10 Hari Pencarian Kapal Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Andra Soni Puji Dedikasi Relawan di Selat Sunda
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah mendukung operasi pencarian lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang kontak bersama Kapal Arupadhatu I di perairan Selat Sunda. Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Andra menyusul penutupan resmi operasi pencarian aktif yang telah berlangsung selama sepuluh hari.
Meskipun pencarian aktif dihentikan, pemantauan terhadap informasi baru terkait keberadaan kapal dan delapan korban tersebut tetap dilakukan oleh unsur terkait. Gubernur Andra mengungkapkan, dukungan selama operasi tidak hanya datang dari tim SAR gabungan dan instansi pemerintah, tetapi juga dari elemen masyarakat, organisasi relawan, jurnalis, hingga relawan perorangan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya teman-teman relawan yang selama sepuluh hari ini memberikan dukungan dan bantuan,” ujar Gubernur Andra di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026) malam.
Selama posko SAR gabungan di Carita beroperasi, para relawan secara konsisten memberikan dukungan bagi petugas, keluarga korban, dan masyarakat sekitar. Bantuan disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pelayanan di posko, pendirian dapur umum, hingga penyediaan makanan siap santap dan minuman.
Gotong royong tersebut terjaga sejak hari pertama hingga hari kesepuluh operasi. Para relawan saling bergantian memastikan ketersediaan logistik dan kelancaran pelayanan di posko. Kehadiran mereka sangat mendukung jalannya operasi sekaligus membantu aktivitas keluarga korban selama masa tunggu.
Gubernur Andra menilai, kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas masyarakat Banten dalam menghadapi situasi kemanusiaan. Ia berharap seluruh ikhtiar dan bantuan dari para relawan bernilai ibadah.
“Semoga ikhtiar yang teman-teman lakukan mendapatkan pahala dari Yang Maha Kuasa. Semoga kawan-kawan relawan terus diberikan kesehatan dan tidak pernah berhenti menebar kebaikan,” tuturnya. (Zal)
Wagub Banten A. Dimyati Puji Peran Aktif Pengusaha asal Pariaman dalam Menyerap Tenaga Kerja
detakbanten.com BANTEN - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pengusaha dalam membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja. Apresiasi tersebut secara khusus ditujukan kepada para anggota Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Provinsi Banten melalui berbagai usaha yang mereka jalankan.
Hal itu disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri peringatan Milad ke-1 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKDP Provinsi Banten di Duce Hall, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (18/9/2026) malam.
“Saya melihat PKDP ini tumbuh luar biasa. Walaupun baru berusia satu tahun, organisasinya semarak dan berjalan dengan baik,” ujar Wagub Dimyati.
Lebih lanjut, ia menilai PKDP sebagai organisasi kekeluargaan yang patut menjadi teladan. Menurutnya, sebuah organisasi yang mengedepankan kebersamaan harus dibangun dari hati agar tali persaudaraan terus tumbuh.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wagub Dimyati memastikan pemerintah daerah siap memfasilitasi kemudahan administrasi bagi para pengusaha dari komunitas tersebut. “Pemerintah Provinsi Banten akan membantu warga Pariaman apabila menghadapi kendala, termasuk terkait perizinan usaha dan investasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKDP Provinsi Banten, Dafrizal, berharap organisasinya semakin solid dan kompak ke depannya.
“Kami berkomitmen untuk selalu menjaga silaturahmi, menjunjung tinggi rasa persaudaraan, dan bersinergi dengan pemerintah setempat. Kami juga sangat mengapresiasi Pemprov Banten yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan PKDP,” jelas Dafrizal.
Turut hadir pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKDP Indonesia sekaligus Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis. Ia mengaku bangga dan terharu melihat kekompakan warga Pariaman di perantauan.
“Alhamdulillah, saya sengaja hadir untuk merayakan Milad ke-1 DPW PKDP Provinsi Banten. Melalui momentum ini, kami berharap silaturahmi warga Pariaman di Banten semakin kuat, solid, serta terus memperhatikan masyarakat yang kurang beruntung,” harap Azis. (Zal)
MTQ Nasional XXXI, Kafilah Banten Peringkat ke-7
detakbanten.com SEMARANG - Kafilah Provinsi Banten menorehkan prestasi cukup membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Provinsi Banten berhasil menduduki peringkat ke-7 nasional, naik dua peringkat dibandingkan pelaksanaan MTQ Nasional sebelumnya yang berada di posisi ke-9.
Peringkat tersebut diumumkan Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Prof Syibli Syarjaya pada Penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 19 September 2026 malam.
Penetapan peringkat itu tertuang dalam Keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 Nomor Kep-05/DH/MTQN-XXXI/IX/2026 tentang Penetapan Juara Umum dan Peringkat 10 Besar MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengapresiasi capaian para kafilah Banten. Keberhasilan menduduki peringkat ke-7 merupakan hasil kerja keras seluruh kafilah dan kontingen yang telah mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional XXXI. “Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan kami semua tentu bangga atas prestasi para kafilah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kafilah, pelatih, pendamping, serta kontingen Provinsi Banten yang telah berjuang membawa nama daerah dalam ajang MTQ tingkat nasional tersebut. “Naiknya peringkat Banten pada perhelatan MTQ Nasional ini tidak lepas dari kerja keras dan usaha yang dilakukan oleh teman-teman kafilah dan kontingen,” tutur Deden.
Meski berhasil memperbaiki posisi Banten di tingkat nasional, Deden menegaskan bahwa raihan peringkat bukan menjadi satu-satunya tujuan keikutsertaan Banten dalam MTQ Nasional. Nilai yang lebih penting dari ajang MTQ adalah proses pembinaan, ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat para kafilah dalam mempelajari dan mengamalkan Alquran.
Deden berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi. Lebih dari itu, semangat MTQ harus mampu memperkuat upaya menghadirkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. (Zal)


































