Detak Banten - Berita Pemerintahan

Wagub Dimyati: Pariwisata Banten Harus Dipromosikan

detakbanten.com BANTEN - Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah mengatakan pariwisata di Provinsi Banten harus dipromosikan. Dirinya menyambut baik kehadiran Banten Muda Penggiat Pariwisata (BMPP).

“Pemerintah tidak bisa sendiri dalam mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Provinsi Banten, harus berkolaborasi. Bersama-sama membangun bagaimana Banten unggul terutama bisa menghasilkan devisa untuk negara, bukan hanya Bali dan Batam,” ungkap Dimyati saat menghadiri Peluncuruan Logo BMPP di Satu Asa Coffe, Kota Serang. Sabtu (8/8/2026) malam.

“Provinsi Banten punya potensi. Keunggulan dari sisi alam, geografi, dari sisi bandara internasional, pelabuhan Itu lebih unggul sebetulnya dibandingkan Bali dan daerah-daerah lain,” tambahnya.

Dimyati juga menyambut baik peluncuran logo baru BMPP. Menurutnya logo mengandung arti visi dan cita-cita. BMPP ini tujuannya untuk menjaga potensi atau pegiat yang juga mempromosikan pariwisata yang ada di Provinsi Banten. “Saya menyambut baik kehadiran BMPP dan semoga nanti ada NGO-NGO lain yang bisa berkembang,” ucapnya.

Seperti diungkap Ketua BMPP Cory Cika Agustina, BMPP lahir dari kegelisahan para anak-anak muda yang melihat potensi wisata di Provinsi Banten itu banyak sekali. Dirinya berharap BMPP bisa menjadi rumah Gen Z untuk terus semangat melakukan atau mencintai wisata yang ada di Banten.

“BMPP akan berupaya bagaimana caranya supaya wisatawan-wisatawan ini sebelum ke daerah lain, mampir dulu ke destinasi wisata yang ada di Provinsi Banten,” ucapnya. (Zal)

Program CKG Jemput Bola di Labuan Pandeglang, Ribuan Warga Antusias Periksa Kesehatan

Program CKG Jemput Bola di Labuan Pandeglang, Ribuan Warga Antusias Periksa Kesehatan

detakbanten.com KAB. PANDEGLANG - Lebih dari 1.200 warga Kecamatan Labuan di Kabupaten Pandeglang antusias mengikuti jalan sehat dan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah, Minggu (9/8/2026). Program dirancang agar masyarakat melakukan cek kesehatan rutin secara gratis.

Pelaksanaan jalan sehat dimulai dari MTsN 2 Pandeglang dan berakhir di Lapangan Pantai Ceria, Kecamatan Labuan, tempat CKG dilaksanakan. Di sana, Gubernur Andra Soni bersama Dimyati Natakusumah melihat langsung dan menyapa ribuan masyarakat yang tengah memeriksakan kesehatan di 15 stan yang disediakan

Pemeriksaan Program CKG meliputi pengukuran fisik dan status gizi, cek tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen.

Kepada seluruh masyarakat Banten, Andra Soni meminta agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan saat Pogram CKG ke daerah-daerah. Ini menurutnya langkah preventif agar masyarakat tetap produktif dengan tingkat kesehatan yang terjaga baik.

"Memeriksa kesehatan itu dilakukan agar kita bisa mendeteksi penyakit lebih dini, mencegah komplikasi serius, serta mengantisipasi risiko gangguan kesehatan sejak awal sebelum menimbulkan gejala," kata Andra Soni.

Selain dari kesadaran diri sendiri, menjaga kesehatan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ruang lingkup terkecil itu, menurut Andra Soni, mempunyai peranan penting dalam mendorong terciptanya lingkungan yang sehat.

"Jadi ibu-ibu harus bisa mengajak bapak-bapaknya untuk ikut bersama-sama melakukan pengecekan kesehatan. Ini penting karena kalau sudah terdeteksi, kita bisa mengambil langkah penyembuhannya. Insya Allah di seluruh RSUD di Banten sekarang ini sudah gratis," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan jika program hasil cepat CKG di Provinsi Banten mendekati paripurna. Dari total target yang ditetapkan sebanyak 5,9 juta, capaian sampai saat ini menjangkau 5,1 juta warga yang sudah mengikuti Program CKG. Provinsi Banten masuk urutan ketiga besar secara nasional capaian program yang sudah dirasakan masyarakat.

Manfaat program ini juga dirasakan Annisa (37), warga Labuan yang ikut melakukan pemeriksaan rontgen menyambut baik kegiatan CKG yang dilaksanakan di kampungnya tersebut. Menurutnya, dengan mekanisme jemput bola seperti ini masyarakat semakin terbantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

"Terutama bagi lansia. Karena kalau harus ke Puskesmas itu jaraknya lumayan jauh," katanya.

Dengan layanan jemput bola ini, Annisa bisa membawa suami dan anaknya untuk bersama-sama melakukan CKG. "Iya kata pak gubernur tadi bener, kita nggak boleh takut melakukan pemeriksaan kesehatan, karena ini baik untuk ke depannya," jelasnya. (Zal)

Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Jalur Laut Digagalkan Operasi Gabungan

detakbanten.com KEPRI - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat kurang lebih 1,3 ton di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan sebuah kapal bernama King Sun beserta delapan orang anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.

Pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen BNN serta Bea dan Cukai pada Februari 2026 mengenai adanya aktivitas pengangkutan narkotika menggunakan kapal Fude/King Sun yang bergerak dari wilayah Teluk Thailand menuju perairan Indonesia. Berdasarkan profiling awal, kapal tersebut diketahui membawa sembilan orang ABK berkewarganegaraan Myanmar.

Rangkaian operasi bersama dimulai pada Selasa (4/8), saat Tim Gabungan melakukan koordinasi dan bergerak menuju titik pencegatan. Dua hari kemudian, Kamis (6/8), pergerakan kapal target terpantau memasuki wilayah perairan Indonesia. Unsur TNI AL yang terdiri atas KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 segera melaksanakan operasi penyekatan dan pencegatan terhadap kapal tersebut.

Selanjutnya, Tim Gabungan BNN, Bea dan Cukai, serta Bareskrim Polri yang berada di atas Kapal BC 30005 bergabung dalam operasi untuk mengawal kapal King Sun menuju perairan Bintan. Pada sore harinya, petugas melakukan on board dan mengawal kapal beserta seluruh awaknya hingga bersandar di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan mendalam dilakukan pada Jumat (7/8) dengan melibatkan unit K-9 serta interogasi terhadap para awak kapal. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah petugas menemukan lokasi penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan yang diduga digunakan untuk menyembunyikan narkotika.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan delapan orang ABK berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL. Sementara itu, barang bukti yang disita terdiri atas 65 karung. Sebanyak 64 karung masing-masing berisi kurang lebih 20 bungkus teh Cina berwarna hijau, sedangkan satu karung lainnya berisi 18 bungkus yang diduga kuat merupakan ketamine dalam bentuk kristal dengan berat bruto kurang lebih 1,3 ton.

Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut sekaligus membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas negara. Tim gabungan Joint Operation selanjutnya akan mengintensifkan pemeriksaan terhadap para tersangka dan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan sindikat, pihak-pihak yang terlibat, serta jalur logistik internasional yang digunakan dalam penyelundupan narkotika tersebut. (Zal)


#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

Go to top