Diduga Abaikan Ijin PBG, Proyek Pool Taksi Green Tetap Dibangun
detakbanten.com CIPUTAT - Kota Tangerang Selatan yang dideklarasikan sebagai kota perdagangan dan jasa, sekaligus juga menjadi daerah pemukiman penduduk dengan sebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30 persen, dalam perkembangannya justru banyak hal yang diabaikan akibat kepentingan-kepentingan bisnis itu sendiri.
Secara kasat mata banyak terlihat pelanggaran saat kegiatan pembangunan dilakukan tidak memiliki PBG. Dan, saat dikonfirmasi ke para pihak menyatakan kebenaran tidak memiliki ijin. Bahkan, beberapa ditemukan, sudah dilakukan teguran dan pemasangan plang segel oleh dinas terkait, namun pembangunan jalan terus.
Maraknya bangunan tanpa ijin/dan atau Pemanfaatan Bangunan Gedung (PBG), termasuk juga pada tahap awalnya dalam pengerjaan 'cut and fill, yakni proses pengerjaan tanah atau galian dan urug untuk meratakan permukaan tanah sesuai dengan ketinggian atau elevasi yang diinginkan sebelum proyek konstruksi dimulai tersebut mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat dari berbagai unsur.
Terakhir, sebagaimana juga dirilis media, bahwa Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengancam akan menahan izin lanjutan proyek pembangunan pool Taksi Green SM di Jalan Raya Ciater, Serua, Ciputat (dekat kawasan Maruga). Karena proyek tersebut berjalan sebelum perizinannya lengkap.
Proyek kedapatan mulai dibangun meskipun dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) belum rampung. Di sisi lain, lumpur dari area proyek meluber ke badan Jalan Raya Ciater, membuat jalanan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan serta memicu protes warga.
Wakil Wali Kota melakukan sidak langsung dan menegaskan bahwa seluruh aturan serta izin harus dipenuhi terlebih dahulu oleh pihak pengembang sebelum melanjutkan pembangunan. (Zal
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028
detakbanten.com Tangerang – *PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (IKPP) Tangerang Mill, salah satu unit usaha APP Group*, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP INKALINDO) terkait kolaborasi pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri untuk mewujudkan Zero Waste Tahun 2028.
Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) di Grand Serpong Hotel. Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, khususnya di tingkat rumah tangga.
*Head of Sustainability PT IKPP Tangerang Mill, Kholisul Fatikhin*, mengatakan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, organisasi, maupun masyarakat.
«“Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut harus dimulai dari tingkat rumah tangga, karena dari sanalah sebagian besar sampah berasal. Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan mampu mengelola sampah secara mandiri,” ujar Kholisul.»
Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah apabila sampah dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
“Semangat menuju Zero Waste 2028 tentunya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan agar upaya pengurangan dan pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten,” tambahnya.
Sebagai bagian dari APP Group, PT IKPP Tangerang Mill terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kolaborasi bersama INKALINDO ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, PT IKPP Tangerang Mill berharap dapat turut memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi antara dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya serta mempercepat terwujudnya Zero Waste 2028.
Sungai Cisadane Surut Bukan Hambatan, PERUMAM TKR Pacu Strategi Jaga Produksi Air Bersih
detakbanten.com Tangerang, – Air Sungai Cisadane yang dimanfaatkan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang sebagai sumber air baku pada beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penurunan debit akibat musim kemarau panjang. Penurunan debit air yang terjadi di beberapa sumber air baku seperti Sungai Cimenceuri juga mempengaruhi pendistribusian air bersih yang ke pelanggan.
Faktor perubahan cuaca serta iklim ditengarai menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pasokan air yang kini menurun drastis, dan sampai saat curah hujan masih sangat minim. ini bukan masalah teknis, melainkan karena faktor alam, keadaan ini juga disebabkan oleh efek dari badai El-Nino yang hingga saat ini belum juga berhenti.
Di tengah kondisi tersebut, PERUMDAM TKR terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan produksi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Optimalisasi pengolahan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi ketersediaan air baku, disertai pemantauan secara berkala pada sumber-sumber air yang dimanfaatkan sebagai penopang operasional pengolahan air.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PERUMDAM TKR dalam menjaga akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang di tengah tantangan musim kemarau. Meski penurunan debit air baku berdampak terhadap kapasitas produksi di sejumlah instalasi, PERUMDAM TKR terus mengoptimalkan sistem pengolahan dan distribusi agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalisir, salah satunya dengan melakukan pengerukan kanal dan pendalaman saluran menuju intake di masing-masing IPA agar air dapat terus mensuplai kebutuhan air baku.
Sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik, PERUMDAM juga mengirimkan bantuan air bersih melalui armada tangki.
Sejumlah wilayah pelayanan yang turut terdampak antara lain, Teluknaga, Tigaraksa, CitraRaya, Serpong, Mauk, Kresek dan Kronjo. Wilayah-wilayah tersebut memanfaatkan sumber air baku Sungai Cisadane, Sungai Cimanceuri maupun Sungai Cidurian yang saat ini mengalami penurunan debit akibat kondisi kemarau.
PERUMDAM TKR juga terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku serta melakukan langkah mitigasi sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses produksi tetap berlangsung sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat semaksimal mungkin.
PERUMDAM TKR mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan selama musim kemarau berlangsung. Partisipasi masyarakat dalam melakukan penghematan air menjadi bagian penting untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi sumber air baku yang mengalami penurunan.


































