dan kampanye literasi digital masyarakat.
4. Platform digital harus bertanggung jawab menciptakan algoritma yang aman, kontrol privasi, dan respons cepan terhadap aduan konten, sehingga daya dukung dalam pengentasan perundungan siber menjadi maksimal.
"Selanjutnya, pembelaan terhadap korban perundungan siber adalah dengan tidak diam, ikut laporkan, mendengar dan mendukung segala keresahan korban secara privat, menemani korban dalam melapor, membangun spontanitas untuk dapat mengamankan berbagai bentuk barang bukti, dan terakhir membangun awareness setiap anak agar mampu menangkis segala bentuk perundungan, mengabaikan, dan mengalihkannya, sehingga tidak berdampak kepada kesehatan mental anak serta keberanian melaporkan sehingga tidak ada lagi budaya perundungan di dunia pendidikan kita," ungkap Akhsan yang juga anggota Relawan TIK Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sesi kedua, Taufiq Ketua Relawan TIK Provinsi Banten menekankan fondasi utama tentang 4 (Empat) Pilar Literasi Digital. Ia mengungkapkan bahwa pilar tersebut sangatlah penting dalam edukasi literasi digital agar mampu memetakan pemahaman tentang literasi digital.
"Kami berharap, ini menjadi bekal yang terus diingat. Empat pilar literasi digital yang terdiri Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital yang kemudian disingkat 'CABE' agar mudah diingat," papar Taufiq.
Ia mengibaratkan 4 pilar tersebut sebuah pohon buah yang terlindung dengan pagar dan komponen lainnya dengan akar yang kokoh ke dalam tanah.
"Maka 'Budaya Digital' seperti akarnya, nilai kebangsaan dan budaya positif dalam penggunaan teknologi digital harus dijaga dengan baik. Selanjutnya 'Etika' (Digital) menjadi nilai kehidupan seperti batang pohon, jika ia rusak, maka robohlah pohon tersebut. Lalu pagar dan pengaman pohon buah tersebut ibarat pilar 'Keamanan Digital', sehingga menjaga pohon agar bisa tumbuh dengan baik, terhindar dari hama yang dapat mematikan pohon. Terakhir, sebagai buahnya adalah 'Kecakapan Digital' atau digital skills yang memberikan nilai kompetensi digital kepada pengguna sehingga berdampak keuntungan dan kesejahteraan, salah satunya sektor finansial yang dipetik hasilnya," jelas Taufiq.
Materi ketiga disampaikan oleh Gilang dengan tema: "Bijak Bermedia Digital dan Penggunaan AI".
"Bijak bermedia digital salah satunya adalah mampu berpikir sebelum membuat konten atau pos suatu komentar, juga saring sebelum sharing konten atau informasi sehingga meminimalisir potensi penyebaran hoaks. Sedangkan dari sisi penggunaan AI murid dan guru bisa bersepakat dan membatasi penggunaanya hanya sebagai alat digital, sehingga secara etika penggunaan juga tidak menabrak hak kekayaan intelektual," papar Gilang.
Gilang pun mengingatkan bahwa AI juga berpotensi memberikan informasi yang keliru karena sumbernya dari konten data dan informasi yang terhubung dengan jaringan internet, sehingga bisa saja informasi hoaks dan tidak benar menjadi bagian dari informasi yang terjaring dan disajikan oleh AI kepada penggunanya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok murid dan guru, membahas berbagai hal tentang mitigasi dan manajemen krisis apabila terjadi penyalahgunaan teknologi digital khususnya perundungan siber yang berdampak pada kesehatan mental. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan membuat rencana aksi di sekolah untuk akselerasi pengembangan literasi digital dan pencegahan penyalahgunaannya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Eka Andrias menyatakan dukungannya kegiatan seperti ini.
"Ini sangat bagus, mudah-mudahan kegiatan edukasi literasi digital seperti ini bisa diselenggarakan di seluruh SMP di Kota Tangerang Selatan, sehingga menjadi fondasi dalam menyukseskan program penetrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di Satuan Pendidikan Kota Tangerang Selatan," ungkap Eka usai memimpin Apel pagi.
Sebagai informasi, program literasi digital ini merupakan program Kemkomdigi RI di bawah Pusat Pengembangan (Pusbang) Literasi Digital, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi RI yang dikepalai oleh Rizki Amelia. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat terus menggalakann kegiatan literasi digital di berbagai segmen sasaran yakni: Pemerintahan dan Lanjut Usia, Pendidikan dan Disabilitas, Pelaku Usaha dan Perempuan, serta Masyarakat Umum dan Anak. Berbagai stakeholder siap mendampingi dan mengawal kegiatan seperti ini salah satunya adalah Tim Pandu Literasi Digital yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Indonesia Median Foundation melalui program KOMPAS, dan Relawan TIK Indonesia melalui program REGOS (Relawan TIK Goes to School) juga di Banten melalui branded program 'Gerebeg Digital'. (Zal)
Gubernur Banten Doa Bersama Keluarga Korban, Harap Ada Petunjuk Delapan Orang yang Hilang
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menghadiri doa bersama dengan keluarga delapan korban hilang kontak kapal Arupadhatu I. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).
Doa bersama ini digelar sebagai bentuk dukungan moral dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada keluarga korban. Kegiatan ini sekaligus memanjatkan permohonan kepada Tuhan agar segera diberikan petunjuk terkait keberadaan kelima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata yang hilang di perairan Selat Sunda.
Gubernur Andra menyampaikan, kehadirannya merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten untuk terus mendampingi keluarga. Meski operasi pencarian aktif oleh Tim SAR telah resmi ditutup pada hari ke-10, ia memastikan pemantauan di perairan Selat Sunda akan terus berjalan.
“Pemantauan tetap dilakukan dan kami akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR,” ujar Gubernur Andra.
Ia memastikan, Pemprov Banten akan proaktif meneruskan setiap perkembangan informasi dari Tim SAR maupun pihak terkait. Hal ini dilakukan agar keluarga korban selalu mendapatkan pembaruan informasi yang akurat dan tepat waktu.
“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” katanya.
Gubernur Andra menegaskan, penghentian pencarian aktif bukan berarti harapan dan komunikasi terputus. Pihaknya berjanji akan mengawal setiap perkembangan di lapangan dan menjaga komunikasi intensif dengan berbagai pihak.
Suasana haru dan penuh harap menyelimuti kegiatan tersebut. Pemprov Banten berharap doa yang dipanjatkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga dan membuka jalan terbaik bagi para korban yang hingga kini masih dalam pencarian. (Zal)
Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Gubernur Banten Ajak Kawal Pelaksanaan Pembangunan
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten dengan agenda Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Pendapatan dan Belanja Daerah serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Kamis (17/9/2026). Kesepakatan tersebut menjadi bagian proses penyesuaian kebijakan anggaran terhadap dinamika pembangunan dan kondisi fiskal Provinsi Banten.
Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 2026 akan menjadi dasar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026. Andra Soni mengatakan bahwa dengan ditandatanganinya kesepakatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama DPRD memiliki tanggung jawab sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing. Khususnya, untuk mengawal pembangunan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan daerah.
“Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, menjadi tanggung jawab bersama melalui fungsi dan kewenangannya masing-masing untuk mengawal pembangunan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan,” kata Andra Soni.
Gubernur mengatakan ada sejumlah catatan penting yang telah dituangkan dalam berita acara kesepakatan yang akan ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
“Beberapa catatan penting yang tertuang dalam berita acara yang telah disampaikan dapat kami tindak lanjuti guna peningkatan kualitas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026,” katanya.
Dalam kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah Provinsi Banten disepakati berubah dari semula Rp10,08 triliun lebih menjadi Rp9,72 triliun lebih atau berkurang Rp363,91 miliar lebih. Sementara itu, belanja daerah berubah dari semula Rp10,04 triliun lebih menjadi Rp9,62 triliun lebih atau berkurang Rp414,74 miliar lebih.
Dengan perubahan pendapatan dan belanja tersebut, surplus daerah meningkat dari semula Rp42,95 miliar lebih menjadi Rp93,79 miliar lebih atau bertambah Rp50,83 miliar lebih. Surplus tersebut digunakan untuk menutup pembiayaan daerah.
Perubahan KUA dan PPAS 2026 disusun dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur Banten Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan RKPD Tahun 2026. Tema pembangunan tetap mengacu pada Perkuatan Fondasi Pemerataan Kesejahteraan melalui Pendidikan Inklusif dan Infrastruktur Dasar Berkelanjutan.
Selanjutnya, Andra Soni juga menyampaikan kebijakan tersebut juga disinkronkan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026. Yaitu, Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif, serta disinergikan dengan kebijakan pemerintah kabupaten atau kota se-Provinsi Banten.
Selain itu, Andra Soni mengatakan bahwa penyusunan Perubahan KUA dan PPAS 2026 merupakan respons terhadap dinamika permasalahan yang berkembang di daerah. Tapi dengan tetap memperhatikan prioritas nasional dan kebutuhan penanganan secara cepat.
"Penyesuaian anggaran juga dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah serta capaian target kinerja program dan kegiatan. Perubahan asumsi pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut selanjutnya berpengaruh terhadap struktur APBD Tahun Anggaran 2026," katanya.
Penyusunan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 telah memedomani ketentuan peraturan perundang undangan. Antara lain, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026.
Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Banten, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta seluruh perangkat daerah atas kerja sama dalam proses penyusunan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.
Ia juga berharap kesepakatan tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan sekaligus pelayanan kepada masyarakat. “Untuk itu, mari bersama-sama kita mengawal dan mengawasi pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten,” pungkasnya. (Zal)
Ketua TP PKK Tinawati Andra Soni Minta Ada Kolaborasi Wujudkan Sekolah Sehat dan Aman
detak.co.id KOTA SERANG - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan sehat. Ini bisa diwujudkan melalui kolaborasi seluruh warga satuan pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, siswa, hingga orang tua.
Hal itu disampaikan Tinawati Andra Soni usai meninjau sekaligus melakukan penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di SMA Negeri 6 Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (18/9/2026).
Menurut Tinawati, sekolah merupakan lingkungan yang dipercaya orang tua untuk menjadi tempat anak-anak tumbuh dan belajar. Oleh karena itu, kondisi lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian bersama agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Saya memiliki anak sekolah juga yang artinya saya menitipkan anak saya di sekolah. Tentu saja kita ingin memiliki lingkungan sekolah yang aman dan nyaman," ungkap Tinawati Andra Soni.
Selanjutnya, Tinawati Andra Soni mengatakan, setiap kunjungannya ke sejumlah sekolah selalu dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman. Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran dalam membentuk karakter anak.
"Apalagi sekolah adalah tempat yang kami percaya dan kami yakini bahwa di situlah anak-anak tumbuh dan belajar untuk menjadi karakter yang lebih kuat," katanya.
Meski demikian, Tinawati mengingatkan bahwa pendidikan pertama tetap dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mengajak para orang tua untuk terus merangkul dan mendidik anak-anak dengan baik sejak dari rumah.
"Madrasah pertama, pendidikan pertama tetap di rumah," imbuhnya.
Tinawati juga mengajak orang tua untuk tidak hanya memilih sekolah yang baik bagi anak, tetapi turut membersamai proses pendidikan dan memastikan pendidikan berlangsung dengan baik.
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati juga berinteraksi dengan sejumlah peserta didik dari luar daerah yang mengikuti program afirmasi pendidikan menengah. Ia menyebut keberadaan siswa dari berbagai daerah menunjukkan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkeadilan.
"Artinya bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama, memiliki pendidikan yang berkeadilan," jelasnya.
Lebih lanjut, Tinawati mengajak seluruh pihak untuk memulai budaya sekolah sehat dari langkah-langkah sederhana, terutama dari lingkungan keluarga. Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak dengan cara mendengarkan dan menanyakan kondisi mereka, termasuk bagaimana perasaan anak selama menjalani aktivitas di sekolah.
"Kita harus bisa mendengarkan anak, kita harus bisa membersamai anak kita, kemudian kita bertanya hal-hal sederhana, bagaimana di sekolah, bagaimana kegiatan mereka, terutama bagaimana perasaan mereka hari ini," katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 6 Kota Serang Rohmat Wirandanubrata mengatakan, komitmen mewujudkan sekolah sehat harus dibangun secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan sekolah.
Dikatakannya, penyamaan visi menjadi langkah penting untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi pembelajaran siswa, didukung sarana dan prasarana yang memadai.
"Komitmen untuk mewujudkan sekolah sehat itu harus dilakukan secara bersama-sama. Kita bangun juga penyamaan visi dari seluruh stakeholder yang ada di sekolah ini," ujar Rohmat.
Ia mengatakan, ketika komitmen dan rasa memiliki telah tumbuh di seluruh warga satuan pendidikan, berbagai program sekolah dapat berjalan dengan kesadaran bersama.
Salah satu upaya yang dilakukan SMA Negeri 6 Kota Serang adalah edukasi pengelolaan sampah melalui program Sataku dan Satamu, yang mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
"Sataku, Satamu, mewujudkan sampah tanggung jawabmu, sampah tanggung jawabku. Itu mengedukasi anak-anak bagaimana anak itu punya tanggung jawab," katanya.
Selain itu, dirinya menyampaikan sekolah sehat memberikan banyak manfaat bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Lingkungan yang sehat tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga memberikan dukungan secara psikologis karena siswa belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
"Mereka juga akan diajarkan bagaimana mereka peduli pada kesehatan diri mereka sendiri dan lingkungan di mana mereka belajar," katanya. (Zal)
Warga Balaraja Siap Hadang Aksi Demontrasi dari LSM NKRI
detakbanten.com TANGERANG -- Warga Kelurahan Balaraja Kecamatan Balaraja melakukan aksi penghadangan dengan mengerahkan warga di kawasan industri PT Adis dan PT Pemi, menyusul akan adanya aksi demo dari LSM NKRI ke sejumlah perusahaan di kawasan Balaraja yang rencananya dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026). Namun aksi dari LSM yang direncanakan pada hari ini Selasa (red ) batal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, puluhan warga Balaraja yang terdiri dari anggota LPM kelurahan Balaraja berjaga - jaga di ruko samping PT Adis, ketua LPM Sukanta kemudian melakukan orasi dihadapan warga dan mengajak kepada warga untuk menjaga lingkungan dan mendesak agar perusahaan untuk tidak takut jika ada LSM NKRI mengancam melakukan aksi demo.
"Kita jaga perusahaan di sini dari LSM NKRI, karena LSM NKRI datang kesini menakut- nakuti dan melakukan intimidasi perusahaan dengan cara melayangkan surat,"terang Sukanta.
Warga sambung Sukanta akan pasang badan jika LSM NKRi mencoba melakukan aksi demontrasi, dan warga warga siap untuk melawan, bahkan hari ini semua warga perwakilan dari RT masing- masing sudah kompak dan berjaga - jaga dan siap menghadang.
Sementara puluhan aparat dari kepolisian Sektor Balaraja dibantu dengan Satuan Polisi Pamong berjaga berjaga - jaga untuk mengamankan aksi, namun dari informasi yang beredar, LSM NKRI batal melakukan aksi demo, belum diketahui alasan pembatalan demo.
Tak Terima Limbahnya Diambil oleh LSM NKRI, Warga Geruduk PT Xin Yi Industrial
detakbanten.com TANGERANG -- Puluhan warga kampung Hawuan desa Tobat Kecamatan Balaraja melakukan aksi didepan gerbang PT Xin Yi Industrial pada Selasa (15/9/2026)
Aks yang dikawal oleh aparat Kepolisian Sektor Balaraja ini berjalan dengan tertib, warga yang menyuarakan aspirasinya meminta agar perusahaan meninjau keputusan sepihak dengan mengalihkan pengelolaan limbah ke LSM NKRI.
"Kita disini sepakat semua warga Balaraja akan menghadang pergerakan LSM NKRI yang tujuan utamanya ingin pengelolaan limbah, modusnya melayangkan surat kepada seluruh perusahaan,"terang Jamsari salah satu perwakilan aksi demo.
Dia menambahkan, warga telah 11 tahun lebih mengelola limbah di PT PT Xin Yi Industrial, padahal jelas perusahaan yang bergerak di bidang ruber sepatu ini berada di lokasi desa kami, dia menduga adanya permainan orang dalam sehingga memancing kemarahan warga sekitar perusahaan.
" Kami tidak akan tinggal diam, dan terus melakukan perlawanan, aksi kita tidak akan berhenti sampai hari ini saja, kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan kami dipenuhi,"ujarnya.
12 Kelompok Wira Usaha Baru Terima Bantuan dari Bupati Tangerang
detakbanten.com TANGERANG –Sebanyak 12 Kelompok Wira Usaha Baru (WUB) asal Kecamatan Panongan yang merupakan binaan Dinas Tenaga kerja Kabupaten Tangerang menerima bantuan mesin jahit , bantun tersebut diserahkan bupati Tangerang H Maesyal Rasyied di Aula Kantor Kecamatan Panongan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa bantuan peralatan usaha yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bantuan peralatan usaha ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan semata, melainkan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Saya berharap peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas usaha secara berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berpesan kepada para wirausahawan baru penerima manfaat agar terus meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pelaku usaha barista didorong untuk mengolah kopi berkualitas dan menghadirkan produk yang mampu bersaing. Sementara pelaku usaha las listrik diingatkan untuk mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kualitas layanan, sedangkan kelompok usaha penjahit alas kaki diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan yang mandiri, perekonomian daerah kita akan semakin kuat. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.
Lanjut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemauan penerima manfaaat untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga kualitas produk, membangun jejaring usaha, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada
"Saya apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang beserta jajaran, Forkopimcam, serta Pemerintah Desa/Kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan Program Wirausaha Baru tersebut," ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok WUB pada tiga bidang keahlian dengan rincian: 4 kelompok usaha las listrik dengan 16 penerima dari Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, 4 kelompok usaha barista dengan 16 penerima dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan; serta 4 kelompok usaha menjahit alas kaki dengan 16 penerima dari Desa Sentul, Kecamatan Balaraja.
Bupati Tangerang Pantau Kegiatan Warung Tekan Inflasi
detakbanten.com TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir secara langsung memantau pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/8/2026).
Bupati Maesyal Rasyid, mengatakan Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melihat tingginya animo masyarakat bahkan memunculkan permohonan agar frekuensi dapat ditambah dan jenis kebutuhan pokok yang dijual lebih bervariasi
“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026. Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” ujar Bupati Maesyal.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Delapan komoditas yang tersedia pada Warteksi Triwulan III tersebut meliputi:
Beras premium 2 kilogram: Rp7.000
Gula pasir: Rp12.000
Minyak goreng: Rp13.500
Bawang merah: Rp20.000
Bawang putih: Rp20.000
Cabai merah keriting: Rp25.000
Cabai rawit merah: Rp50.000
Cabai rawit hijau: Rp30.000
Bupati Maesyal menjelaskan, selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, delapan komoditas tersebut tersedia dengan stok yang mencukupi dan merupakan kebutuhan yang banyak diminati masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengupayakan penambahan variasi komoditas, seperti telur dan ayam potong, sesuai dengan aspirasi warga serta kemampuan keuangan daerah.
“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan pelaksanaan Warteksi Triwulan III Tahun 2026 digelar di dua lokasi, yakni Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena subsidi yang diberikan Pemerintah Daerah membuat harga delapan komoditas tersebut jauh lebih terjangkau.
“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 perkilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, Warteksi juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat melalui ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya.
Pemkab Tangerang Luncurkan Inovasi Pelayanan JEK-DON Terintegrasi
detakbanten.com TANGERANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 PMI yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi Pelayanan JEK-DON (Ojek Donor) Terintegrasi. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Selasa (15/09/2026).
Peringatan HUT Ke-81 ini menjadi momentum penting bagi PMI Kabupaten Tangerang untuk terus merefleksikan dan meningkatkan peran aktifnya dalam bidang kemanusiaan. Kehadiran inovasi JEK-DON Terintegrasi pada perayaan tahun ini menegaskan komitmen PMI dalam memberikan pelayanan ketersediaan darah yang semakin optimal kepada masyarakat.
Terobosan inovatif yang diinisiasi oleh PMI Kabupaten Tangerang ini tidak hanya menjadi capaian membanggakan di tingkat daerah, melainkan turut mendapat sorotan positif dan apresiasi tinggi dari jajaran pengurus pusat. Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitasari Waseso, yang hadir secara langsung, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam atas langkah progresif yang diwujudkan jajaran pengurus PMI Kabupaten Tangerang.
"Kami dari PMI Pusat sangat mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran JEK-DON Terintegrasi ini. Inovasi yang dilahirkan oleh PMI Kabupaten Tangerang membuktikan komitmen kemanusiaan yang sangat kuat dalam mempermudah akses layanan darah. Harapan kami, sistem terintegrasi ini dapat menjadi percontohan atau role model bagi UDD PMI di daerah lain di Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, dalam sambutannya memaparkan secara langsung pencapaian serta inovasi kepalangmerahan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa JEK-DON (Ojek Donor) merupakan layanan pengantaran darah terintegrasi untuk mempercepat penanganan medis.
"Hari ini kita menyelenggarakan acara dalam rangka menyongsong HUT Ke-81 PMI, sekaligus launching pelayanan JEK-DON atau Ojek Donor, yaitu pelayanan pengantaran darah ke rumah sakit atau klinik terdekat dari kantor PMI. Perayaan ini kita selenggarakan dengan sederhana namun penuh khidmat, untuk melihat bagaimana pelayanan donor darah di PMI Kabupaten Tangerang semakin berkembang," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan lompatan pencapaian yang berhasil diwujudkan oleh UDD PMI Kabupaten Tangerang dalam memenuhi kebutuhan kantong darah masyarakat, yang bermula dari digitalisasi sistem sejak delapan tahun silam.
"Bermula dari sekitar 8 tahun yang lalu, kita membangun sebuah aplikasi Sistem Donor Darah Indonesia atau SiDoni. Jika dulu kita baru bisa menghasilkan sekitar 2.000 kantong darah, hari ini alhamdulillah sekitar 7.500 kantong darah setiap bulannya bisa kita hasilkan dan distribusikan ke 95 rumah sakit serta klinik yang tersebar di wilayah Tangerang Raya," paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Tangerang akan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan. Ia juga menaruh harapan besar agar PMI terus konsisten memegang teguh amanah kemanusiaan dan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan Selamat HUT Ke-81 untuk PMI. Harapan kami ke depan, PMI Kabupaten Tangerang tetap penuh amanah mendistribusikan darah bagi yang membutuhkan, mengingat darah belum bisa diproduksi di pabrik dan harus dikelola secara bijak dari tubuh kita sendiri," tutupnya.
Resmikan Masjid Baiturahman Bunar, Bupati H Maesyal Disambut Ribuan Jemaah
detakbanten.com TANGERANG -- Bupati Tangerang H Maesyal meresmikan masjid Baiturrahman yang berlokasi di Kampung Panggang Desa Bunar Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang pada Sabtu (13/9/2026), dalam acara tersebut Bupati Tangerang disambut ribuan warga yang hadir.
Acara peresmian masjid yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung meriah, Bupati Tangerang yang tiba dilokasi langsung disambut gemuruh warga, Bupati yang dikenal merakyat langsung menyapa satu persatu warga dari mulai turun kendaraan hingga arena panggung acara.
" Saya mengucapkan selamat atas diresmikannya Masjid Baiturahman ini, semoga mesjid ini bisa membawa keberkahan bagi seluruh jemaah,"terangnya.
Bupati Tangerang mengatakan bahwa masjid bukan hanya sarana ibadah saja, tapi masjid merupakan tempat untuk menggali ilmu, masjid merupakan sarana pemersatu umat , sarana diskusi keagamaan, oleh sebab itulah masjid memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa , tentunya Pemkab Tangerang terus berupaya mendorong agar Masjid bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan generasi muda dibidang keagamaan.
" Alhamdulillah Masjid Baiturrahman ini sangat aktif dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti maulid nabi Muhammad SAW ini," tandasnya.
Sementara Ketua Panitia Acara H Ahmad Rosidi menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada terhingga atas kehadiran bapak Bupati Tangerang H Maesyal Rasyid, karena beliau merupakan bupati Tangerang yang merakyat, Alhamdulillah Mesjid Jami Baiturrahman ini terus beliau bantu, dan pada malam hari ini secara simbolis diresmikan penggunaannya.
" Saya mewakili seluruh panitia acara maulid nabi Muhammad SAW dan panitia peresmian masjid Jami Baiturrahman memohon maaf apabila ada kekurangan, dan semoga kita mendapatkan keridoan dari Allah SWT,"tandasnya.












































